PELNIPELNI
Jurnal Keperawatan Degeneratif PelniJurnal Keperawatan Degeneratif PelniHipertensi merupakan salah satu penyakit dimana tekanan darah sistolik melebihi angka 140 mmHg dan diastolik 90 mmHg. Terapi non-farmakologi menggunakan bahan yang alami seperti mentimun dan mulai banyak dikaji sebagai alternatif untuk membantu menurunkan tekanan darah. Dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus mentimun (cucumis sativus) terhadap penurunan tekanan darah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan melibatkan tiga responden penderita hipertensi di RW 06 Joglo 2 Jakarta Barat. Intervensi berupa pemberian jus mentimun (cucumis sativus) sebanyak 200 ml, 2×/hari selama 7 hari. Data tekanan darah (TD) diukur menggunakan tensimeter manual sebelum, dan sesudah intervensi. Hasil: Responden I menunjukkan penurunan tekanan darah di hari pertama pagi sebelum 155/90 mmHg menjadi hari ketujuh sore sesudah 120/70 mmHg setelah 7 hari intervensi. Responden II mengalami penurunan dari hari pertama sebelum 144/95 mmHg menjadi hari ketujuh sore sesudah 121/70 mmHg. Responden III mengalami penurunan dari hari pertama pagi sebelum 150/90 mmHg menjadi hari ketujuh sore sesudah 128/80 mmHg. Ketiga responden melaporkan gejala subjektif, seperti berkurangnya kesulitan tidur, kaki yang berkunang‑kunang. Kesimpulan: Pemberian jus mentimun efektif sebagai metode non‑farmakologis untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dan dapat dijadikan strategi pendukung yang mudah untuk diaplikasikan di masyarakat.
Pemberian jus mentimun (cucumis sativus) selama 7 hari berakibat penurunan tekanan darah pada ketiga responden lansia hipertensi.nilai sistolik berkurang rata‑rata 30–35 mmHg dan diastolik 10–15 mmHg.Hasil tersebut menunjukkan potensi jus mentimun sebagai terapi komplementer non‑farmakologi yang aman, mudah diakses, dan mudah diaplikasikan di masyarakat.Penelitian ini mendukung penggunaan jus mentimun sebagai strategi pendukung dalam manajemen hipertensi pada lansia.
Penelitian lanjutan dapat memetakan hubungan dosis‑respon jus mentimun dengan menambah variasi volume (200, 400, 600 ml) dan frekuensi pemberian (2×/hari, 3×/hari) untuk menentukan regim optimal penurunan tekanan darah. Penelitian sekuensial dapat dilakukan selama 3–6 bulan untuk menilai efek jangka panjang dan kestabilan tekanan darah setelah intervensi berhenti, sehingga dapat memverifikasi keberlanjutan manfaat. Penelitian tambahan juga sebaiknya melibatkan kelompok kontrol dengan terapi non‑mandiri, misalnya diet rendah garam atau olahraga ringan, untuk membandingkan efektivitas jus mentimun terhadap intervensi standar, sehingga dapat mengidentifikasi mekanisme spesifik dan potensi sinergi terapi.
