UNTARUNTAR

Jurnal Mitra Teknik SipilJurnal Mitra Teknik Sipil

Tanah lunak di Indonesia menjadi problematika pada pembangunan infrastruktur dikarenakan daya dukung yang rendah serta memakan waktu penurunan konsolidasi yang lama. Pada umumnya, perbaikan tanah yang digunakan untuk mengatasi tanah lunak adalah vacuum preloading yang dikombinasikan dengan prefabricated vertical drain, PVD. Tujuan pembebanan awal adalah untuk mengkonsolidasikan lapisan tanah lunak dengan beban sama atau lebih besar dari beban tanah selama dan setelah konstruksi. Sementara drainase vertikal dapat mempercepat proses konsolidasi. Namun, metode ini juga dapat penyebabkan pergerakan lateral yang juga mempengaruhi area diluar perbaikan. Sehingga, dibutuhkan pemodelan analisis jarak pengaruh dari keliling daerah perbaikan ke daerah luar perbaikan. Analisis dan pemodelan menggunakan program elemen hingga 2D yang akan dibandingkan dengan hasil lapangan. Hasil perbandingan penurunan selama 260 hari menunjukan pola grafik yang berbeda namun penurunan akhir yang sesuai. Pemodelan menunjukan jarak pengaruh terbesar akibat pergerakan lateral berada pada cell 2 yaitu 11,23m. Sementara jarak abutment ke daerah perbaikan 15m. Maka pergerkan lateral pada proyek perbaikan tanah vacuum preloading tidak mempengaruhi abutment di sekitarnya.

Analisis elemen hingga menunjukkan jarak pengaruh pergerakan lateral (>2 cm) terbesar pada cell 2 sebesar 11,23 m, sehingga pada jarak 15 m ke abutmen tidak terjadi pengaruh signifikan.Perbedaan antara kurva penurunan hasil model dan data lapangan disebabkan oleh perbedaan pola pembebanan yang dianalisis.Ketidaksesuaian kurva pergerakan lateral pada cell 3 dan 4 kemungkinan disebabkan oleh keruntuhan atau kesalahan pembacaan pada inklinometer.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh penggunaan data hasil uji laboratorium terhadap akurasi parameter tanah pada model vacuum preloading dengan PVD, sehingga dapat memperbaiki kesesuaian hasil simulasi dengan kondisi lapangan. Selain itu, perlu dikembangkan teknik mitigasi yang dapat mengurangi atau menghilangkan deformasi lateral, misalnya dengan mengoptimalkan kedalaman, jarak, dan pola penempatan PVD atau menambahkan elemen penahan tambahan pada area perbaikan. Selanjutnya, perbandingan antara model elemen hingga 2D standar dengan model numerik yang lebih maju seperti hardening soil model atau model Mohr‑Coulomb dapat dievaluasi untuk menentukan pendekatan yang paling efektif dalam memprediksi settlement dan pergerakan lateral pada tanah lunak.

Read online
File size635.56 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test