UNTARUNTAR
Phronesis: Jurnal Psikologi Industri/OrganisasiPhronesis: Jurnal Psikologi Industri/OrganisasiWork engagement karyawan dapat ditimbulkan dari beberapa aspek, salah satunya adalah social support dari lingkungan pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji peran social support terhadap work engagement. Seperti perusahaan pada umumnya, PT X ingin mencapai tujuan atau target organisasi. Dalam usaha mencapai tujuan tersebut, PT X berusaha menciptakan suasana kerja yang saling mendukung. Social support didefinisikan sebagai persepsi bahwa seseorang diperhatikan, dihargai, dan dicintai. Social support dapat berasal dari atasan, keluarga, sahabat, ataupun rekan kerja. Dalam penelitian ini, social support akan lebih berfokus pada rekan kerja. Sedangkan work engagement dapat didefinisikan sebagai keadaan dimana seseorang mampu berkomitmen dengan organisasi baik secara emosional maupun secara intelektual (Lockwood, 2007). Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak 152 orang yang merupakan karyawan PT X. Data mengenai social support dikumpulkan menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support, sedangkan untuk work engagement dikumpulkan dengan menggunakan Utrecht Work Engagement Scale. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji regresi sederhana menunjukkan bahwa social support berperan positif terhadap work engagement, F (1.150) = 39.945, p < 0.05. Besar peranan perceived social support terhadap work engagement adalah 20.1%. Dapat disimpulkan bahwa semakin banyak social support yang diterima maka semakin tinggi pula tingkat work engagement yang dimiliki oleh karyawan.
Berdasarkan hasil analisis di atas, diketahui bahwa terdapat peran social support terhadap work engagement.Semakin tinggi perceived social support, semakin tinggi work engagement.Besar peranan perceived social support terhadap work engagement adalah 20.Implikasi dari hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa untuk mendorong timbulnya work engagement, individu/karyawan perlu mempersepsi bahwa lingkungan sosial telah memberikan dukungan (support).
Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan observasi lebih mendalam mengenai peran dukungan sosial yang paling dibutuhkan oleh karyawan. Selain itu, perlu dipertimbangkan aspek-aspek lain yang dapat mempengaruhi work engagement karyawan, sehingga dapat dilakukan studi komprehensif untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi keterikatan kerja. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam pengembangan ilmu psikologi industri dan organisasi, khususnya dalam bidang sumber daya manusia.
- APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0003-066X.44.3.513APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0003 066X 44 3 513
- Social support and work engagement: a study of Malaysian nurses - OTHMAN - 2013 - Journal of Nursing... doi.org/10.1111/j.1365-2834.2012.01448.xSocial support and work engagement a study of Malaysian nurses OTHMAN 2013 Journal of Nursing doi 10 1111 j 1365 2834 2012 01448 x
- Morning Reattachment to Work and Work Engagement During the Day: A Look at Day-Level Mediators - Sabine... doi.org/10.1177/0149206319829823Morning Reattachment to Work and Work Engagement During the Day A Look at Day Level Mediators Sabine doi 10 1177 0149206319829823
| File size | 352.06 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
NEWINERANEWINERA Studi ini bertujuan untuk menganalisis proses penyusunan kebijakan publik berdasarkan tradisi lokal yang diimplementasikan melalui Paruman di Desa AdatStudi ini bertujuan untuk menganalisis proses penyusunan kebijakan publik berdasarkan tradisi lokal yang diimplementasikan melalui Paruman di Desa Adat
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Artikel ini mengkaji faktor-faktor penentu kinerja karyawan dan menganalisis korelasi antara faktor-faktor penentu tersebut dengan kepuasan serta kinerja.Artikel ini mengkaji faktor-faktor penentu kinerja karyawan dan menganalisis korelasi antara faktor-faktor penentu tersebut dengan kepuasan serta kinerja.
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Teknik pengambilan sampelnya menggunakan nonprobability sampling dan convenience sampling terhadap 128 relawan aktif dari berbagai latar belakang. HasilTeknik pengambilan sampelnya menggunakan nonprobability sampling dan convenience sampling terhadap 128 relawan aktif dari berbagai latar belakang. Hasil
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digitalisasi terhadap gaya hidup, kesehatan mental, dan interaksi sosial Generasi Z dan Alpha di KotaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digitalisasi terhadap gaya hidup, kesehatan mental, dan interaksi sosial Generasi Z dan Alpha di Kota
AREAIAREAI Penggunaan analisis SWOT secara rutin penting untuk adaptasi terhadap perubahan lingkungan bisnis, serta melibatkan berbagai pihak terkait untuk mendapatkanPenggunaan analisis SWOT secara rutin penting untuk adaptasi terhadap perubahan lingkungan bisnis, serta melibatkan berbagai pihak terkait untuk mendapatkan
UNTARUNTAR Partisipan merupakan pegawai dari Generasi X (lahir tahun 1960-1980) dan Generasi Y (lahir tahun 1980-1995). Data yang terkumpul dianalisis menggunakanPartisipan merupakan pegawai dari Generasi X (lahir tahun 1960-1980) dan Generasi Y (lahir tahun 1980-1995). Data yang terkumpul dianalisis menggunakan
UNTARUNTAR , 2000) dan Utrecht Work Engagement Scale (Schaufeli & Bakker, 2010). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transformational leadership berhubungan positif, 2000) dan Utrecht Work Engagement Scale (Schaufeli & Bakker, 2010). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transformational leadership berhubungan positif
UNTARUNTAR WE merupakan perilaku karyawan dalam bekerja yang ditandai dengan vigor, dedication, serta absorption (Schaufeli & Bakker, 2004). WE karyawan dapat ditimbulkanWE merupakan perilaku karyawan dalam bekerja yang ditandai dengan vigor, dedication, serta absorption (Schaufeli & Bakker, 2004). WE karyawan dapat ditimbulkan
Useful /
UNTARUNTAR Dengan mematuhi pedoman PRISMA-P dan menggunakan basis data berkualitas tinggi seperti PsycInfo, PubMed, dan Scopus, studi ini memastikan bahwa sintesisDengan mematuhi pedoman PRISMA-P dan menggunakan basis data berkualitas tinggi seperti PsycInfo, PubMed, dan Scopus, studi ini memastikan bahwa sintesis
NEWINERANEWINERA Komentar berkisar dari dukungan hingga kritik dan ideologi alternatif. Data termasuk artikel berita dan komentarnya di bawah postingan berita dianalisisKomentar berkisar dari dukungan hingga kritik dan ideologi alternatif. Data termasuk artikel berita dan komentarnya di bawah postingan berita dianalisis
UMSBUMSB Diskusi: Secara rinci, pekerja berusia 40–49 tahun mengalami gejala COPD 15% lebih sering dibanding kelompok usia lainnya, lama merokok 10–20 tahunDiskusi: Secara rinci, pekerja berusia 40–49 tahun mengalami gejala COPD 15% lebih sering dibanding kelompok usia lainnya, lama merokok 10–20 tahun
UNTARUNTAR Penelitian menunjukkan bahwa kelelahan emosi pada partisipan tergolong tinggi. Work engagement pada partisipan tergolong rendah dan terdapat hubungan negatifPenelitian menunjukkan bahwa kelelahan emosi pada partisipan tergolong tinggi. Work engagement pada partisipan tergolong rendah dan terdapat hubungan negatif