WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS
West Science Law and Human RightsWest Science Law and Human RightsKeterangan saksi menempati posisi sentral sebagai alat bukti yang sah menurut Pasal 184 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Namun, legitimasi keterangan saksi yang tidak disumpah tetap menjadi isu hukum yang kontroversial, terutama dalam kasus kekerasan seksual, anak, atau individu yang menolak disumpah karena alasan psikologis, keagamaan, atau pribadi. Pasal 160 dan 185 KUHAP mewajibkan sumpah sebagai syarat formal, dengan pengecualian terbatas dalam Pasal 171. Ketiadaan definisi operasional untuk alasan yang sah menolak sumpah menyebabkan ketidakpastian hukum dan ketidakkonsistenan putusan pengadilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif, yurisprudensial, dan konseptual dengan data sekunder yang dianalisis secara kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar hakim menafsirkan secara ketat validitas alat bukti, meskipun sebagian mengadopsi pendekatan progresif dengan menerima keterangan tanpa sumpah sebagai bukti pendukung jika dikukuhkan oleh petunjuk hukum lain. Revisi hukum acara pidana sangat diperlukan untuk menciptakan sistem yang lebih adaptif, yang menjamin keadilan substantif dan perlindungan terhadap saksi rentan, sekaligus menjaga kepastian hukum dan hak asasi manusia dalam proses pembuktian.
Validitas keterangan saksi yang tidak disumpah dalam sistem hukum acara pidana Indonesia masih menjadi isu kompleks dan bermasalah.Secara normatif, KUHAP mewajibkan sumpah sebagai syarat formal agar keterangan saksi diakui sebagai alat bukti yang sah di pengadilan.Namun, dalam praktik, banyak situasi di mana saksi menolak atau tidak mampu bersumpah karena usia, kondisi psikologis, kepercayaan agama, tradisi lokal, atau hubungan pribadi dengan terdakwa.Praktik peradilan menunjukkan ketidakkonsistenan dalam menilai keterangan saksi yang tidak disumpah, terutama karena tidak adanya definisi standar mengenai alasan yang sah dalam KUHAP, sehingga menimbulkan disparitas putusan dan ketidakpastian hukum.
Pertama, perlu diteliti bagaimana penerapan mekanisme alternatif pengganti sumpah, seperti pernyataan sungguh-sungguh di bawah sumpah, dalam sistem peradilan pidana Indonesia, terutama untuk saksi anak dan korban kekerasan seksual. Kedua, penting untuk mengkaji pembentukan pedoman yudisial oleh Mahkamah Agung yang jelas dan mengikat mengenai kriteria alasan sah menolak sumpah, berdasarkan aspek psikologis, budaya, dan keagamaan, agar putusan pengadilan lebih konsisten dan adil. Ketiga, perlu dilakukan penelitian komparatif terhadap sistem hukum negara lain yang telah berhasil mengakomodasi keterangan saksi tanpa sumpah, seperti Belanda dengan konsep verklaring ter vervanging van een eed atau Inggris dengan special measures, untuk merancang model adaptif yang sesuai dengan konteks sosial-budaya Indonesia. Penelitian-penelitian ini akan membantu mengatasi ketidakpastian hukum dan memperkuat perlindungan terhadap saksi rentan tanpa mengorbankan integritas proses peradilan. Dengan demikian, sistem peradilan pidana dapat lebih responsif terhadap realitas psiko-sosial dan prinsip keadilan substansial. Penelitian lanjutan harus melibatkan pemangku kepentingan seperti lembaga peradilan, lembaga perlindungan saksi, dan akademisi hukum. Hasilnya dapat menjadi dasar revisi KUHAP atau pembentukan peraturan perundang-undangan turunan. Pendekatan multidisipliner yang menggabungkan hukum, psikologi, dan antropologi sangat dianjurkan. Fokus pada perlindungan korban dan kepastian hukum harus menjadi prioritas utama. Model yang diusulkan harus diuji secara empiris dalam lingkungan peradilan nyata. Dengan demikian, reformasi hukum dapat dilakukan secara terencana dan berbasis bukti.
