UNTARUNTAR

Phronesis: Jurnal Psikologi Industri/OrganisasiPhronesis: Jurnal Psikologi Industri/Organisasi

Karyawan senior merupakan karyawan dengan ciri-ciri berpengalaman dalam bekerja, memiliki pengaruh yang luas dan penting, memahami segala situasi yang terjadi di perusahaan. Di sisi lain, banyak yang menganggap karyawan senior sudah tidak dapat menghasilkan kinerja optimal. Oleh karena itu, penelitian ini ingin mengetahui apakah karyawan senior merasakan puas dengan pekerjaannya? Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif terhadap 146 partisipan yang berusia 50 sd 55 tahun dengan menggunakan alat ukur Job Satisfaction Surevey (JSS). JSS mempunyai 9 dimensi yaitu gaji, promosi, supervisor, tunjangan, penghargaan, prosedur, rekan kerja, sifat pekerjaan dan komunikasi dengan koefisien reliabilitas Crobach Alpha 0.949. Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang paling tinggi pada dimensi penghargaan dan korelasi yang paling rendah pada dimensi sifat pekerjaan. Dengan demikian dapat disimpulkan karyawan senior lebih berharap untuk mendapatkan penghargaan dan kurang berminat pada pekerjaan di luar dari kemampuan atau pengalaman kerja mereka. Selain itu tidak ada perbedaan signifikan antara jenis kelamin dan umur karyawan senior dalam hal kepuasan pekerjaannya. Saran penelitian berikutnya agar penelitian fokus pada jenis perusahaan yang bergerak pada satu bidang yang sama.

Faktor yang paling kuat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan senior adalah penghargaan, sedangkan faktor yang paling lemah adalah sifat pekerjaan.Karyawan senior merasa puas bekerja apabila mendapatkan penghargaan.Namun mereka lebih memilih jenis pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman mereka, karena pengalaman dianggap penting dan berarti.

Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana variasi sistem penghargaan, seperti bonus, pengakuan publik, dan kesempatan pengembangan karier, memengaruhi kepuasan kerja karyawan senior di berbagai jenis industri, sehingga dapat diketahui apakah faktor penghargaan tetap menjadi penentu utama di sektor lain. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki peran desain pekerjaan yang memberikan makna, otonomi, dan kesesuaian dengan pengalaman kerja senior, guna memahami apakah peningkatan sifat pekerjaan dapat meningkatkan kepuasan mereka serta mengurangi rasa pekerjaan yang tidak berarti. Selain itu, studi longitudinal yang mengikuti karyawan senior selama beberapa tahun menjelang masa pensiun dapat mengungkap perubahan tingkat kepuasan kerja seiring berjalannya waktu, faktor-faktor yang mempengaruhi transisi tersebut, dan strategi adaptasi yang efektif. Penelitian juga dapat memperluas fokus dengan membandingkan kepuasan kerja antara karyawan senior yang bekerja di perusahaan dengan kebijakan cuti fleksibel versus perusahaan tanpa kebijakan tersebut, untuk menilai dampak kebijakan keseimbangan kerja‑hidup. Semua penelitian tersebut akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang dinamika kepuasan kerja pada karyawan senior dan membantu perusahaan merancang kebijakan yang lebih efektif.

  1. Pengaruh Self-Efficacy terhadap Kinerja Melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening (Study Pada... doi.org/10.21107/jkim.v1i2.11599Pengaruh Self Efficacy terhadap Kinerja Melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Study Pada doi 10 21107 jkim v1i2 11599
  2. The Impact of Extrinsic Rewards and Public Service Motivation on Public Employees’ Work Performance:... doi.org/10.22140/cpar.v10i1.190The Impact of Extrinsic Rewards and Public Service Motivation on Public EmployeesAo Work Performance doi 10 22140 cpar v10i1 190
  3. Employee Performance and its Relation to Education, Work Experience, Personality, and Work Environment:... jurnal.stie-aas.ac.id/index.php/jei/article/view/6396Employee Performance and its Relation to Education Work Experience Personality and Work Environment jurnal stie aas ac index php jei article view 6396
Read online
File size219.77 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test