POMPOM

Eruditio : Indonesia Journal of Food and Drug SafetyEruditio : Indonesia Journal of Food and Drug Safety

Stunting menjadi masalah pembangunan nasional karena stunting berdampak kepada penurunan kualitas manusia Indonesia. Upaya percepatan penurunan angka stunting mencakup intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif. Konsumsi pangan fortifikasi adalah bagian dari intervensi gizi sensitif. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk melihat efektifitas pengawasan pangan fortifikasi yang dilakukan Badan POM di Provinsi Lampung. Metodologi yang digunakan adalah menganalisa data yang diperoleh dari hasil pengawasan Balai Besar POM di Bandar Lampung tahun 2018-2021 dengan tahapan mengumpulkan data pengujian sampel produk pangan fortifikasi tahun 2018-2021 untuk garam konsumsi yodium, tepung terigu serta minyak goreng sawit; menghitung persentase perbandingan hasil pengujian sampel produk pangan fortifikasi yang memenuhi syarat (MS) dengan yang tidak memenuhi syarat (TMS); menganalisis data yang diperoleh dengan melihat peningkatan atau penurunan hasil pengujian yang memenuhi syarat (MS) dengan yang tidak memenuhi syarat (TMS). Hasil pengujian produk pangan fortifikasi seperti garam beryodium, tepung terigu dan minyak goreng mengalami peningkatan terhadap produk yang MS setiap tahunnya. Produk dikatakan memenuhi syarat apabila memenuhi standar dan persyaratan keamanan, khasiat/ manfaat, dan mutu produk yang ditetapkan. Hal tersebut menunjukkan indikasi positif terhadap keberhasilan pengawasan yang dilakukan oleh Balai Besar POM di Bandar Lampung. Pengawasan pangan fortifikasi Badan POM sebagai intervensi stunting yang dilakukan di Provinsi Lampung adalah efektif.

Intervensi gizi sensitif melalui pangan fortifikasi berperan penting dalam menurunkan stunting di Indonesia.Pengawasan produk pangan fortifikasi oleh Badan POM di Provinsi Lampung terbukti efektif, ditunjukkan oleh peningkatan produk yang memenuhi syarat (MS) dan penurunan yang tidak memenuhi syarat (TMS).Trend positif hasil sampling mengindikasikan keberhasilan pengawasan tersebut.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji hubungan kuantitatif antara data pengawasan fortifikasi POM dengan data prevalensi stunting dari Badan Pusat Statistik di Provinsi Lampung selama lima tahun terakhir untuk menilai dampak langsung pengawasan terhadap penurunan stunting. Selain itu, diperlukan studi eksperimental yang mengevaluasi efek peningkatan kualitas fortifikasi pada status mikronutrien (seperti yodium, zat besi, vitamin A) pada anak-anak usia dini dan ibu hamil yang mengonsumsi produk fortifikasi yang memenuhi standar MS. Penelitian ketiga dapat meneliti efektivitas model kerjasama lintas sektor antara Badan POM, dinas kesehatan, dan industri makanan dalam mempertahankan kepatuhan standar fortifikasi serta dampaknya terhadap keberlanjutan program pengawasan di tingkat provinsi.

  1. "Efektivitas Program Fortifikasi Minyak Goreng dengan Vitamin A terhada" by Endang Achadi,... doi.org/10.21109/kesmas.v4i6.164Efektivitas Program Fortifikasi Minyak Goreng dengan Vitamin A terhada by Endang Achadi doi 10 21109 kesmas v4i6 164
Read online
File size622.17 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test