PELITANUSAPELITANUSA

EDUPEDIKA: Jurnal Studi Pendidikan dan PembelajaranEDUPEDIKA: Jurnal Studi Pendidikan dan Pembelajaran

Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada 3 sekolah dengan siswa yang berjumlah 112 orang. Pemilihan subjek dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria, yaitu siswa yang memiliki kesalahan dalam menyelesaikan masalah matematika. Data penelitian terdiri atas jawaban, rekaman hasil wawancara semi terstruktur dan hasil think aloud siswa. Melalui tiga data tersebut, kategori kesalahan penyelesaikan masalah matematika akan dilihat berdasarkan teori Newman (1997) dan indikator tahapan berpikir siswa terhadap penyelesaian masalah matematika yang dikemukakan oleh Bloom (1956). Analisis data dilakukan melalui tahap mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur berpikir siswa yang mengalami kesalahan membaca, pada tahap mengingat mampu menguraikan informasi yang diketahui, namun siswa mengalami kesulitan dalam mengenali gambar. Sehingga struktur berpikir yang dimiliki belum mampu memenuhi tahap mengingat secara lengkap. Selanjutnya struktur berpikir siswa yang mengalami kesalahan memahami, hanya mampu memenuhi tahapan mengingat, namun pada tahap menafsirkan siswa belum dapat secara sempurna.

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa struktur berpikir siswa yang mengalami kesalahan membaca pada tahap mengingat mampu menggambarkan informasi yang diketahui, namun siswa kesulitan mengenali gambar dalam soal, sehingga struktur berpikir tersebut belum menyelesaikan tahap mengingat secara lengkap.Selain itu, struktur berpikir siswa yang mengalami kesalahan memahami hanya dapat memenuhi tahap mengingat, sedangkan pada tahap menafsirkan mereka tidak dapat menentukan total jumlah kursi di gedung secara tepat.Oleh karena itu, siswa belum mampu menyelesaikan tahap menafsirkan secara sempurna.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penerapan strategi scaffolding khusus pada tahap mengingat dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenali gambar pada soal matematika, dengan pertanyaan riset: apakah penggunaan scaffolding visual dapat mengurangi kesalahan membaca pada siswa kelas delapan? Selain itu, studi longitudinal dapat mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis teknologi, seperti aplikasi interaktif yang memvisualisasikan data masalah, untuk memperbaiki tahap menafsirkan dan menghitung total kursi pada masalah kontekstual, berfokus pada pertanyaan: bagaimana penggunaan aplikasi interaktif mempengaruhi kemampuan interpretasi siswa selama satu semester? Terakhir, penelitian komparatif dapat membandingkan pengaruh teori Newman dengan kerangka taksonomi Bloom dalam mengidentifikasi dan mengatasi kesalahan berpikir siswa, dengan riset: mana di antara kedua kerangka tersebut lebih efektif dalam meningkatkan keseluruhan struktur berpikir siswa dalam pemecahan masalah matematika? Semua penelitian di atas diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris untuk memperkuat pemahaman tentang struktur berpikir siswa dan mengoptimalkan strategi pembelajaran matematika.

  1. Defragmentation of Student’s Thinking Structures in Solving Mathematical Problems based on... doi.org/10.1088/1742-6596/1028/1/012150Defragmentation of StudentyAAAos Thinking Structures in Solving Mathematical Problems based on doi 10 1088 1742 6596 1028 1 012150
Read online
File size336.71 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test