UMMAUMMA

Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaJurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran menulis dengan menggunakan model Demonstrasi, Menggambar dan Peer Editing pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Parepare. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pemaparan data deskriptif kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari lembar observasi dari setiap pelaksanaan tindakan (proses pembelajaran), dan data kuantitatif diperoleh dari tes akhir setiap siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII5 yang berjumlah 34 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pada siklus I hanya 60 dan meningkat menjadi 78,5 pada siklus II. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan terhadap hasil penelitian pada siklus I dan siklus II disimpulkan bahwa, pembelajaran menulis teks prosedur pada siswa kelas VIII5 SMP Negeri 1 Parepare dengan menggunakan model Demonstrasi, Menggambar dan Peer Editing dapat meningkatkan kemampuan pada proses pembelajaran dan hasil pembelajaran menulis teks prosedur.

Proses pembelajaran dengan metode demonstrasi, menggambar dan peer editing yang dapat meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Parepare pada siklus I melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan refleksi.Pada siklus I pembelajaran menulis teks prosedur dianggap masih kurang maksimal sehingga pembelajaran dilanjutkan ke siklus II dengan memperbaiki kesalahan-kesalahan pada siklus pertama.Hasil pembelajaran teks prosedur dengan metode demonstrasi, menggambar dan peer editing mengalami peningkatan nilai rata-rata siswa yang pada siklus I hanya 60 meningkat menjadi 78,5.Selain itu terjadi pula perubahan sikap yang signifikan pada diri siswa.

Penelitian yang telah dilakukan ini menunjukkan keberhasilan model Demonstrasi, Menggambar, dan Peer Editing dalam meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur siswa di satu kelas. Untuk penelitian lanjutan, ada beberapa arah yang bisa dieksplorasi agar pemahaman kita terhadap model ini semakin mendalam dan penerapannya lebih luas. Pertama, akan sangat bermanfaat jika ada studi yang menyelidiki bagaimana model ini bekerja di berbagai tingkatan sekolah atau lingkungan belajar yang berbeda. Misalnya, apakah hasilnya akan sama efektifnya jika diterapkan pada siswa sekolah dasar yang kemampuan motoriknya masih berkembang, atau pada siswa sekolah menengah atas dengan pemahaman konseptual yang lebih tinggi, serta bagaimana model ini perlu disesuaikan agar sesuai dengan karakteristik unik dari setiap kelompok siswa tersebut. Pertanyaan kunci yang bisa diajukan adalah, Apakah model ini memerlukan modifikasi signifikan untuk konteks yang beragam, dan apa saja modifikasi yang paling efektif? Kedua, penting juga untuk memahami secara lebih rinci bagian mana dari model ini yang paling berkontribusi pada peningkatan keterampilan siswa. Apakah demonstrasi visual yang paling dominan, ataukah kegiatan menggambar yang membantu siswa memvisualisasikan langkah-langkah, atau justru proses peer editing yang meningkatkan kesadaran mereka akan struktur dan kebahasaan? Sebuah penelitian dapat dirancang untuk memisahkan atau membandingkan efek dari masing-masing komponen ini, mungkin dengan menggunakan kelompok kontrol yang hanya menerima satu atau dua dari metode tersebut. Ini akan membantu para pendidik dan pengembang kurikulum untuk mengetahui elemen inti dari model yang paling kuat. Terakhir, meskipun penelitian ini mengamati peningkatan motivasi dan keaktifan siswa, sebuah studi mendalam tentang persepsi dan pengalaman siswa secara langsung akan sangat berharga. Bagaimana siswa merasakan proses pembelajaran dengan model ini? Apa bagian yang paling mereka sukai atau temukan menantang? Memahami pengalaman subjektif siswa melalui wawancara atau kuesioner mendalam dapat memberikan wawasan kualitatif yang kaya mengenai faktor-faktor psikologis yang mendukung keberhasilan model ini, seperti peningkatan rasa percaya diri atau kepuasan belajar. Wawasan ini bisa menjadi dasar untuk penyempurnaan model agar lebih adaptif terhadap kebutuhan dan preferensi siswa.

Read online
File size227.97 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test