POMPOM

Eruditio : Indonesia Journal of Food and Drug SafetyEruditio : Indonesia Journal of Food and Drug Safety

Pandemi COVID-19 menjadi permasalahan kompleks yang dihadapi oleh dunia. Ketiadaan antivirus spesifik atau vaksin pada periode awal wabah menyebabkan pendekatan kesehatan masyarakat menjadi strategi utama untuk mencegah penyebaran COVID-19. Minimnya transparansi pada awal wabah COVID-19 juga menyebabkan misinformasi di masyarakat. WHO menyebutnya sebagai infodemi, suatu kelimpahan informasi, baik benar maupun tidak, yang menyebabkan publik sulit menentukan referensi sebenarnya. Di Indonesia, misinformasi dalam bidang kesehatan bukan merupakan permasalahan baru dan berada di peringkat teratas bersama dengan sosial politik. Pemerintah menggunakan media sosial untuk menyediakan informasi kepada masyarakat. Media sosial itu sendiri juga memegang peranan penting dalam infodemi sebagai medium penyebaran informasi, baik benar maupun tidak. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memainkan peran penting dalam hal edukasi melalui media sosial. Studi ini bertujuan untuk memetakan elemen yang membentuk keterlibatan masyarakat pada penggunaan media sosial BPOM, khususnya dalam penyebaran informasi mengenai pengembangan vaksin COVID-19.

Hasil analisis menunjukkan bahwa kekayaan media dan produksi konten secara signifikan mempengaruhi keterlibatan masyarakat.Konten asli dan konten informasi mendorong masyarakat memberikan keterlibatan yang lebih.Secara umum, sentiment publik pada konten BPOM baik pusat maupun daerah cenderung positif.Studi ini juga menemukan bahwa konten jenis informasi lebih efektif dalam mendorong keterlibatan masyarakat dibandingkan konten berita.Sentimen analisis komentar yang ditujukan kepada akun @bpom_ri dan 73 akun kantor regional menunjukkan nada yang didominasi positif.Sentimen positif ini merupakan aset berharga yang dapat dimanfaatkan BPOM untuk upaya komunikasi, penyebaran informasi, dan edukasi terkait vaksin COVID-19 di masa mendatang.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar BPOM mengembangkan kebijakan penggunaan media sosial yang komprehensif, terutama untuk akun kantor regional, dengan fokus pada strategi meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam topik vaksin COVID-19 dan inisiatif BPOM lainnya. Kebijakan ini juga harus mendorong minimisasi reposting dan prioritas pembuatan konten asli. Selain itu, perlu dilakukan klasifikasi kekayaan media yang lebih optimal dan statistik yang kuat untuk menangkap variasi kekayaan di berbagai format media. Studi ini juga menunjukkan bahwa konten asli lebih efektif dalam mendorong keterlibatan masyarakat dibandingkan konten yang direpost. Sentimen positif yang didominasi dalam komentar masyarakat dapat dimanfaatkan sebagai aset untuk mengoptimalkan komunikasi, penyebaran informasi, dan edukasi melalui media sosial, khususnya Instagram.

  1. The causes and consequences of COVID-19 misperceptions: Understanding the role of news and social media... doi.org/10.37016/mr-2020-028The causes and consequences of COVID 19 misperceptions Understanding the role of news and social media doi 10 37016 mr 2020 028
Read online
File size4.1 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test