UNIPMAUNIPMA

Counsellia: Jurnal Bimbingan dan KonselingCounsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling

Mahasiswa pengguna second account sering tampak terbuka di ruang digital, namun mengalami kesulitan dalam interaksi langsung sehingga menunjukkan kesenjangan antara ekspresi diri daring dan keterbukaan interpersonal. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara self-compassion dan self-disclosure pada mahasiswa pengguna second account, yang masih terbatas dikaji sebagai ruang ekspresi emosional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel 239 mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Self-Compassion Scale dan Self-Disclosure Scale, kemudian dianalisis menggunakan uji Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan dengan kekuatan sangat lemah (r = 0,131; p < 0,05), yang menunjukkan kontribusi self-compassion relatif minimal ini mengindikasikan bahwa kemampuan menerima diri belum secara langsung terkonversi menjadi keterbukaan interpersonal. Keterbukaan diri lebih dipengaruhi faktor relasional, seperti kepercayaan dan rasa aman, serta konteks penggunaan second account sebagai ruang ekspresi alternatif. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa layanan Bimbingan dan Konseling perlu mengintegrasikan pengembangan self-compassion dengan keterampilan interpersonal. Penelitian selanjutnya disarankan mempertimbangkan variabel seperti interpersonal trust, self-esteem, dan kecemasan sosial.

Penelitian menemukan bahwa tingkat self-compassion dan self-disclosure pada mahasiswa pengguna second account berada pada kategori sedang, dengan korelasi positif yang sangat lemah antara keduanya, menunjukkan bahwa self-compassion bukanlah faktor utama dalam meningkatkan keterbukaan diri.Faktor relasional seperti kepercayaan interpersonal, rasa aman, dan persepsi penerimaan sosial turut memengaruhi self-disclosure, sehingga intervensi harus melibatkan pengembangan keterampilan interpersonal selain self-compassion.Selain itu, mahasiswa cenderung lebih nyaman mengungkapkan diri secara digital dibandingkan dalam interaksi tatap muka, menegaskan sifat kontekstual dari self-disclosure.

Penelitian selanjutnya dapat menguji peran mediasi kepercayaan interpersonal antara self-compassion dan self-disclosure pada pengguna second account untuk memahami mekanisme yang mendasari hubungan tersebut; selanjutnya, studi dapat meneliti pengaruh simultan self-esteem dan kecemasan sosial terhadap self-disclosure di berbagai platform media sosial, guna mengidentifikasi faktor psikologis tambahan yang memoderasi keterbukaan digital; terakhir, pendekatan longitudinal mixed‑methods dapat diterapkan untuk memantau perubahan self-compassion dan pola self-disclosure selama beberapa semester, sehingga dapat mengevaluasi efektivitas program intervensi yang menggabungkan pengembangan self-compassion dengan pelatihan keterampilan komunikasi interpersonal dalam konteks akademik.

  1. The Simulation Study of Normality Test Using Kolmogorov-Smirnov, Anderson-Darling, and Shapiro-Wilk |... eigen.unram.ac.id/index.php/eigen/article/view/131The Simulation Study of Normality Test Using Kolmogorov Smirnov Anderson Darling and Shapiro Wilk eigen unram ac index php eigen article view 131
  2. Self-Compassion dan Regulasi Emosi pada Remaja | Jurnal Psikologi. self compassion regulasi emosi remaja... doi.org/10.24014/jp.v15i2.7740Self Compassion dan Regulasi Emosi pada Remaja Jurnal Psikologi self compassion regulasi emosi remaja doi 10 24014 jp v15i2 7740
  3. Penelitian Kuantitatif: Uji Reliabilitas | EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN... jurnal.permapendis-sumut.org/index.php/edusociety/article/view/577Penelitian Kuantitatif Uji Reliabilitas EDU SOCIETY JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN jurnal permapendis sumut index php edusociety article view 577
Read online
File size703.36 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test