LLDIKTI13LLDIKTI13

Aceh Journal of Health InnovationAceh Journal of Health Innovation

Kecanduan game online adalah keadaan ketergantungan seseorang terhadap teknologi berupa game online yang dapat menyebabkan banyak konsekuensi dari individu yang bersangkutan, termasuk siswa yang tergolong retardasi mental ringan. Siswa yang tergolong raterdasi mental ringan diperkirakan dapat memiliki keterampilan akademisi kelas 6 SD pada akhir masa remajanya dan dapat hidup dengan sukses di masyarakat baik secara mandiri maupun yang diawasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif studi kasus pada anak yang sudah digolongkan retardasi mental ringan. Penelitian ini menggunakan modifikasi perilaku self management untuk dapat mengontrol kegiatan siswa dalam aktivitas sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil intervensi perilaku siswa bermain game di handphone-nya mengalami penurunan. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa intervensi dengan manajemen diri secara efektif dapat mengubah perilaku siswa untuk mengurangi perilaku bermain game.

Berdasarkan hasil menunjukkan bahwa intervensi dengan manajemen diri (pengendalian diri) secara efektif dapat mengubah perilaku siswa untuk mengurangi perilaku bermain game.

Penelitian lanjutan dapat menguji efektivitas intervensi self‑management yang sama pada kelompok siswa dengan retardasi mental ringan yang lebih besar, sehingga dapat menilai konsistensi hasil pada sampel yang representatif. Selanjutnya, perlu dilakukan perbandingan antara pendekatan self‑management dengan metode intervensi lain, seperti terapi kognitif‑behavioural atau program edukasi orang tua, untuk menentukan strategi paling optimal dalam mengurangi kecanduan game online. Selain itu, penelitian dapat meneliti pengaruh dukungan keluarga dan lingkungan sekolah terhadap keberlanjutan perubahan perilaku, dengan merancang studi longitudinal selama enam bulan hingga satu tahun untuk mengevaluasi dampak jangka panjang. Pertanyaan penelitian yang dapat diajukan antara lain: (1) Bagaimana perbedaan tingkat penurunan perilaku bermain game antara siswa yang menerima intervensi self‑management versus intervensi tradisional? (2) Sejauh mana peran orang tua dalam memperkuat hasil intervensi tersebut? (3) Apakah efek intervensi tetap terjaga setelah penghentian program selama periode follow‑up? Dengan menjawab pertanyaan‑pertanyaan tersebut, diharapkan dapat diperoleh panduan praktis yang lebih robust untuk penanganan kecanduan game pada anak dengan kebutuhan khusus.

Read online
File size184.82 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test