IAIN LANGSAIAIN LANGSA

Al-Qadha : Jurnal Hukum Islam dan Perundang-UndanganAl-Qadha : Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan

Perkawinan sebagai fondasi keluarga memiliki kedudukan yang penting dalam masyarakat, namun seringkali muncul permasalahan terkait status perkawinan, khususnya dalam perkara itsbat nikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis temuan hukum hakim Pengadilan Agama Bandung dalam perkara itsbat nikah, serta sejauh mana temuan hukum tersebut memberikan kontribusi terhadap pembaharuan hukum perkawinan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang‑undangan dan studi kasus, data primer dan sekunder yang diperoleh dari putusan pembuktian, buku‑buku, dan jurnal‑jurnal yang memiliki pembahasan yang sama dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim Pengadilan Agama dalam memutus perkara itsbat nikah telah melakukan berbagai upaya untuk memberikan perlindungan hukum yang lebih adil bagi para pihak yang mengajukan permohonan. Temuan‑temuan hukum yang dihasilkan, seperti penerapan prinsip kehati‑hatian dalam menilai pembuktian, mempertimbangkan aspek keadilan materiil, dan memberikan solusi inovatif dalam kasus‑kasus yang kompleks, telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perkembangan hukum perkawinan di Indonesia. Namun demikian, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti terbatasnya akses terhadap alat bukti dan ketidakpastian hukum dalam beberapa aspek. Oleh karena itu, upaya lebih lanjut perlu dilakukan untuk menyempurnakan peraturan dan mekanisme penyelesaian perkara itsbat nikah, sehingga dapat memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi semua pihak yang berkepentingan.

Perkawinan sebagai fondasi keluarga memiliki kedudukan yang penting dalam masyarakat, namun seringkali muncul permasalahan terkait status perkawinan, khususnya dalam perkara itsbat nikah.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis temuan hukum hakim Pengadilan Agama Bandung dalam perkara itsbat nikah, serta sejauh mana temuan hukum tersebut memberikan kontribusi terhadap pembaharuan hukum perkawinan di Indonesia.Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang‑undangan dan studi kasus, data primer dan sekunder yang diperoleh dari putusan pembuktian, buku‑buku, dan jurnal‑jurnal yang memiliki pembahasan yang sama dengan penelitian ini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim Pengadilan Agama dalam memutus perkara itsbat nikah telah melakukan berbagai upaya untuk memberikan perlindungan hukum yang lebih adil bagi para pihak yang mengajukan permohonan.Temuan‑temuan hukum yang dihasilkan, seperti penerapan prinsip kehati‑hatian dalam menilai pembuktian, mempertimbangkan aspek keadilan materiil, dan memberikan solusi inovatif dalam kasus‑kasus yang kompleks, telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perkembangan hukum perkawinan di Indonesia.Namun demikian, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti terbatasnya akses terhadap alat bukti dan ketidakpastian hukum dalam beberapa aspek.Oleh karena itu, upaya lebih lanjut perlu dilakukan untuk menyempurnakan peraturan dan mekanisme penyelesaian perkara itsbat nikah, sehingga dapat memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi semua pihak yang berkepentingan.Building on the finding that judges legal discovery in PTA areas facilitates marriage law reform, the first research direction is to examine how these judicial innovations influence womens outcomes in divorce proceedings—specifically, whether the application of legal discovery leads to more equitable resolutions for women.Second, a comparative study across Indonesian provinces could map variations in legal discovery practices, identifying regional disparities and best‑practice models that could be standardized.Third, evaluating the impact of targeted training programs for religious court judges on legal discovery proficiency may reveal strategies for enhancing consistency, reducing uncertainties, and strengthening procedural fairness.These inquiries will deepen understanding of the mechanisms through which legal discovery shapes marital jurisprudence and inform policy initiatives that aim to promote equitable access to justice for all parties involved.Additionally, assessing how culturalVIDEOSand regional norms influence judges application of legal discovery could uncover heterogeneity in decision‑making.Exploring judges perceptions of the challenges faced when employing legal discovery will reveal practical barriers and inform targeted support.Another avenue is to evaluate the interplay between statutory law and customary practices in shaping the outcomes of itsbat cases.Investigating the role of technology, such as digital evidence admissibility, could identify opportunities to streamline proceedings.Finally, longitudinal Bonuses tracking the evolution of legal discovery over time would illuminate its long‑term impact on marriage law reform.Legal Discovery of Religious Court Judges in Marriage Itsbat Cases.An Effort to Reform Marriage Law in Indonesia.Perkawinan sebagai fondasi keluarga memiliki kedudukan yang penting dalam masyarakat, namun seringkali muncul permasalahan terkait status perkawinan, khususnya dalam perkara itsbat nikah.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis temuan hukum hakim Pengadilan Agama Bandung dalam perkara itsbat nikah, serta sejauh mana temuan hukum tersebut memberikan kontribusi terhadap pembaharuan hukum perkawinan di Indonesia.Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang‑undangan dan studi kasus, data primer dan sekunder yang diperoleh dari putusan pembuktian, buku‑buku, dan jurnal‑jurnal yang memiliki pembahasan yang sama dengan penelitian ini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim Pengadilan Agama dalam memutus perkara itsbat nikah telah melakukan berbagai upaya untuk memberikan perlindungan hukum yang lebih adil bagi para pihak yang mengajukan permohonan.Temuan‑temuan hukum yang dihasilkan, seperti penerapan prinsip kehati‑hatian dalam menilai pembuktian, mempertimbangkan aspek keadilan materiil, dan memberikan solusi inovatif dalam kasus‑kasus yang kompleks, telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perkembangan hukum perkawinan di Indonesia.Namun demikian, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti terbatasnya akses terhadap alat bukti dan ketidakpastian hukum dalam beberapa aspek.Oleh karena itu, upaya lebih lanjut perlu dilakukan untuk menyempurnakan peraturan dan mekanisme penyelesaian perkara itsbat nikah, sehingga dapat memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi semua pihak yang berkepentingan.

