UNCMUNCM

Jurnal Genta MuliaJurnal Genta Mulia

Pendidikan merupakan faktor yang paling mendasar bagi kehidupan manusia. Pendidikan bertujuan untuk menumbuhkan berbagai potensi yang ada dalam diri manusia, termasuk potensi dalam memecahkan berbagai masalah, satu diantaranya adalah pemecahan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa selama pembelajaran matematika pada materi aritmetika sosial dengan model Problem Based Learning (PBL) yang dilaksanakan di kelas VIIA SMPN 1 Pante Ceureumen yang berjumlah 25 siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Untuk memperoleh data penelitian diberikan perlakuan (treatment), tes pemecahan masalah, dan wawancara. Subjek penelitian diambil setelah dilakukan tes diakhir pertemuan, sehingga didapat 2 subjek berkemampuan sangat mampu, 2 subjek berkemampuan mampu, dan 2 subjek berkemampuan kurang mampu. Selanjutnya dilakukan wawancara terhadap enam subjek tersebut. Setelah seluruh data terkumpul maka data-data kualitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data hasil tes dianalisis berdasarkan pedoman penilaian kemampuan pemecahan masalah siswa. Berdasarkan analisis data tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa melalui penerapan model PBL dipengaruhi oleh kemampuan matematika siswa. Oleh karena itu, model ini bisa menjadi salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk membangkitkan gairah belajar siswa di kelas.

Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa dengan model PBL dipengaruhi oleh kemampuan matematika mereka.Siswa yang sangat mampu dan mampu memenuhi hampir semua indikator Polya, sedangkan siswa kurang mampu belum dapat memenuhi semua indikator.Oleh karena itu, model PBL dapat menjadi solusi untuk meningkatkan gairah belajar dan hasil belajar, dan penelitian lanjutan harus menguji model ini pada sampel yang lebih besar.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh integrasi media digital interaktif dalam model PBL terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, terutama pada kelompok yang sebelumnya menunjukkan kemampuan kurang mampu; selanjutnya, studi komparatif antara PBL dan model pembelajaran aktif lain seperti Cooperative Learning dapat dilakukan untuk menentukan strategi paling efektif dalam mengembangkan keterampilan pemecahan masalah; akhirnya, penelitian longitudinal dapat meneliti retensi jangka panjang dari kemampuan pemecahan masalah setelah penerapan PBL selama beberapa semester untuk menilai keberlanjutan dampak model terhadap prestasi belajar siswa.

Read online
File size170.09 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test