| File size | 387.08 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
DAARULHUDADAARULHUDA Penelitian ini mengungkap bahwa kedudukan barang bukti yang diperoleh melalui penyidikan yang melanggar kode etik menjadi isu penting di persimpangan penegakanPenelitian ini mengungkap bahwa kedudukan barang bukti yang diperoleh melalui penyidikan yang melanggar kode etik menjadi isu penting di persimpangan penegakan
DAARULHUDADAARULHUDA Penolakan alat bukti elektronik bukan hanya persoalan administratif, melainkan langkah preventif untuk menjaga kemurnian fakta hukum serta mencegah penggunaanPenolakan alat bukti elektronik bukan hanya persoalan administratif, melainkan langkah preventif untuk menjaga kemurnian fakta hukum serta mencegah penggunaan
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Upaya-upaya seperti pengembangan undang-undang khusus mengenai perlindungan data pribadi, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penguatan kerja samaUpaya-upaya seperti pengembangan undang-undang khusus mengenai perlindungan data pribadi, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penguatan kerja sama
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Penelitian ini mengkaji transisi Vietnam dari kontrol negara menuju model tata kelola masyarakat, menunjukkan bagaimana reformasi administratif berupayaPenelitian ini mengkaji transisi Vietnam dari kontrol negara menuju model tata kelola masyarakat, menunjukkan bagaimana reformasi administratif berupaya
MEJAILMIAHMEJAILMIAH Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis standar pembuktian dan efektivitas alat bukti dalam sengketa tata usaha negara yang didasarkan pada pelanggaranPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis standar pembuktian dan efektivitas alat bukti dalam sengketa tata usaha negara yang didasarkan pada pelanggaran
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS In addition, HGB that is encumbered with a mortgage cannot be upgraded to Hak Milik as long as the debt has not been repaid. The transition from BuildingIn addition, HGB that is encumbered with a mortgage cannot be upgraded to Hak Milik as long as the debt has not been repaid. The transition from Building
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS This study employs a legal research methodology that looks at pertinent legal provisions to what is actually taking place in society. Primary data areThis study employs a legal research methodology that looks at pertinent legal provisions to what is actually taking place in society. Primary data are
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS 42/PDT/2025/PT MDN memberikan wawasan penting mengenai tantangan penanganan tindak pidana di lembaga keuangan milik negara di Indonesia. Putusan pengadilan42/PDT/2025/PT MDN memberikan wawasan penting mengenai tantangan penanganan tindak pidana di lembaga keuangan milik negara di Indonesia. Putusan pengadilan
Useful /
UYPUYP KTI Probolinggo with TPST Al-Huda which is based on the principle of achieving environmental excellence which is carried out by creating shared valuesKTI Probolinggo with TPST Al-Huda which is based on the principle of achieving environmental excellence which is carried out by creating shared values
UYPUYP Berdasarkan hasil pelatihan Memandikan dan Mengkafani jenazah siswa-siswi SMK Anwarul Maliki dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan tersebut dinyatakanBerdasarkan hasil pelatihan Memandikan dan Mengkafani jenazah siswa-siswi SMK Anwarul Maliki dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan tersebut dinyatakan
UYPUYP Pelatihan ini juga mencakup packaging dan marketing untuk meningkatkan nilai jual produk. Kegiatan pendampingan ini berjalan lancar berkat dukungan berbagaiPelatihan ini juga mencakup packaging dan marketing untuk meningkatkan nilai jual produk. Kegiatan pendampingan ini berjalan lancar berkat dukungan berbagai
UYPUYP Sinergi antara berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah, dinas terkait, penyedia jasa internet, dan universitas, menjadi kunci penting dalam memastikanSinergi antara berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah, dinas terkait, penyedia jasa internet, dan universitas, menjadi kunci penting dalam memastikan