Building on the finding that judges legal discovery in PTA areas facilitates marriage law reform, the first research direction is to examine how these judicial innovations influence womens outcomes in divorce proceedings—specifically, whether the application of legal discovery leads to more equitable resolutions for women. Second, a comparative study across Indonesian provinces could map variations in legal discovery practices, identifying regional disparities and best‑practice models that could be standardized. Third, evaluating the impact of targeted training programs for religious court judges on legal discovery proficiency may reveal strategies for enhancing consistency, reducing uncertainties, and strengthening procedural fairness. These inquiries will deepen understanding of the mechanisms through which legal discovery shapes marital jurisprudence and inform policy initiatives that aim to promote equitable access to justice for all parties involved. Additionally, assessing how culturalVIDEOSand regional norms influence judges application of legal discovery could uncover heterogeneity in decision‑making. Exploring judges perceptions of the challenges faced when employing legal discovery will reveal practical barriers and inform targeted support. Another avenue is to evaluate the interplay between statutory law and customary practices in shaping the outcomes of itsbat cases. Investigating the role of technology, such as digital evidence admissibility, could identify opportunities to streamline proceedings. Finally, longitudinal Bonuses tracking the evolution of legal discovery over time would illuminate its long‑term impact on marriage law reform.

  1. KUMULASI GUGATAN PERBUATAN MELAWAN HUKUM DAN GUGATAN WANPRESTASI DALAM KAJIAN HUKUM ACARA PERDATA DI... journal.maranatha.edu/index.php/dialogia/article/view/1210KUMULASI GUGATAN PERBUATAN MELAWAN HUKUM DAN GUGATAN WANPRESTASI DALAM KAJIAN HUKUM ACARA PERDATA DI journal maranatha edu index php dialogia article view 1210
  2. RECHTVINDING TENTANG WARIS BEDA AGAMA DI PENGADILAN AGAMA KOTA BANDUNG | Asy-Syari'ah. rechtvinding... journal.uinsgd.ac.id/index.php/asy-syariah/article/view/4706RECHTVINDING TENTANG WARIS BEDA AGAMA DI PENGADILAN AGAMA KOTA BANDUNG Asy Syariah rechtvinding journal uinsgd ac index php asy syariah article view 4706
  3. Dampak Penolakan Itsbat Nikah Terhadap Pemenuhan Hak Anak | JURNAL USM LAW REVIEW. penolakan itsbat nikah... doi.org/10.26623/julr.v5i2.5681Dampak Penolakan Itsbat Nikah Terhadap Pemenuhan Hak Anak JURNAL USM LAW REVIEW penolakan itsbat nikah doi 10 26623 julr v5i2 5681
Read online
File size342.77 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test