POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG

Midwifery and Nursing ResearchMidwifery and Nursing Research

Background: Imunisasi dasar wajib diberikan sejak lahir untuk melindungi bayi dari penyakit berbahaya, sehingga pencapaian cakupan lengkap menjadi tujuan penting kesehatan masyarakat. Meskipun pelaksanaannya di Indonesia diatur secara ketat (Undang-Undang No. 17/2023 dan Peraturan Menteri Kesehatan No. 36/2017), tantangan dalam mencapai cakupan penuh masih tetap ada. Oleh karena itu, penelitian ini diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kelengkapan imunisasi dasar pada bayi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi. Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain cross‑sectional. Populasi penelitian meliputi ibu dengan bayi berusia 0–12 bulan di Desa Wotgalih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Teknik pengambilan sampel menggunakan saturasi, sehingga semua responden mengisi kuesioner untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kelengkapan imunisasi dasar. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu, kepercayaan, dan dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi. Nilai p‑value untuk hubungan tersebut masing‑masing sebesar 0,0004 (pengetahuan), 0,011 (kepercayaan), dan 0,003 (dukungan keluarga). Kesimpulan: Pengetahuan ibu, kepercayaan, dan dukungan keluarga berperan penting dalam memastikan kelengkapan imunisasi dasar. Upaya peningkatan ketiga faktor tersebut diharapkan dapat secara efektif meningkatkan cakupan imunisasi dasar di masyarakat.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu, kepercayaan terhadap imunisasi, dan dukungan keluarga secara signifikan berkontribusi pada kelengkapan imunisasi dasar pada bayi.Untuk mempertahankan dan meningkatkan cakupan imunisasi yang tinggi, diperlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan edukasi kesehatan, pembangunan kepercayaan, serta intervensi berbasis keluarga.Penelitian lanjutan sebaiknya mengeksplorasi strategi komunikasi yang melibatkan anggota keluarga lain dan menilai efektivitas program dukungan sosial dalam konteks wilayah dengan cakupan imunisasi rendah.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas program edukasi kesehatan berbasis digital yang melibatkan ayah serta anggota keluarga lain, untuk meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan ibu terhadap imunisasi dasar di wilayah dengan cakupan imunisasi rendah. Selanjutnya, diperlukan kajian mengenai intervensi dukungan sosial berupa kelompok ibu‑ibu di posyandu, dan membandingkan tingkat kelengkapan imunisasi dasar yang dicapai dengan pendekatan kelompok versus pendekatan konseling individu. Selain itu, penelitian dapat mengevaluasi pengaruh faktor geografis, khususnya jarak rumah tangga ke fasilitas layanan kesehatan, terhadap hubungan antara dukungan keluarga dan kelengkapan imunisasi, serta mengidentifikasi strategi mitigasi yang efektif, seperti penyediaan layanan imunisasi keliling. Kajian juga dapat meneliti peran media sosial lokal dalam membentuk persepsi kepercayaan terhadap vaksin, dengan fokus pada identifikasi pesan yang paling berpengaruh. Lebih lanjut, penting untuk menilai dampak program pelatihan motivasi bagi suami dalam mendukung kegiatan imunisasi, serta mengukur perubahan perilaku keluarga secara longitudinal. Akhirnya, studi komparatif antara daerah urban dan rural mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kelengkapan imunisasi dapat memberikan wawasan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Read online
File size232.59 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test