PELNIPELNI
Jurnal Keperawatan Degeneratif PelniJurnal Keperawatan Degeneratif PelniPenelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas intervensi terapi relaksasi napas dalam (RNI) dan genggam jari (GJ) terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada dua responden pasien hipertensi di Rumah Sakit Umum Pekerja Cilincing, Jakarta Utara. Intervensi dilakukan selama 4 hari, dua kali pertemuan harian, dengan durasi 30 menit setiap sesi. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer digital. Hasil menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kedua responden, dengan nilai akhir 125/68 mmHg dan 129/70 mmHg. Penurunan ini dihipotesiskan disebabkan oleh pelepasan hormon adrenalin dan nonadrenalin yang menurunkan aktivitas sistem saraf simpatik serta denyut jantung. Kesimpulan awal menyatakan bahwa kombinasi RNI dan GJ efektif menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi, namun perlu penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan kontrol random untuk menegaskan temuan ini.
Relaksasi napas dalam dengan genggam jari dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.Penurunan tekanan darah disebabkan oleh pelepasan hormon adrenalin dan nonadrenalin yang menurunkan denyut jantung dan output jantung.Temuan ini menunjukkan efek positif terapi nonfarmakologis pada regulasi tekanan darah.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi kombinasi terapi relaksasi napas dan genggam jari dengan intervensi lain seperti meditasi atau latihan pernapasan terkontrol untuk mengetahui apakah sinergi tersebut dapat memberikan penurunan tekanan darah yang lebih signifikan. Selain itu, studi longitudinal dengan kelompok kontrol random dapat memperkuat bukti epidemiologis mengenai efektivitas RNI dan GJ, serta mengidentifikasi faktor-faktor moderasi seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat stres. Penelitian juga dapat menilai dampak jangka panjang intervensi ini pada kualitas hidup pasien, termasuk perubahan pada nilai kualitas tidur, rasa cemas, dan kepatuhan terhadap pengobatan anti-hipertensi. Dengan pendekatan tersebut, kita dapat mengembangkan protokol intervensi terintegrasi yang praktis dan dapat diimplementasikan di berbagai setting perawatan kesehatan.
| File size | 858.97 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Hasil ini menegaskan bahwa intervensi non-farmakologis sederhana ini dapat mendukung penurunan derajat edema pada kaki. Analisis menunjukkan tidak adaHasil ini menegaskan bahwa intervensi non-farmakologis sederhana ini dapat mendukung penurunan derajat edema pada kaki. Analisis menunjukkan tidak ada
PELNIPELNI Keberhasilan intervensi dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, pekerjaan, pola makan dan pendidikan. Senam kaki merupakan cara non-farmakologisKeberhasilan intervensi dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, pekerjaan, pola makan dan pendidikan. Senam kaki merupakan cara non-farmakologis
PELNIPELNI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi intervensi mobilisasi dan pijat effleurage dengan VCO terhadap pencegahan dekubitus padaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi intervensi mobilisasi dan pijat effleurage dengan VCO terhadap pencegahan dekubitus pada
PELNIPELNI Terapi afirmasi positif dapat secara signifikan meningkatkan harga diri pasien dengan harga diri rendah. Intervensi selama lima hari berulang dapat menurunkanTerapi afirmasi positif dapat secara signifikan meningkatkan harga diri pasien dengan harga diri rendah. Intervensi selama lima hari berulang dapat menurunkan
PELNIPELNI Kedua responden mengalami penurunan skala SPES dari kategori sedang menjadi ringan serta penurunan nyeri NRS dari skala sedang menjadi ringan setelah tigaKedua responden mengalami penurunan skala SPES dari kategori sedang menjadi ringan serta penurunan nyeri NRS dari skala sedang menjadi ringan setelah tiga
UNIPDUUNIPDU Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Wilcoxon sign rank. Berdasarkan statistik uji Wilcoxon, perbedaan antara pretest dan posttestUji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Wilcoxon sign rank. Berdasarkan statistik uji Wilcoxon, perbedaan antara pretest dan posttest
UNIPDUUNIPDU Ekstrak buah pare dapat memodulasi respons sitokin pada kultur sel trofoblas, meningkatkan kadar IL‑4 dan menurunkan IL‑6 di kondisi hiperglikemia.Ekstrak buah pare dapat memodulasi respons sitokin pada kultur sel trofoblas, meningkatkan kadar IL‑4 dan menurunkan IL‑6 di kondisi hiperglikemia.
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Setelah penyuluhan, semua peserta (100%) menunjukkan pengetahuan baik. Peningkatan tersebut menandakan keberhasilan metode ceramah, praktik, dan tanyaSetelah penyuluhan, semua peserta (100%) menunjukkan pengetahuan baik. Peningkatan tersebut menandakan keberhasilan metode ceramah, praktik, dan tanya
Useful /
PELNIPELNI Teridentifikasi karakteristik responden dan perbedaan tingkat halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran sebelum dan sesudah dilakukan intervensi terapiTeridentifikasi karakteristik responden dan perbedaan tingkat halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran sebelum dan sesudah dilakukan intervensi terapi
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Sebelum kegiatan berlangsung, sebagian besar peserta belum memahami fungsi ovitrap dan belum pernah menggunakannya secara mandiri di lingkungan rumah.Sebelum kegiatan berlangsung, sebagian besar peserta belum memahami fungsi ovitrap dan belum pernah menggunakannya secara mandiri di lingkungan rumah.
6262 Hasilnya menunjukkan bahwa pengetahuan dapat dipelajari dan diperoleh manusia dari berbagai sumber pengalaman, seperti pengalaman pribadi, pengalaman orangHasilnya menunjukkan bahwa pengetahuan dapat dipelajari dan diperoleh manusia dari berbagai sumber pengalaman, seperti pengalaman pribadi, pengalaman orang
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Selain itu, sebagian besar (82%) remaja putri juga menunjukkan ketidakpatuhan dalam mengonsumsi TTD sesuai anjuran. Namun, setelah pelaksanaan kegiatanSelain itu, sebagian besar (82%) remaja putri juga menunjukkan ketidakpatuhan dalam mengonsumsi TTD sesuai anjuran. Namun, setelah pelaksanaan kegiatan