KYADIRENKYADIREN

Pulchra Lingua: A Journal of Language Study, Literature & LinguisticsPulchra Lingua: A Journal of Language Study, Literature & Linguistics

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud dan fungsi tindak tutur direktif dalam film Uang Panai serta keterkaitannya dengan konteks komunikasi antartokoh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa satuan tuturan para tokoh yang dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan kerangka teori pragmatik tindak tutur direktif. Hasil penelitian menunjukkan enam kategori tindak tutur direktif yang digunakan, yakni: (1) permintaan (14 data); (2) nasihat (10 data); (3) perintah (9 data); (4) ajakan (6 data); (5) larangan (4 data); dan (6) kritikan (2 data). Dominansi tindak tutur permintaan mencerminkan penggunaan strategi komunikasi yang cenderung persuasif dan non-koersif dalam interaksi sosial tokoh. Temuan ini menunjukkan bahwa tindak tutur direktif tidak hanya berfungsi sebagai penggerak alur cerita, tetapi juga merepresentasikan karakteristik budaya komunikasi masyarakat Bugis-Makassar yang sarat akan nilai-nilai sosial dan kesantunan dalam menyampaikan maksud.

Berdasarkan analisis menyeluruh, semua enam kategori tindak tutur direktif—perintah, permintaan, ajakan, nasihat, kritik, dan larangan—aktif digunakan dalam film Uang Panai, dengan permintaan menjadi bentuk paling dominan (14 kali) diikuti nasihat (10 kali).Dominasi permintaan dan nasihat menunjukkan bahwa pola komunikasi dalam film lebih menekankan strategi persuasif, sopan, dan edukatif dibandingkan tindakan koersif.Dengan demikian, penggunaan tindak tutur direktif dalam Uang Panai mencerminkan secara mendalam budaya komunikasi autentik masyarakat Makassar yang menekankan solidaritas sosial, kesopanan bahasa, dan penghormatan terhadap orang tua.

Penelitian lanjutan dapat menguji perbedaan penggunaan tindak tutur direktif antar film‑film lain yang menggambarkan budaya Bugis‑Makassar, sehingga dapat mengidentifikasi pola variasi kategori seperti permintaan atau nasihat dalam konteks naratif yang berbeda (misalnya film drama versus komedi). Selain itu, sebuah studi eksperimental yang melibatkan penonton dapat menilai bagaimana persepsi audiens terhadap kekuatan persuasif dan kesopanan dari setiap jenis tindak tutur direktif, misalnya dengan mengukur respons emosional atau tingkat kepatuhan setelah mendengar permintaan, nasihat, atau perintah. Akhirnya, penelitian etnografi lapangan pada komunitas Bugis‑Makassar dapat mengeksplorasi bagaimana faktor usia, gender, dan status sosial memengaruhi penggunaan nyata tindak tutur direktif dalam interaksi sehari‑hari, sehingga memperkaya pemahaman tentang hubungan antara praktik bahasa film dan praktik bahasa nyata.

  1. Using Visual Dictionary to Improve Vocabulary of the Students | Pulchra Lingua: A Journal of Language... doi.org/10.58989/plj.v4i1.67Using Visual Dictionary to Improve Vocabulary of the Students Pulchra Lingua A Journal of Language doi 10 58989 plj v4i1 67
  2. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Ghancaran. analisis direktif film keluarga cemara karya... ejournal.uinmadura.ac.id/index.php/ghancaran/article/view/3271Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ghancaran analisis direktif film keluarga cemara karya ejournal uinmadura ac index php ghancaran article view 3271
Read online
File size287.26 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test