UMSUMS

Jurnal Keilmuan dan KeislamanJurnal Keilmuan dan Keislaman

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit kronis yang berdampak tidak hanya pada kondisi fisik, tetapi juga pada aspek psikologis pasien, salah satunya adalah keputusasaan (hopelessness). Pasien yang menjalani hemodialisis rentan mengalami keputusasaan akibat kompleksitas penyakit dan terapi jangka panjang, sehingga diperlukan intervensi komplementer yang efektif, termasuk pendekatan berbasis spiritual seperti terapi murottal Al-Quran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusasaan pada pasien hemodialisis serta menganalisis potensi terapi murottal dalam menurunkan keputusasaan melalui pendekatan narrative literature review. Data dikumpulkan dari basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar menggunakan kata kunci Chronic Kidney Disease (CKD), hemodialysis, hopelessness, dan murottal dengan operator Boolean AND, pada rentang tahun 2021-2025. Dari total 421 artikel yang ditemukan, sebanyak 7 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa keputusasaan dipengaruhi oleh berbagai faktor, meliputi depresi, kecemasan, usia, pendidikan, pendapatan, ketidakpastian penyakit, status transplantasi, serta perilaku perawatan diri. Terapi murottal terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan, mengurangi kelelahan, menstabilkan tekanan darah, serta meningkatkan kualitas tidur. Secara integratif, terapi murottal berpotensi menurunkan keputusasaan melalui mekanisme tidak langsung dengan memperbaiki kondisi psikologis dan fisiologis pasien. Dengan demikian, terapi murottal dapat dipertimbangkan sebagai intervensi non-farmakologis berbasis spiritual dalam pendekatan perawatan holistik pada pasien hemodialisis, meskipun penelitian lanjutan dengan desain eksperimental yang lebih kuat masih diperlukan untuk memperkuat evidensi ilmiah.

Berdasarkan hasil tinjauan literatur yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa keputusasaan (hopelessness) pada pasien hemodialisis merupakan fenomena multidimensional yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi, meliputi aspek psikologis, klinis, kognitif, dan perilaku.Faktor psikologis, khususnya depresi dan kecemasan, menjadi determinan utama yang paling dominan dalam memengaruhi tingkat keputusasaan.Selain itu, faktor seperti usia, tingkat pendidikan, pendapatan, ketidakpastian penyakit, status dalam daftar tunggu transplantasi, serta kemampuan perawatan diri turut memperlemah atau memperkuat kondisi psikologis pasien.Di sisi lain, terapi murottal Al-Quran terbukti memiliki efektivitas sebagai intervensi non-farmakologis yang memberikan dampak positif terhadap kondisi pasien hemodialisis.Terapi ini mampu menurunkan tingkat kecemasan, mengurangi kelelahan (fatigue), menstabilkan tekanan darah dan kondisi hemodinamika, serta meningkatkan kualitas tidur.Dampak-dampak tersebut menunjukkan bahwa terapi murottal tidak hanya bekerja pada aspek psikologis, tetapi juga memberikan manfaat fisiologis yang terukur.Lebih lanjut, secara integratif, terapi murottal memiliki potensi dalam menurunkan keputusasaan melalui mekanisme tidak langsung, yaitu dengan memperbaiki faktor-faktor mendasarinya.Penurunan kecemasan, peningkatan kualitas tidur, serta perbaikan kondisi fisik dan emosional pasien berkontribusi terhadap peningkatan harapan dan kualitas hidup secara keseluruhan.Dengan demikian, terapi murottal dapat diposisikan sebagai bagian dari pendekatan perawatan holistik berbasis biopsikososial-spiritual.Secara teoritis, penelitian ini memberikan pemahaman mengenai peran terapi murottal dalam mengatasi masalah psikologis pada pasien hemodialisis.Secara praktis, temuan ini dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk mengintegrasikan terapi murottal sebagai intervensi komplementer dalam pelayanan keperawatan dan kesehatan, guna meningkatkan kesejahteraan pasien secara menyeluruh.Namun demikian, keterbatasan dalam jumlah dan variasi desain penelitian yang dianalisis menunjukkan perlunya penelitian lanjut, khususnya studi eksperimental dengan desain yang lebih kuat, untuk menguji pengaruh terapi murottal terhadap tingkat keputusasaan pada pasien hemodialisis.Dengan demikian, penelitian selanjutnya dapat memperkuat evidensi ilmiah dan mendukung implementasi terapi murottal secara lebih luas dalam praktik klinis.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan:. . 1. Mengembangkan desain eksperimental yang lebih kuat untuk menguji pengaruh terapi murottal terhadap tingkat keputusasaan pada pasien hemodialisis secara langsung. Penelitian ini dapat menggunakan desain acak terkontrol dengan kelompok perlakuan dan kontrol yang jelas, serta ukuran sampel yang representatif. Dengan demikian, dapat diperoleh bukti empiris yang lebih kuat mengenai efektivitas terapi murottal dalam menurunkan keputusasaan.. . 2. Melakukan penelitian longitudinal untuk mengeksplorasi efek jangka panjang terapi murottal pada pasien hemodialisis. Penelitian ini dapat mengikuti perkembangan pasien selama beberapa bulan atau bahkan tahun, dengan mengukur tingkat keputusasaan, kualitas hidup, dan aspek psikologis lainnya secara berkala. Hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dampak terapi murottal dalam jangka panjang, serta kontribusinya terhadap kesehatan psikologis pasien.. . 3. Menganalisis mekanisme kerja terapi murottal secara lebih mendalam, khususnya dalam konteks pendekatan biopsikososial-spiritual. Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif atau campuran untuk memahami pengalaman pasien dalam menjalani terapi murottal, serta bagaimana terapi ini mempengaruhi aspek psikologis, fisiologis, dan spiritual mereka. Dengan demikian, dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai mekanisme kerja terapi murottal dan kontribusinya dalam menurunkan keputusasaan.

  1. Vol 7, No 1. vol march doi https v7i1 original research articles pengembangan implementasi posyandu deteksi... doi.org/10.30604/jika.v7i1Vol 7 No 1 vol march doi https v7i1 original research articles pengembangan implementasi posyandu deteksi doi 10 30604 jika v7i1
  2. Correlational Analysis of Physiological and Psychological Factors with Fatigue on Chronic Kidney Disease... aisyah.journalpress.id/index.php/jika/article/view/7111Correlational Analysis of Physiological and Psychological Factors with Fatigue on Chronic Kidney Disease aisyah journalpress index php jika article view 7111
Read online
File size935.74 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test