- JAB - Jurnal Akademik STIK Bina Husada. jab jurnal akademik stik bina husada stikba wadah publikasi berkomitmen... doi.org/10.36565/jab.v7i2.78JAB Jurnal Akademik STIK Bina Husada jab jurnal akademik stik bina husada stikba wadah publikasi berkomitmen doi 10 36565 jab v7i2 78
- HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK PADA LANJUT USIA DENGAN TINGKAT KESEIMBANGAN | Ivanali | Fisioterapi... ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Fisio/article/view/4180HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK PADA LANJUT USIA DENGAN TINGKAT KESEIMBANGAN Ivanali Fisioterapi ejurnal esaunggul ac index php Fisio article view 4180
- "Hubungan Obesitas dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Posyandu L" by Hazella Rissa Valda... doi.org/10.7454/epidkes.v5i1.4043Hubungan Obesitas dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Posyandu L by Hazella Rissa Valda doi 10 7454 epidkes v5i1 4043
| File size | 540.21 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
PELNIPELNI Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas intervensi terapi relaksasi napas dalam (RNI) dan genggam jari (GJ) terhadap penurunan tekanan darahPenelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas intervensi terapi relaksasi napas dalam (RNI) dan genggam jari (GJ) terhadap penurunan tekanan darah
PELNIPELNI Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan Skala Braden. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan skor Braden pada kedua responden,Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan Skala Braden. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan skor Braden pada kedua responden,
PELNIPELNI Hambatan dalam perkembangan motorik halus dapat membatasi aktivitas anak di sekolah dan berpengaruh pada aspek akademik maupun sosialnya. Penelitian iniHambatan dalam perkembangan motorik halus dapat membatasi aktivitas anak di sekolah dan berpengaruh pada aspek akademik maupun sosialnya. Penelitian ini
PELNIPELNI Latar Belakang: Halusinasi merupakan gangguan persepsi ketika individu merasakan sesuatu yang tidak nyata, salah satunya halusinasi pendengaran sebagaiLatar Belakang: Halusinasi merupakan gangguan persepsi ketika individu merasakan sesuatu yang tidak nyata, salah satunya halusinasi pendengaran sebagai
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Peningkatan signifikan ini menunjukkan efektivitas pendekatan edukatif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ASI eksklusif di kalangan komunitasPeningkatan signifikan ini menunjukkan efektivitas pendekatan edukatif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ASI eksklusif di kalangan komunitas
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Pondok Pesantren Ar-Raudah Sumenep pada Bulan Desember 2023. Materi disampaikan menggunakan metode ceramah,Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Pondok Pesantren Ar-Raudah Sumenep pada Bulan Desember 2023. Materi disampaikan menggunakan metode ceramah,
SIDUCATSIDUCAT Abstrak membahas realitas kehidupan sosial yang mendorong masyarakat menjadi lebih rentan terhadap praktik prostitusi, serta pentingnya komunikasi dakwahAbstrak membahas realitas kehidupan sosial yang mendorong masyarakat menjadi lebih rentan terhadap praktik prostitusi, serta pentingnya komunikasi dakwah
MARANATHAMARANATHA Namun, masih terdapat perbedaan hasil antara pengukuran yang dilakukan pada responden lansia dengan kategori umur lainnya. Penelitian ini dilakukan untukNamun, masih terdapat perbedaan hasil antara pengukuran yang dilakukan pada responden lansia dengan kategori umur lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk
Useful /
6262 Persepsi risiko tidak menghambat adopsi karena tingkat kepercayaan tinggi terhadap regulasi dan keamanan fintech. Manfaat promosi juga tidak menjadi faktorPersepsi risiko tidak menghambat adopsi karena tingkat kepercayaan tinggi terhadap regulasi dan keamanan fintech. Manfaat promosi juga tidak menjadi faktor
PELNIPELNI Hasil ini menunjukkan bahwa terapi afirmasi positif merupakan strategi keperawatan yang efektif dan dapat direkomendasikan untuk meningkatkan kualitasHasil ini menunjukkan bahwa terapi afirmasi positif merupakan strategi keperawatan yang efektif dan dapat direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas
MARANATHAMARANATHA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku orang tua terhadap pola pengasuhan anak yang mengalami Down syndromePenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku orang tua terhadap pola pengasuhan anak yang mengalami Down syndrome
MARANATHAMARANATHA Karsinoma laring adalah keganasan yang berasal dari jaringan sel epitel skuamosa laring. Faktor risiko karsinoma laring antara lain adalah, umur, jenisKarsinoma laring adalah keganasan yang berasal dari jaringan sel epitel skuamosa laring. Faktor risiko karsinoma laring antara lain adalah, umur, jenis