POLSRIPOLSRI

Prosiding Semnas FirstProsiding Semnas First

Laporan ini berisikan tentang rancang bangun Alat Pemutar Pemanggang Lemang untuk membakar lemang dengan tingkat kematangan yang rata. Tujuan penulis membuat alat ini untuk membantu masyarakat yang memiliki usaha di bidang kuliner khususnya lemang agar tidak lagi membakar lemang dengan sistem manual atau memakai tangan, melainkan menggunakan motor listrik dan sprocket yang dihubungkan dengan rantai untuk memutar lemang. Alat ini terdiri dari 3 bagian yaitu bagian rangka, pemutar lemang, motor penggerak. Cara kerja alat ini ialah dengan cara memutar sprocket yang sudah dihubungkan dengan rantai dan motor listrik sebagai sumber tenaga. Komponen penting alat ini yaitu, sprocket, rantai dan motor listrik yang digunakan sebagai penghubung dan pemutar lemang agar tingkat kematangan dapat lebih rata dan maksimal.

Alat ini merupakan alat pemutar pemanggang lemang secara otomatis dengan motor listrik sebagai sumber penggerak yang dihubungkan dengan rantai ke sproket.Mekanisme kerjanya serupa dengan motor penggerak pada umumnya, dan semua bahan untuk membuat alat tersebut mudah didapat serta dipasarkan dengan harga terjangkau untuk semua kalangan.Dengan demikian, alat ini dapat meningkatkan efisiensi proses pembakaran lemang serta mengurangi risiko kerja manual.

Sebaiknya penelitian selanjutnya mengeksplorasi pengaruh variasi rasio gear antara motor listrik dan sproket terhadap kecepatan rotasi serta tingkat kematangan lemang secara lebih merata, sehingga dapat ditentukan konfigurasi optimal untuk berbagai ukuran bambu. Penelitian juga dapat mengkaji penerapan sumber energi terbarukan, misalnya motor listrik berbasis panel surya, untuk mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional dan meningkatkan keberlanjutan operasional alat. Selain itu, penting untuk melakukan uji sensorik pada lemang yang dipanggang dengan sistem otomatis dibandingkan dengan metode manual, guna menilai perbedaan rasa, tekstur, dan penerimaan konsumen, sehingga dapat memperkuat nilai tambah produk. Selanjutnya, analisis biaya‑manfaat yang komprehensif dapat dilakukan untuk membandingkan total investasi, biaya operasional, dan potensi peningkatan pendapatan antara sistem otomatis dan manual, sehingga pelaku usaha dapat membuat keputusan ekonomi yang lebih informasional. Penelitian juga dapat memperluas skala percobaan dengan menguji performa alat pada kapasitas produksi yang lebih tinggi, misalnya pada usaha kuliner skala menengah, untuk menilai keandalan, kemudahan perawatan, dan dampaknya terhadap produktivitas keseluruhan. Dengan mengintegrasikan temuan‑temuan tersebut, diharapkan dapat tercipta model bisnis berkelanjutan yang mendukung pelestarian kuliner tradisional sekaligus meningkatkan daya saing usaha kecil.

Read online
File size76.11 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test