STITMUBOSTITMUBO

Jurnal Pendidikan Guru Madrasah IbtidaiyahJurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Tujuan pada penelitian ini yakni peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa Madrasah Ibtidaiyah mata pelajaran IPAS melalui model Problem Based Learning (PBL). Metode penelitan ini adalah penelitian tindakan kelas yang merupakan sebuah model penelitian yang didalamnya mencakup empat komponen atau tahapan: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 24, yang dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2024/2025. Adapun tekni pengumpulan data pada penelitian ini meliputi tes, wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilalukan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis rata-rata pra siklus 67.37 meningkatkan menjadi 74.79 siklus I, dan 83,96 pada siklus II. Jumlah peserta didik yang tuntas dan memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) semakin meningkat, yang semula 25% meningkat 58% siklus I, meningkat 88% siklus II. Keterampilan berpikir kritis as tidak tuntas Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) mengalami penurunan, yang semula 75% menurun menjadi 42% pada siklus I, dan menurun menjadi 13% pada siklus II.

Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terbukti dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa Madrasah Ibtidaiyah kelas IV di MIM 7 Kenep Bojonegoro.Nilai rata‑rata keterampilan berpikir kritis meningkat dari 67,37 pada pra‑siklus menjadi 74,79 pada siklus I dan 83,96 pada siklus II, serta persentase siswa yang tuntas naik dari 25 % menjadi 58 % dan 88 % masing‑masing.Sebaliknya, persentase siswa yang tidak memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) menurun signifikan dari 75 % menjadi 42 % pada siklus I dan 13 % pada siklus II.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas model Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan media pembelajaran digital pada mata pelajaran IPAS di tingkat kelas yang berbeda, misalnya kelas III atau V, untuk melihat apakah integrasi teknologi memperkuat hasil belajar. Selain itu, diperlukan studi longitudinal yang mengikuti perkembangan keterampilan berpikir kritis siswa selama setidaknya satu tahun setelah intervensi PBL, guna menilai dampak jangka panjang dan keberlanjutan peningkatan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ketiga dapat meneliti peran pelatihan guru dalam penerapan PBL dengan membandingkan hasil belajar antara guru yang telah mengikuti program pengembangan profesional khusus PBL dan guru yang belum, sehingga dapat diidentifikasi kebutuhan pelatihan yang paling efektif untuk meningkatkan kualitas implementasi PBL di sekolah madrasah.

  1. Radware Bot Manager Captcha. radware manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/1321/2/022099Radware Bot Manager Captcha radware manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human iopscience iop article 10 1088 1742 6596 1321 2 022099
Read online
File size287.12 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test