UNWAHAUNWAHA

ISTISMARISTISMAR

Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) menimbulkan tantangan stabilitas pekerjaan, memicu kekhawatiran tentang penggantian pekerjaan di berbagai sektor. Artikel ini mengusulkan kerangka kerja manajemen strategis Syariah sebagai solusi adaptif untuk mengatasi ancaman ini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif studi literatur, dan analisis dengan konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengintegrasikan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam, kerangka ini memanfaatkan lima kekuatan utama: asas tauhid, orientasi duniawi-ukhrawi, motivasi mardhatillah, keyakinan ubudiyah, dan kesadaran ihsaniyah. Analisis menunjukkan bahwa pendekatan Syariah tidak hanya mempersiapkan organisasi dan individu menghadapi disrupsi AI secara ekonomi, tetapi juga secara spiritual dan sosial, memastikan keberlanjutan dan keadilan dalam transisi menuju era digital.

Manajemen Strategi Syariah mengintegrasikan nilai spiritual dan praktis dalam pengambilan keputusan menghadapi pergeseran pekerjaan akibat AI—berlandaskan asas tauhid, orientasi duniawi‑ukhrawi, motivasi mardhatillah, kesadaran ihsaniyah, dan keyakinan bahwa bekerja adalah ibadah.Prinsip-prinsip ini memastikan keputusan bisnis tetap adil, bermoral, dan Islami.Di berbagai industri, AI semakin banyak digunakan untuk mengoptimalkan kinerja, otomatisasi, dan menciptakan model bisnis baru.sektor kesehatan, keuangan, dan e‑commerce secara khusus mengalami transformasi signifikan.Dengan demikian, penerapan manajemen strategis syariah yang menyelaraskan nilai agama dan adaptasi teknologi menjadi pendekatan yang tepat untuk menjawab tantangan disrupsi AI secara berimbang, etis, dan transformatif.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan studi empiris yang mengeksplorasi implementasi praktis manajemen strategis syariah dalam organisasi di berbagai sektor. Penelitian ini dapat menilai efektivitas kerangka kerja tersebut dalam menghadapi disrupsi AI, serta mengukur dampak positif dan negatifnya terhadap stabilitas pekerjaan, produktivitas, dan kesejahteraan karyawan. Selain itu, penelitian dapat mengidentifikasi tantangan dan peluang unik yang dihadapi oleh organisasi dalam mengadopsi AI, serta strategi-strategi inovatif yang dapat diterapkan untuk memastikan transisi yang adil dan berkelanjutan. Akhirnya, penelitian dapat mengusulkan model pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia yang sesuai dengan nilai-nilai syariah, untuk membantu karyawan beradaptasi dengan perubahan teknologi dan tetap produktif dalam era digital.

  1. Implementasi Amaliyah Ubudiyah dalam Membentuk Karakter Religius di Madrasah Aliyah Swasta Pesantren... doi.org/10.62775/edukasia.v5i1.863Implementasi Amaliyah Ubudiyah dalam Membentuk Karakter Religius di Madrasah Aliyah Swasta Pesantren doi 10 62775 edukasia v5i1 863
Read online
File size351.36 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test