AMIKVETERANAMIKVETERAN

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan BudayaJurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya

Penelitian ini berjudul Peran Guru Dalam Menanggulangi Kesulitan Belajar Siswa Kelas V Di SD Negeri 10 Langkai. Pertanyaan-pertanyaan yang ingin dijawab dalam studi ini meliputi identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kesulitan belajar siswa, bagaimana guru berperan dalam mengidentifikasi kesulitan tersebut, dan strategi yang diterapkan guru untuk mengatasi kendala belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kesulitan belajar siswa serta peran dan strategi guru dalam mengenali dan mengatasi masalah belajar siswa kelas V di SD Negeri 10 Langkai. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 16 siswa kelas V dan satu guru wali kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Data dianalisis dengan metode reduksi data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil observasi di kelas V SD Negeri 10 Langkai, ditemukan beberapa indikasi yang jelas terkait dengan rendahnya pemahaman siswa dalam materi matematika. Pertama, adanya disorientasi kognitif yang ditandai dengan ekspresi wajah bingung serta ketidakmampuan untuk memberikan respons verbal yang tepat ketika guru memberikan pertanyaan. Kedua, adanya pertanyaan yang diulang-ulang dari siswa. Ketiga, kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal yang diberikan. Dalam menghadapi masalah ini, guru berfokus pada siswa yang mengalami kesulitan belajar dengan memberikan soal dan mengulang penjelasan materi hingga siswa dapat memahami apa yang diajarkan, serta memanfaatkan media pembelajaran interaktif seperti Canva dan Wayground. Selama proses pembelajaran, guru menerapkan metode Problem Based Learning (PBL).

Siswa kelas V mengalami kesulitan belajar matematika yang dipengaruhi oleh faktor internal seperti kemampuan kognitif lambat, rendahnya minat dan motivasi, serta faktor eksternal seperti kurangnya dukungan orang tua.Indikasi kesulitan tersebut berupa disorientasi kognitif, pertanyaan berulang, dan hambatan dalam menyelesaikan soal evaluasi.Guru mengatasi masalah dengan berperan sebagai fasilitator melalui model Problem‑Based Learning dan Game‑Based Learning, serta penggunaan media interaktif (Canva, Wayground) dan pendampingan intensif sampai siswa mencapai pemahaman komprehensif.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas pembelajaran berbasis game dibandingkan dengan pembelajaran berbasis masalah (Problem‑Based Learning) dalam meningkatkan prestasi matematika siswa kelas V yang memiliki profil faktor internal beragam, dengan menggunakan desain eksperimen terkontrol. Selain itu, perlu dilakukan studi campuran (mixed‑methods) untuk mengeksplorasi peran keterlibatan orang tua dan lingkungan rumah dalam mengurangi kesulitan belajar, sehingga dapat diidentifikasi faktor-faktor dukungan yang paling berpengaruh. Selanjutnya, pengembangan media interaktif adaptif yang memberikan umpan balik secara real‑time berdasarkan respons siswa dapat diuji secara lapangan untuk menilai dampaknya terhadap orientasi kognitif, motivasi belajar, dan pemahaman konseptual siswa. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi guru dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih responsif dan inklusif.

  1. Peran Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Matematika Kelas V di... journal.amikveteran.ac.id/index.php/jpbb/article/view/6207Peran Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Matematika Kelas V di journal amikveteran ac index php jpbb article view 6207
Read online
File size440.29 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test