KYADIRENKYADIREN

Pulchra Lingua: A Journal of Language Study, Literature & LinguisticsPulchra Lingua: A Journal of Language Study, Literature & Linguistics

Penelitian ini secara spesifik mendeskripsikan wujud tindak tutur direktif dan implementasi strategi kesantunan berbahasa oleh guru kelas III C SD YPPK Kristus Raja Dok V Bawah dalam memediasi konflik perundungan verbal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis kajian pragmatik, data berupa tuturan autentik dikumpulkan melalui metode simak dan teknik catat, kemudian dianalisis dengan metode padan pragmatis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memproduksi tindak tutur direktif berbentuk perintah, larangan, serta tuturan hibrida asertif-direktif untuk menuntut perubahan perilaku. Teguran tersebut diimplementasikan melalui strategi kesantunan terdepersonalisasi pada insiden terbuka, serta kesantunan positif dan off-record saat sesi mediasi personal. Pemilihan strategi linguistik ini berfungsi memitigasi tindakan mengancam muka (face-threatening act) pada peserta didik. Orkestrasi taktik pragmatis ini menciptakan daya perlokusi yang efektif; berhasil meruntuhkan sikap defensif pelaku untuk berefleksi dan saling memaafkan, sekaligus merestorasi muka positif dan rasa aman bagi korban perundungan tanpa menciptakan dendam atau trauma baru.

Berdasarkan hasil analisis pragmatik, dapat disimpulkan bahwa strategi tindak tutur guru dalam memediasi konflik perundungan verbal di kelas III C SD YPPK Kristus Raja Dok V Bawah diterapkan melalui tiga aspek utama.Pertama, guru memproduksi tindak tutur direktif berbentuk perintah, larangan, dan tuturan hibrida (asertif-direktif dan ekspresif-direktif) untuk menghentikan eskalasi konflik dan menuntut perubahan perilaku dari siswa.Kedua, tindak tutur direktif tersebut dibingkai dengan strategi kesantunan, yaitu strategi kesantunan terdepersonalisasi pada situasi konflik terbuka, serta kesantunan positif dan off-record (metafora implisit) pada sesi mediasi personal, untuk memitigasi ancaman terhadap muka siswa.Ketiga, orkestrasi strategi linguistik ini menghasilkan daya perlokusi yang efektif secara psikologis.berhasil meruntuhkan sikap defensif pelaku, mendorong mereka untuk merefleksikan diri dan saling memaafkan, serta sekaligus merestorasi muka positif dan rasa aman bagi korban perundungan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana strategi tindak tutur guru dalam memediasi konflik perundungan verbal dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain dengan budaya dan dinamika kelas yang berbeda. Kedua, apakah ada perbedaan strategi yang digunakan guru dalam memediasi konflik verbal dan fisik, serta bagaimana pengaruhnya terhadap efektivitas mediasi. Ketiga, bagaimana peran dan strategi guru dalam memfasilitasi pemulihan psikologis korban perundungan, serta apakah ada perbedaan pendekatan yang digunakan untuk korban perundungan verbal dan sosial.

  1. Teacher's Speech Act Strategies in Mediating Verbal Bullying Conflicts at YPPK Kristus Raja Dok... ejournal.kyadiren.or.id/index.php/pulchra/article/view/82Teachers Speech Act Strategies in Mediating Verbal Bullying Conflicts at YPPK Kristus Raja Dok ejournal kyadiren index php pulchra article view 82
Read online
File size311.91 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test