POMPOM

Eruditio : Indonesia Journal of Food and Drug SafetyEruditio : Indonesia Journal of Food and Drug Safety

Madu merupakan produk kesehatan yang banyak dicari pada masa pandemi Covid-19. Hal ini menjadi salah satu faktor semakin banyak madu yang diproduksi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selama tahun 2019-2021 terjadi kenaikan jumlah permintaan pengujian contoh madu oleh pelaku usaha di laboratorium pengujian kimia pangan di Balai POM Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kualitas madu melalui pengujian aktivitas enzim diastase menggunakan alat Spektrofotometer UV-Vis. Penelitian ini merupakan untuk eksperimental memberikan gambaran hasil uji terkait kualitas madu dengan melakukan pengamatan terhadap aktivitas enzim diastase pada madu. Data hasil uji diolah menggunakan SPSS 16 untuk menentukan persentase contoh yang memenuhi syarat (MS) dan tidak memenuhi syarat (TMS) dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan perbandingan dengan histogram antara contoh madu yang MS dan TMS dalam periode tahun 2019-2021. Menurut Standar Nasional (SNI)-8664:2018, madu yang baik memiliki aktivitas enzim diastase minimal 3 Diastase Number (DN). Sebanyak 84 contoh yang diuji menunjukkan 78,6% memenuhi syarat dengan aktivitas enzim diastase antara 3 DN sampai 28 DN dan 21,4% tidak memenuhi syarat. Namun, berdasarkan data diketahui jumlah contoh TMS mengalami penurunan. Penguatan kerjasama antara Balai POM di Jambi dengan stakeholder penting dilakukan dalam rangka pendampingan kepada pelaku usaha madu lokal sehingga mampu meningkatkan kualitas produknya diantaranya pendampingan proses pemanenan madu serta cara mengontrol suhu dan pH lingkungan agar menjaga kandungan enzim, vitamin dan mineralnya sehingga dapat meningkatkan kualitas produk.

Penelitian menunjukkan masih terdapat madu yang tidak memenuhi standar SNI 8664.2018 berdasarkan aktivitas enzim diastase, meskipun madu lokal Jambi secara umum setara dengan produk nasional.Disarankan agar UMKM melakukan pengujian lengkap sesuai seluruh parameter SNI 8664.2018 untuk menjamin kualitas dan keamanan, serta memanfaatkan pendampingan Balai POM untuk memperoleh izin edar dan meningkatkan daya saing.Penguatan kerja sama antara Balai POM Jambi dan stakeholder terkait diperlukan untuk memperbaiki proses panen, kontrol suhu dan pH, serta membuka peluang ekspor melalui registrasi yang tepat.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh variasi kondisi penyimpanan, seperti suhu dan kelembaban, terhadap aktivitas enzim diastase pada madu UMKM selama periode penyimpanan yang panjang, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi praktis untuk mempertahankan kualitas produk. Selain itu, studi komparatif yang melibatkan seluruh parameter kualitas madu yang tercantum dalam SNI 8664:2018—misalnya kadar HMF, kadar air, gula pereduksi, dan kandungan abu—dapat memberikan gambaran holistik tentang mutu madu lokal dan mengidentifikasi faktor-faktor kritis yang mempengaruhi keabsahan serta nilai nutrisi. Selanjutnya, pengembangan metode deteksi cepat berbasis spektroskopi near‑infrared (NIR) atau sensor portable dapat diujicobakan untuk mengidentifikasi secara real‑time keaslian dan kualitas madu, yang akan meningkatkan efisiensi pengujian dan mendukung regulasi serta pemasaran produk madu UMKM secara lebih luas.

  1. SANITAS: Jurnal Teknologi dan Seni Kesehatan. hydrokuinon analytic night cream beauty clinic jl margonda... doi.org/10.36525/sanitas.2017.12SANITAS Jurnal Teknologi dan Seni Kesehatan hydrokuinon analytic night cream beauty clinic jl margonda doi 10 36525 sanitas 2017 12
  2. ANALISIS KANDUNGAN ENZIM DIASTASE PADA MADU SINGKONG HASIL PROSES VACUUM EVAPORATION DAN VACUUM COOLING... doi.org/10.23969/pftj.v8i2.3917ANALISIS KANDUNGAN ENZIM DIASTASE PADA MADU SINGKONG HASIL PROSES VACUUM EVAPORATION DAN VACUUM COOLING doi 10 23969 pftj v8i2 3917
Read online
File size506.1 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test