UINSIUINSI

MAZAHIBMAZAHIB

Artikel ini mengeksplorasi pernikahan dini di Madura. Pernikahan dini menyebabkan masalah psikologis dan kerugian fisik dan materi yang tidak selaras dengan tujuan pembentukan keluarga dalam Islam. Menggunakan pendekatan metode campuran, artikel ini memanfaatkan kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi yang diperoleh menggunakan Structural Equation Modeling dengan pendekatan Partial Least Square yang dilengkapi dengan analisis kualitatif. Pencapaian tujuan pembentukan keluarga diukur menggunakan Maqāsid Al-Usrah Muhammad. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa keluarga pernikahan dini di komunitas Muslim Madura mencapai tujuan pembentukan keluarga untuk memastikan kelangsungan hidup manusia, mengatur hubungan pria-wanita, menjaga kejelasan garis keturunan, dan melestarikan religiositas dalam keluarga. Pada tingkat metodologis, penelitian ini berkontribusi pada berbagai model untuk mengukur ketahanan keluarga dalam mendirikan dan membangun keluarga. Berdasarkan uji keandalan dan validitas, semua indikator Maqāsid Al-Usrah Jamal Al-Din Atiyah Muhammad dinyatakan valid dan andal sehingga dapat digunakan untuk mengukur pencapaian tujuan pembentukan keluarga pada subjek lain dalam penelitian selanjutnya.

Pencapaian tujuan pembentukan keluarga (maqāṣid al-usrah) untuk keluarga pernikahan dini di komunitas Muslim Madura tertinggi dalam aspek menjaga kelangsungan hidup manusia (0,225), menjaga kejelasan garis keturunan (0,193), mengatur hubungan antara pria dan wanita (0,174), dan menjaga religiositas dalam keluarga (0,173).Maqāṣid al-usrah untuk keluarga pernikahan dini di komunitas Muslim Madura tidak tercapai dalam mewujudkan rasa sakinah, mawaddah, wa rahmah (0,17), menjaga aspek institusional keluarga (0,164), dan mengelola keuangan keluarga (0,09).Metodologis, penelitian ini menawarkan berbagai model untuk mengukur ketahanan keluarga selama proses pembentukan keluarga.Uji keandalan dan validitas mengonfirmasi bahwa semua indikator maqāṣid al-usrah oleh Jamal Al-Din Atiyah Muhammad valid dan andal, sehingga dapat diterapkan untuk menilai tujuan pembentukan keluarga dalam studi mendatang.

Untuk mencegah pernikahan dini di kalangan generasi muda, pemerintah, masyarakat, pemimpin agama, dan orang tua harus mengawasi interaksi sosial anak-anak dan menyediakan pendidikan seks dini. Dampak negatif pernikahan dini harus dikomunikasikan menggunakan contoh nyata dan data sosiologis. Reformasi hukum saja tidak cukup tanpa upaya untuk mengubah sikap masyarakat, meningkatkan layanan dukungan hukum, dan mendidik masyarakat tentang undang-undang pernikahan. Hakim juga perlu dilatih untuk melindungi kepentingan anak dalam kasus pernikahan. Mencapai maqāṣid al-usrah memerlukan promosi prinsip-prinsip Islam, kesetaraan gender, dan tanggung jawab bersama dalam keluarga antara suami dan istri.

  1. Age of Consent in Islam: Between Legal Principles, Controversies, and Social Adaptations | Al Ahkam.... doi.org/10.37035/ajh.v19i2.9590Age of Consent in Islam Between Legal Principles Controversies and Social Adaptations Al Ahkam doi 10 37035 ajh v19i2 9590
  2. Navigating Early Marriages: A Methodological Breakthrough in Family Resilience Measurement | Mazahib.... journal.uinsi.ac.id/index.php/mazahib/article/view/8027Navigating Early Marriages A Methodological Breakthrough in Family Resilience Measurement Mazahib journal uinsi ac index php mazahib article view 8027
  3. MENELUSURI JEJAK ARSITEKTUR LANGGAR DI WONOSOBO | Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat... ojs.unsiq.ac.id/index.php/ppkm/article/view/2038MENELUSURI JEJAK ARSITEKTUR LANGGAR DI WONOSOBO Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat ojs unsiq ac index php ppkm article view 2038
Read online
File size735.96 KB
Pages52
DMCAReport

Related /

ads-block-test