LLDIKTI10LLDIKTI10

Curricula: Journal of Teaching and LearningCurricula: Journal of Teaching and Learning

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penerapan model pembelajaran Think, Talk, Write berbantuan gambar berseri terhadap peningkatan keterampilan menulis narasi bahasa Jerman siswa SMA Negeri 1 Bone. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Bone yang belajar bahasa Jerman. Sedangkan sampel yang digunakan adalah sampel total yaitu diambil dari seluruh populasi yang berjumlah 30 orang, data penelitian diperoleh dengan menggunakan observasi awal dan tes yaitu pretest dan posttest. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji T dengan terlebih dahulu mencari nilai rata-rata dari kedua tes tersebut. Dari hasil analisis data yang diperoleh nilai thitung sebesar 9,923 > dari ttabel sebesar 2,048 pada taraf signifikansi 0,05%. Selain itu, rata-rata nilai yang diperoleh siswa pada pretest sebesar 68,24% berada di bawah nilai ketuntasan belajar. Sedangkan nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada post-test adalah 84,11, hal ini menunjukkan peningkatan sebesar 15,87%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran Think, Talk, Write berbantuan gambar berseri dapat meningkatkan keterampilan menulis narasi bahasa Jerman siswa SMA Negeri 1 Bone secara signifikan.

Berdasarkan analisis data komprehensif, model pembelajaran Think, Talk, Write (TTW) yang diperkaya dengan gambar berseri terbukti meningkatkan kemampuan siswa SMA Negeri 1 Bone dalam menulis esai narasi bahasa Jerman, dengan rata-rata peningkatan sekitar 15 %.Pendekatan ini menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, serta gambar berseri berfungsi sebagai pemicu naratif yang membantu siswa menyusun cerita secara lebih jelas dan terstruktur.Oleh karena itu, model TTW dengan gambar berseri disarankan untuk diadopsi secara lebih luas dalam kurikulum pembelajaran menulis bahasa Jerman.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas model Think, Talk, Write (TTW) yang dibantu gambar berseri pada populasi yang lebih luas, misalnya melibatkan beberapa sekolah menengah atas di berbagai daerah, serta menyertakan kelompok kontrol untuk membandingkan hasilnya. Selain itu, penting untuk meneliti keberlanjutan peningkatan kemampuan menulis narasi bahasa Jerman setelah periode intervensi berakhir, misalnya dengan melakukan tes lanjutan setelah tiga hingga enam bulan untuk melihat apakah keterampilan yang diperoleh tetap terjaga. Selanjutnya, dapat dilakukan perbandingan antara model TTW dengan gambar berseri dan model pembelajaran kooperatif lain atau penggunaan media visual digital, untuk menentukan pendekatan mana yang paling efektif dalam meningkatkan kreativitas dan struktur teks naratif siswa. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang strategi pembelajaran yang optimal bagi siswa bahasa asing. Selain itu, analisis biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk implementasi model ini dapat menjadi fokus studi guna memastikan keberlanjutan praktis di lingkungan sekolah.

Read online
File size190.99 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test