ST3BST3B
JURNAL IMPARTAJURNAL IMPARTAOrangtua belum memiliki pemahaman mengenai peran orang tua dalam membimbing karakter anak remaja usia 12-15 tahun. Karakter anak remaja di GBI Tabgha Tanjung Piayu Batam memiliki tantangan karena masih ada yang terlibat dalam balap‑balapan, godaan untuk merokok, minuman keras, pergaulan anak sekolah yang sering menggoda untuk tidak ikut kegiatan gereja, suka melawan orangtua, tempramen, dan keras kepala. Orangtua kurang memiliki komunikasi dengan anak remaja di GBI Tabgha Tanjung Piayu Batam sehingga adanya keretakan hubungan orangtua dan anak dan karakter anak pun terbentuk bukan dari lingkungan positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana manfaat peran orang tua dalam membimbing karakter anak remaja usia 12-15 tahun di Gereja Bethel Indonesia Tabgha Church Tanjung Piayu Batam. Peran orang tua terwujudkan melalui bimbingan secara berkala dan pribadi mengenai hal positif dan negatif yang harus dihindari atau dilakukan. Orangtua berperan dalam pembentukan kedewasaan rohani anak remaja berdasarkan Firman Tuhan supaya di masa depan remaja menjadi individu yang kuat dan kokoh dalam iman dan takut akan Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan informan lima orangtua yang datanya dikumpulkan melalui wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa ibadah gereja sangat berguna dan terbukti mengembangkan karakter remaja, sementara kurangnya ruang bagi remaja untuk mengungkapkan perasaan, masalah, atau kekhawatiran mereka dapat membuat mereka merasa tidak terdengar atau tidak dihargai. Membimbing karakter anak remaja, terutama oleh orang tua, sangat penting dalam membentuk lingkungan keluarga yang harmonis, penuh kasih, dan pengertian.
Orang tua berperan penting dalam membimbing remaja menuju kedewasaan rohani, dimana bimbingan secara berkala dan pribadi dapat mengarahkan perilaku positif serta mencegah penyimpangan karakter.Komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak remaja diperlukan untuk menumbuhkan karakter yang taat, beriman, dan beretika.Dengan tanggung jawab dan disiplin, orang tua dapat menjadi teladan yang memperkuat iman serta kemampuan spiritual remaja untuk menghadapi tantangan masa depan.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi strategi komunikasi spesifik antara orang tua dan remaja yang paling efektif dalam membentuk karakter positif, misalnya dengan membandingkan pendekatan dialog terbuka versus nasihat tertulis. Selanjutnya, studi komparatif antara gereja Bethel Indonesia dengan gereja lain yang memiliki kebijakan pastoral berbeda dapat mengungkap pengaruh konteks gerejawi terhadap peran orang tua dalam pendampingan karakter remaja. Terakhir, mengkaji dampak media digital dan media sosial terhadap proses pembentukan karakter remaja dapat memberikan wawasan tentang faktor eksternal yang memoderasi efektivitas bimbingan orang tua, sehingga dapat dirumuskan intervensi yang lebih holistik dan adaptif untuk generasi digital masa kini.
| File size | 159.1 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
IAI TABAHIAI TABAH Penelitian ini berkontribusi pada literatur yang ada dengan memberikan bukti empiris tentang efektivitas integrasi kegiatan keagamaan dan sosial dalamPenelitian ini berkontribusi pada literatur yang ada dengan memberikan bukti empiris tentang efektivitas integrasi kegiatan keagamaan dan sosial dalam
IAI TABAHIAI TABAH Permasalahan yang ingin dijawab melalui penelitian ini meliputi: 1) Bagaimana pondok pesantren menumbuhkan karakter sosial. 2) Apa saja faktor pendukungPermasalahan yang ingin dijawab melalui penelitian ini meliputi: 1) Bagaimana pondok pesantren menumbuhkan karakter sosial. 2) Apa saja faktor pendukung
UNMAUNMA Sinergi kuat antara semua pihak, didukung oleh evaluasi berkala dan responsif terhadap masukan, akan mengoptimalkan kontribusi program sebagai bagian integralSinergi kuat antara semua pihak, didukung oleh evaluasi berkala dan responsif terhadap masukan, akan mengoptimalkan kontribusi program sebagai bagian integral
UIN BANTENUIN BANTEN Pihak yang terlibat di dalam pembelajaran ini, yaitu. pendidik, peserta didik dan orangtua/wali peserta didik terikat dengan norma-norma dan etika ketikaPihak yang terlibat di dalam pembelajaran ini, yaitu. pendidik, peserta didik dan orangtua/wali peserta didik terikat dengan norma-norma dan etika ketika
UNMAUNMA Meskipun demikian, masalah seperti pengawasan penggunaan media yang berlebihan masih terus ada. Studi ini menemukan bahwa jika digunakan dengan benar danMeskipun demikian, masalah seperti pengawasan penggunaan media yang berlebihan masih terus ada. Studi ini menemukan bahwa jika digunakan dengan benar dan
UINKHASUINKHAS Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR), di mana peneliti mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, sertaMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR), di mana peneliti mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, serta
ST3BST3B Ilmu pengetahuan dan teknologi terus mengalami perkembangan. Perkembangan tersebut tentunya akan menghasilkan perubahan yang akan dirasakan langsung olehIlmu pengetahuan dan teknologi terus mengalami perkembangan. Perkembangan tersebut tentunya akan menghasilkan perubahan yang akan dirasakan langsung oleh
ST3BST3B Data collection techniques by giving questionnaires to respondents, followed by data analysis. The test results show: 1) level (X) is in the high categoryData collection techniques by giving questionnaires to respondents, followed by data analysis. The test results show: 1) level (X) is in the high category
Useful /
UIN BANTENUIN BANTEN Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaranPendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran
UIN BANTENUIN BANTEN Kendala berupa resistensi guru, keterbatasan sarana, dan perbedaan latar belakang murid diatasi dengan pelatihan, komunikasi efektif, dan kolaborasi. Kesimpulannya,Kendala berupa resistensi guru, keterbatasan sarana, dan perbedaan latar belakang murid diatasi dengan pelatihan, komunikasi efektif, dan kolaborasi. Kesimpulannya,
ST3BST3B Harus ada lima ciri utama dalam perilaku orang Kristen yang berintegritas, yaitu jujur, memiliki motivasi yang benar, murah hati, setia, dan menjaga kesucian.Harus ada lima ciri utama dalam perilaku orang Kristen yang berintegritas, yaitu jujur, memiliki motivasi yang benar, murah hati, setia, dan menjaga kesucian.
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Sementara faktor eksternal adalah faktor hukum atau undang-undang itu sendiri dan faktor situasi dalam diri pelaku atau terdakwa. Hakim harus berhati-hatiSementara faktor eksternal adalah faktor hukum atau undang-undang itu sendiri dan faktor situasi dalam diri pelaku atau terdakwa. Hakim harus berhati-hati