DAARULHUDADAARULHUDA

Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu SosialSocius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial

Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa pada sila pertama Pancasila menuntut penghormatan terhadap tokoh dan institusi keagamaan. Penelitian ini menganalisis pelanggaran nilai tersebut dalam kasus tayangan program Xpose Uncensored Trans7 pada 13 Oktober 2025 yang dianggap merendahkan Pondok Pesantren Lirboyo dan salah satu pengasuhnya, KH Anwar Manshur. Konten tersebut disertai narasi yang menyinggung soal pemberian amplop kepada kiai dan gaya hidup mewah. Penelitian kualitatif studi kasus ini menggunakan studi literatur dari dokumen resmi dan berita tepercaya. Hasil analisis menyimpulkan bahwa tayangan tersebut melanggar nilai Ketuhanan Yang Maha Esa karena merendahkan martabat tokoh dan institusi agama, serta tidak memenuhi prinsip Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) terkait sensitivitas keagamaan. Pelanggaran ini menimbulkan dampak signifikan berupa gejolak sosial dan potensi konflik, yang didukung oleh kecaman keras dari berbagai pihak seperti LBH Ansor, Himasal, PW GP Ansor Jatim, dan PBNU. Oleh karena itu, media didorong untuk meningkatkan pengawasan internal dan menjunjung etika penyiaran yang seimbang.

Berdasarkan analisis mendalam, tayangan Trans7 merupakan pelanggaran serius terhadap nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.Konten tersebut merendahkan tokoh dan institusi agama, melanggar P3SPS, dan memicu gejolak sosial.Media harus meneguhkan komitmen untuk menjunjung tinggi etika penyiaran, menghargai keragaman, dan menjaga stabilitas sosial.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, terdapat beberapa arah penelitian yang menjanjikan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai efektivitas berbagai model pengawasan internal di lembaga penyiaran dalam mencegah pelanggaran etika keagamaan. Kedua, penelitian kualitatif mendalam mengenai persepsi masyarakat, khususnya santri dan tokoh agama, terhadap representasi mereka di media massa dapat memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan sensitivitas media. Ketiga, penelitian tentang peran media sosial dalam membentuk opini publik terkait isu-isu keagamaan, serta dampaknya terhadap polarisasi sosial, menjadi krusial untuk mengembangkan strategi komunikasi yang efektif dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tantangan dan peluang dalam menjaga nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa di era digital, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kualitas penyiaran dan memperkuat harmoni sosial di Indonesia.

Read online
File size325 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test