UNTARUNTAR

Phronesis: Jurnal Psikologi Industri/OrganisasiPhronesis: Jurnal Psikologi Industri/Organisasi

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah resiliensi berperan sebagai moderator dalam hubungan antara kelelahan emosi dan work engagement. Kelelahan emosi dapat diartikan sebagai kondisi dimana seseorang merasakan kejenuhan/kebosanan, kurang bersemangat, kurang berdaya dalam menyelesaikan pekerjaan pribadi atau dalam melayani klien. Work engagement adalah keadaan pikiran yang positif, yang dicirikan dengan adanya dedication, vigor, dan absorption pada diri individu (Schaufeli et al. 2002). Penelitian sebelumnya (Ferreira et al., 2018) menyatakan bahwa tingkat kelelahan emosi dapat memprediksi penurunan work engagement. Untuk itu, perlu diusahakan bagaimana mengidentifikasi kelelahan emosional, agar work engagement tidak menurun. Dalam penelitian ini, resiliensi diajukan sebagai moderator antara kelelahan emosi dan work engagement. Resiliensi adalah kemampuan individu dalam mengembalikan diri dari kondisi yang buruk menuju kondisi yang lebih baik (Luthans 2002). Alat ukur yang digunakan untuk mengukur kelelahan emosi adalah Copenhagen Burnout Inventory (CBI) dari Kristensen et al., (2005). Kemudian alat ukur yang digunakan untuk mengukur work engagement adalah Utrecht Work Engagement Scale (UWES) oleh Schaufeli et al., (2006). Resiliensi diukur dengan Connor-Davidson Resilience scale (CD‑RISC), yang dikemukakan oleh Connor dan Davidson, (2003). Jumlah partisipan pada penelitian adalah 120 orang, bekerja sebagai karyawan swasta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi tidak berperan sebagai moderator antara kelelahan emosi dan work engagement. Pada partisipan yang memiliki resiliensi rendah maupun tinggi, kelelahan emosi tidak memprediksi turunnya work engagement.

Penelitian menunjukkan bahwa kelelahan emosi pada partisipan tergolong tinggi.Work engagement pada partisipan tergolong rendah dan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara keduanya.Resiliensi tidak terbukti berperan sebagai moderator dalam hubungan antara kelelahan emosi dan work engagement.

Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah resiliensi berperan sebagai moderator pada hubungan kelelahan emosi dan work engagement di sektor perhotelan, dimana interaksi dengan tamu sangat intensif, dengan mengumpulkan data dari karyawan front desk dan layanan kamar. Selain itu, penggunaan skala kelelahan emosi yang telah diterjemahkan dan divalidasi secara budaya dapat memperjelas perbedaan dimensi kelelahan pada karyawan layanan pelanggan, sehingga peneliti dapat mengembangkan instrumen yang lebih sensitif terhadap konteks lokal. Selanjutnya, pendekatan longitudinal yang melacak perubahan kelelahan emosi, resiliensi, dan work engagement selama enam bulan atau lebih dapat mengungkap dinamika kausalitas yang tidak terdeteksi dalam desain cross‑sectional, memberikan wawasan tentang bagaimana intervensi resiliensi dapat mempengaruhi kesejahteraan kerja dari waktu ke waktu.

  1. The measurement of experienced burnout - Maslach - 1981 - Journal of Organizational Behavior - Wiley... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/job.4030020205The measurement of experienced burnout Maslach 1981 Journal of Organizational Behavior Wiley onlinelibrary wiley doi 10 1002 job 4030020205
  2. Social and Psychological Resources and Adaptation - Stevan E. Hobfoll, 2002. social resources adaptation... journals.sagepub.com/doi/10.1037/1089-2680.6.4.307Social and Psychological Resources and Adaptation Stevan E Hobfoll 2002 social resources adaptation journals sagepub doi 10 1037 1089 2680 6 4 307
  3. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/str0000114APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 str0000114
  4. The need for and meaning of positive organizational behavior - Luthans - 2002 - Journal of Organizational... doi.org/10.1002/job.165The need for and meaning of positive organizational behavior Luthans 2002 Journal of Organizational doi 10 1002 job 165
Read online
File size420.31 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test