STFTKIJNESTFTKIJNE

MURAI: Jurnal Papua Teologi KonstekstualMURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual

Tulisan ini merupakan kajian teologi pastoral atas miskinnya penggembalaan dalam gereja. Tujuannya untuk memperlihatkan pentingnya kesadaran baru dalam berteologi kontekstual melalui tindakan penggembalaan. Tanpa pertumbuhan teologi penggembalaan dalam suatu gereja maka, gereja itupun akan miskin teologi kontekstual. Artikel ini hendak menjawab pertanyaan, bagaimana seharusnya gereja menata ruang berteologi melalui kegiatan penggembalaan sebagai sebuah teologi konstruktif dalam kehidupannya? Dengan demikian akan terlihat teologi khas dari sebuah gereja.

Penggembalaan gereja harus dibangun kembali dalam kerangka keterhubungan antara pelayanan dan refleksi teologi, sehingga tindakan penggembalaan berada dalam koridor teologi, bukan sekadar prosedur manual.Gereja juga perlu menciptakan ruang yang aman bagi umat, sehingga mereka dapat mempercayai gereja sebagai penuntun menuju kedamaian dan kesejahteraan.Oleh karena itu, petugas gereja harus menghidupkan kembali lingkaran pastoral kontekstual yang lebih sistematis.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana penerapan praktik penggembalaan kontekstual memengaruhi kesejahteraan jemaat di gereja-gereja Indonesia melalui studi lapangan yang menggabungkan observasi dan wawancara mendalam. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki persepsi para pendeta Indonesia mengenai kecukupan pendidikan teologi mereka dalam menyiapkan mereka menghadapi tantangan pastoral kontekstual, dengan menggunakan survei terstruktur dan analisis statistik deskriptif. Akhirnya, sebuah penelitian aksi dapat dikembangkan untuk mengintegrasikan sumber daya budaya adat ke dalam metodologi penggembalaan kontekstual, menguji bagaimana kombinasi wawasan teologis global dan tradisi lokal dapat menghasilkan model pelayanan yang relevan dan berkelanjutan bagi komunitas gereja.

Read online
File size495.04 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test