LLDIKTI13LLDIKTI13

Aceh Journal of Health InnovationAceh Journal of Health Innovation

Dalam konteks perkembangan layanan air minum, jumlah depot air minum isi ulang (DAMIU) mengalami peningkatan signifikan. Kualitas air yang dihasilkan memiliki implikasi langsung terhadap kesehatan masyarakat, dengan potensi risiko terjadinya penyakit-penyakit berbasis air, khususnya diare. Survei menunjukkan bahwa mayoritas penduduk setempat mencapai 95% memilih mengonsumsi air minum isi ulang dengan pertimbangan utama faktor ekonomi, yakni harganya yang lebih terjangkau dibandingkan air minum kemasan bermerek. Penelitian ini difokuskan untuk mengevaluasi kualitas mikrobiologis air minum dari depot-depot air isi ulang di kawasan Hagu Barat Laut melalui analisis parameter Coliform dan Escherichia coli dengan menggunakan metode Compact Dry EC di Laboratorium Puskesmas setempat. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa dari lima depot yang diteliti, dua di antaranya – yakni Depot 2 dan Depot 3 – tidak memenuhi standar mikrobiologis. Hasil uji menunjukkan keberadaan bakteri Coliform dan Escherichia coli yang mengindikasikan air tersebut tidak layak untuk dikonsumsi. Perlunya pengawasan berkelanjutan oleh Dinas Kesehatan Lhokseumawe melalui pemeriksaan berkala setiap enam bulan terhadap kualitas air minum isi ulang guna menjamin keselamatan konsumen.

Penelitian ini mengevaluasi kualitas mikrobiologis air minum isi ulang di kawasan Hagu Barat Laut dan menemukan bahwa tiga dari lima depot memenuhi standar mikrobiologi, sementara dua depot tidak memenuhi standar dan mengandung bakteri coliform serta Escherichia coli yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan seperti diare.Temuan tersebut menunjukkan adanya risiko kontaminasi mikrobiologis pada air minum isi ulang dan menekankan pentingnya pemantauan serta penegakan standar kesehatan air secara berkelanjutan.Oleh karena itu, masih terdapat tantangan dalam menjaga konsistensi kualitas air minum isi ulang di wilayah tersebut.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas berbagai protokol desinfeksi (misalnya penggunaan klorin, UV, atau sistem filtrasi) pada depot air minum isi ulang untuk menurunkan tingkat bakteri coliform dan Escherichia coli. Selanjutnya, diperlukan studi yang mengeksplorasi perilaku konsumen serta persepsi risiko terkait keamanan air minum isi ulang, dengan menelaah faktor sosial‑ekonomi yang memengaruhi pilihan penggunaan depot versus air kemasan. Terakhir, dapat dikembangkan sistem pemantauan kualitas air secara real‑time menggunakan metode deteksi cepat (misalnya PCR portabel atau biosensor) yang dapat diterapkan pada depot untuk mengidentifikasi kontaminasi mikrobiologis secara dini dan mendukung tindakan korektif cepat.

Read online
File size159.06 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test