STFTKIJNESTFTKIJNE

MURAI: Jurnal Papua Teologi KonstekstualMURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual

Tulisan ini membahas mengenai . Kebebasan merupakan hak dasar hidup manusia untuk dapat hidup dan melakukan segala sesuatu tanpa paksaan ataupun batasan. Namun, dalam konstruksi sosial telah didefinisikan bahwa ada penggolongan manusia dalam katogorinya, yaitu laki-laki sebagai simbol kekuatan dan perempuan sebagai simbol kelemahan. Perempuan bergantung pada laki-laki dalam hidupnya. Hal ini terlihat dalam tatanan adat yang berbasis patriarki yang telah berlangsung cukup lama dan juga diwariskan dalam kehidupan gereja. merupakan studi untuk memberikan edukasi bahwa secara teologis kontekstual dogmatis ajaran gereja juga harus lepas dari konstruksi sosial.

Perjuangan perempuan keluar dari sistem patriarki bukan hanya tugas perempuan, tetapi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.Melalui pemberdayaan diri, solidaritas komunitas, perubahan sistem, dan transformasi pola pikir, perempuan dapat menciptakan ruang bagi kebebasan, kesempatan, dan kesetaraan yang sejati.Langkah ini membutuhkan keberanian, konsistensi, dan kerja sama, tetapi hasilnya adalah dunia yang lebih adil bagi semua orang.Akhirnya, laki-laki yang hebat adalah laki-laki yang memahami perempuan bukan sebagai budak atau kaum yang lemah, tetapi sebagai partner yang akan perjalanan bersama di Tanah Papua.Gereja harus menjalankan fungsinya dalam pendampingan bagi perempuan dan laki-laki untuk memahami kedudukannya dihadapan Tuhan sebagai makhluk yang setara atau sepadan.Dalam kajian dogmatis kontekstual harus diberikan ruang kebebasan bagi perempuan di dalam adat dan gereja di Papua sebagai suatu bentuk pengakuan dogmatis bahwa manusia diciptakan menurut gambar Allah dan sepadan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang bagaimana perempuan Papua dapat keluar dari paradigma tradisional yang membagi manusia menurut jenis kelamin dan gender. Selain itu, perlu juga dilakukan analisis kritis terhadap tradisi dan nilai-nilai patriarki yang terjalin dalam agama dan budaya, serta menggunakan nilai-nilai Kristiani untuk mendukung perjuangan perempuan. Terakhir, penting untuk mengkaji ulang ajaran-ajaran gereja yang salah dalam interpretasi ajaran Alkitab tentang perempuan, dan memberikan ruang kepada perempuan untuk secara bebas mengekspresikan imannya.

Read online
File size259.17 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test