POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG

Midwifery and Nursing ResearchMidwifery and Nursing Research

Latar Belakang: Tingkat pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih rendah karena berbagai faktor, salah satunya kurangnya produksi ASI. Data tahun 2020 menunjukkan target capaian 69%, namun di Aceh Besar hanya 47% pada 2019 dan menurun menjadi 49% pada 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat Oketani dan pijat akupresur terhadap keberhasilan menyusui. Metode: Penelitian quasi‑experimental dengan desain pre‑test dan post‑test dua kelompok. Sampel terdiri dari 34 ibu nifas hari pertama hingga ketiga, 17 ibu menerima intervensi pijat Oketani dan 17 ibu menerima pijat akupresur. Analisis menggunakan uji Mann‑Whitney untuk membandingkan skor LATCH sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan pada skor LATCH sebelum dan sesudah pijat Oketani (P < 0,05) serta sebelum dan sesudah pijat akupresur (P < 0,05). Selain itu, perbedaan signifikan juga ditemukan antara kelompok Oketani dan akupresur baik sebelum maupun sesudah perlakuan (P < 0,05), dengan pijat Oketani lebih efektif dalam meningkatkan keberhasilan laktasi dibandingkan pijat akupresur (P < 0,05). Kesimpulan: Pijat Oketani memiliki pengaruh lebih besar terhadap keberhasilan laktasi, menghasilkan peningkatan produksi ASI dibandingkan pijat akupresur.

Pijat Oketani terbukti lebih efektif meningkatkan skor LATCH dibandingkan pijat akupresur, menunjukkan peningkatan signifikan dalam keberhasilan laktasi pada ibu nifas.Kedua jenis pijat sama-sama meningkatkan skor LATCH secara signifikan, namun perbedaan antar kelompok tetap signifikan baik sebelum maupun sesudah intervensi.Oleh karena itu, pijat Oketani dapat dijadikan pilihan utama untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu pasca persalinan.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti efek kombinasi protokol pijat Oketani dan akupresur pada ibu nifas yang bekerja, dengan membandingkannya terhadap masing‑masing pijat secara terpisah untuk menilai peningkatan keberhasilan laktasi dan kepatuhan menyusui. Selanjutnya, dampak jangka panjang pijat Oketani terhadap pertumbuhan bayi dan tingkat stres ibu dapat dievaluasi selama enam minggu pasca persalinan untuk memahami manfaat tambahan selain peningkatan produksi ASI. Terakhir, studi kelayakan pelatihan petugas kesehatan masyarakat dalam memberikan pijat Oketani di posyandu pedesaan dapat dilakukan untuk mengukur pengaruhnya terhadap peningkatan angka ASI eksklusif di wilayah dengan cakupan laktasi rendah.

  1. Pijat Oketani dan Tekanan di Titik Akupresur GB-21 terhadap Produksi ASI pada Ibu Post Sectio Caesarea... journal.ipm2kpe.or.id/index.php/JKS/article/view/1626Pijat Oketani dan Tekanan di Titik Akupresur GB 21 terhadap Produksi ASI pada Ibu Post Sectio Caesarea journal ipm2kpe index php JKS article view 1626
  2. Pijat Oketani Mempengaruhi Produksi ASI pada Ibu Postpartum | SIMFISIS: Jurnal Kebidanan Indonesia. pijat... journals.mpi.co.id/index.php/SJKI/article/view/16Pijat Oketani Mempengaruhi Produksi ASI pada Ibu Postpartum SIMFISIS Jurnal Kebidanan Indonesia pijat journals mpi index php SJKI article view 16
  3. AKUPRESUR TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM | Photon: Jurnal Sain dan Kesehatan. akupresur produksi... doi.org/10.37859/jp.v8i01.533AKUPRESUR TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM Photon Jurnal Sain dan Kesehatan akupresur produksi doi 10 37859 jp v8i01 533
Read online
File size275.36 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test