STITMAKRIFATULILMISTITMAKRIFATULILMI

Jurnal Ilmiah El Makrifah PGMIJurnal Ilmiah El Makrifah PGMI

Penelitian ini bertujuan untuk meng sebagai instrumen pemetaan awal dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya asesmen diagnostik dalam mendukung pembelajaran berdiferensiasi yang berpihak pada kebutuhan siswa, khususnya dalam konteks Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen asesmen. Subjek penelitian terdiri dari guru kelas IV dan siswa di salah satu sekolah dasar negeri di Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen diagnostik mampu memberikan gambaran awal tentang kompetensi numerasi siswa, termasuk penguasaan operasi hitung, logika matematika, dan kemampuan pemecahan masalah. Berdasarkan hasil asesmen, guru mampu menyusun strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok siswa. Kemampuan numerasi siswa menunjukkan peningkatan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Selain itu, asesmen diagnostik juga meningkatkan kemampuan reflektif guru dalam merancang dan mengevaluasi pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa asesmen diagnostik merupakan komponen penting dalam mendukung pembelajaran numerasi yang adaptif, efektif, dan transformatif. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru dalam merancang dan memanfaatkan asesmen diagnostik sebagai bagian dari pembelajaran yang holistik dan berpihak pada murid.

Implementasi asesmen diagnostik memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan numerasi siswa kelas IV SD, berfungsi sebagai alat pemetaan awal yang memungkinkan guru memahami kondisi aktual peserta didik sebelum pembelajaran.Pemanfaatan hasil asesmen tersebut membantu guru merancang pembelajaran yang terarah, berdiferensiasi, dan responsif, sehingga tercipta proses belajar yang inklusif, adaptif, serta meningkatkan refleksi dan perencanaan guru.Oleh karena itu, asesmen diagnostik harus diintegrasikan secara sistematis dalam praktik pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran numerasi secara luas.

Penelitian lanjutan dapat meneliti bagaimana efektivitas asesmen diagnostik pada skala yang lebih luas, misalnya dengan membandingkan beberapa sekolah dasar di wilayah berbeda untuk mengetahui variasi dampaknya terhadap kemampuan numerasi siswa. Selanjutnya, studi dapat mengeksplorasi peran pelatihan profesional bagi guru dalam penggunaan asesmen diagnostik, khususnya mengidentifikasi strategi pelatihan yang paling meningkatkan kompetensi reflektif dan kemampuan merancang pembelajaran berdiferensiasi. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki pemanfaatan teknologi digital dalam asesmen diagnostik, misalnya dengan menguji platform aplikasi berbasis komputer untuk mengumpulkan dan menganalisis data kemampuan numerasi secara real‑time, serta dampaknya terhadap kecepatan intervensi pembelajaran. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif bagi kebijakan pendidikan dan praktik guru di tingkat sekolah dasar.

Read online
File size274.3 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test