UNIKOMUNIKOM

International Journal of Informatics, Information System and Computer Engineering (INJIISCOM)International Journal of Informatics, Information System and Computer Engineering (INJIISCOM)

Penelitian ini mengkaji strategi farmakovigilans untuk pengelolaan dan pemanfaatan informasi vaksin COVID-19 oleh manajer informasi kesehatan di Negara Bagian Kwara, Nigeria. Desain penelitian naratif dengan wawancara terstruktur diterapkan untuk mengumpulkan data dari delapan manajer informasi kesehatan yang dipilih secara purposif, dan analisis data kualitatif dilakukan. Hasil menunjukkan mayoritas responden sadar akan farmakovigilans dan bahwa informasi vaksin COVID-19 dikelola melalui kesiapsiagaan darurat WHO, sementara hambatan meliputi keraguan terhadap vaksin, ketidakpatuhan terhadap regulasi penggunaan, disinformasi, dan fasilitas yang kewalahan; rekomendasi meliputi penggunaan teknologi manajemen informasi lanjutan serta pertemuan virtual untuk meningkatkan strategi farmakovigilans.

Penelitian ini menunjukkan bahwa manajer informasi kesehatan di Kwara State menyadari pentingnya farmakovigilans namun masih dipengaruhi oleh rumor, ketakutan efek samping, dan kesalahpahaman publik mengenai manfaat vaksin.Strategi pengelolaan informasi yang beragam dan terkadang menyesatkan memperburuk tantangan dalam penyebaran informasi vaksin yang akurat.Oleh karena itu, diperlukan intervensi sensitisasi yang lebih intensif serta pengembangan sistem surveilans dan manajemen informasi yang terintegrasi untuk meningkatkan kepatuhan dan kepercayaan masyarakat terhadap vaksin COVID-19.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas platform digital berbasis surveilans farmakovigilans yang diimplementasikan secara nasional untuk mempercepat pelaporan efek samping vaksin COVID-19 dan membandingkannya dengan metode manual yang saat ini digunakan; penelitian ini dapat menjawab pertanyaan bagaimana peningkatan teknologi informasi mempengaruhi kecepatan dan akurasi data farmakovigilans di berbagai wilayah Nigeria. Selanjutnya, studi eksperimental yang melibatkan program edukasi berbasis komunitas dapat diadakan untuk menilai dampak intervensi penyuluhan terhadap tingkat keraguan vaksin dan persepsi risiko di antara penduduk umum, khususnya di daerah dengan tingkat literasi kesehatan rendah; pertanyaan penelitian yang relevan adalah apakah pendekatan edukatif yang melibatkan tokoh lokal dapat mengurangi misinformasi dan meningkatkan penerimaan vaksin. Akhirnya, perbandingan antara sistem manajemen informasi terpusat dan terdesentralisasi dalam konteks pelaporan vaksin dapat diteliti untuk menentukan mana yang lebih efisien dalam memastikan transparansi dan responsivitas; fokusnya adalah pada analisis biaya, keandalan data, serta kepuasan pengguna di kalangan manajer informasi kesehatan.

  1. Pharmacovigilance Strategy for COVID-19 Vaccine Information Management and Utilization among Health Information... doi.org/10.34010/injiiscom.v4i1.9572Pharmacovigilance Strategy for COVID 19 Vaccine Information Management and Utilization among Health Information doi 10 34010 injiiscom v4i1 9572
Read online
File size303.2 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test