ST3BST3B
JURNAL IMPARTAJURNAL IMPARTAIlmu pengetahuan dan teknologi terus mengalami perkembangan. Perkembangan tersebut tentunya akan menghasilkan perubahan yang akan dirasakan langsung oleh manusia itu sendiri, baik sebagai individu maupun kelompok. Dalam perkembangannya, IPTEK memiliki dua dampak sekaligus, yaitu dampak positif dan dampak negatif. Hingga saat ini, dinamika pro dan kontra terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terus berlangsung di tengah-tengah masyarakat. Perkembangan tersebut akan membawa tantangan baru dan menuntut cara kerja baru. Ada yang pro dan ada yang kontra, ada pula yang mengkaji dengan perspektif agama untuk menakar apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Namun, dalam tulisan ini, penulis membahas dampak dari kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari sudut pandang etika Kristen. Penulis memahami bahwa penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa etika akan menimbulkan masalah yang serius. Etika Kristen hadir untuk memberikan batasan‑batasan etis dan normatif agar kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak melanggar sisi kemanusiaan yang kemudian berdampak destruktif bagi keberlangsungan hidup manusia.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat dihindari, namun manusia harus mampu membedakan batasan penggunaan yang etis dan yang tidak.Etika Kristen berperan penting sebagai panduan moral untuk mencegah dampak destruktif IPTEK terhadap kemanusiaan.Oleh karena itu, penerapan IPTEK harus disertai dengan nilai‑nilai Kristen yang dinamis dan kontekstual.
Mengingat pentingnya mengendalikan dampak negatif IPTEK pada generasi X, Y, dan Z, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi tiga arah utama. Pertama, bagaimana efektivitas kode etik Kristen dalam mengurangi degradasi moral di kalangan generasi Z pada platform media sosial? Kedua, apa pengaruh program literasi digital yang berlandaskan nilai‑nilai Kristen terhadap perilaku etis generasi milenial dalam penggunaan teknologi? Ketiga, bagaimana intervensi berbasis komunitas yang mengintegrasikan prinsip etika Kristen dapat meminimalisir fenomena phubbing di antara semua generasi? Pendekatan kualitatif dan kuantitatif dapat dipadukan untuk mengukur perubahan sikap, pengetahuan, serta praktik sehari‑hari. Hasil penelitian diharapkan memberikan rekomendasi kebijakan yang konkret bagi institusi pendidikan, organisasi keagamaan, dan pembuat regulasi agar penggunaan IPTEK tetap sejalan dengan nilai‑nilai moral yang universal. Dengan demikian, perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara positif tanpa mengorbankan integritas spiritual masyarakat.
| File size | 146.43 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
POLKESBANPOLKESBAN Hal ini dapat terjadi karena faktor dari dalam (psikologi dan fisiologi siswa) dan faktor dari luar (lingkungan belajar, intrumen/alat pendukung prosesHal ini dapat terjadi karena faktor dari dalam (psikologi dan fisiologi siswa) dan faktor dari luar (lingkungan belajar, intrumen/alat pendukung proses
LAKASPIALAKASPIA Sebaliknya, ilmu dalam tradisi Islam secara konsisten mengintegrasikan wahyu, akal, dan pengalaman empiris dengan orientasi moral, spiritual, dan kemaslahatan.Sebaliknya, ilmu dalam tradisi Islam secara konsisten mengintegrasikan wahyu, akal, dan pengalaman empiris dengan orientasi moral, spiritual, dan kemaslahatan.
STAIMNGLAWAKSTAIMNGLAWAK Dalam upaya mengatasi dikotomi keilmuan antara ilmu umum dan ilmu agama dalam pendidikan Islam di Indonesia, artikel ini mengeksplorasi konsep integrasiDalam upaya mengatasi dikotomi keilmuan antara ilmu umum dan ilmu agama dalam pendidikan Islam di Indonesia, artikel ini mengeksplorasi konsep integrasi
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Kajian ini berangkat dari pandangan bahwa ilmu akhlak dan tasawuf bukan sekadar cabang moralitas, melainkan jantung spiritual yang menghidupkan bangunanKajian ini berangkat dari pandangan bahwa ilmu akhlak dan tasawuf bukan sekadar cabang moralitas, melainkan jantung spiritual yang menghidupkan bangunan
ICJAMBIICJAMBI Pemikiran tokoh-tokoh utama memperkaya framework: Durkheim menekankan fungsi integratif dan pembentukan norma, Marx menyoroti reproduksi ketimpangan kelas,Pemikiran tokoh-tokoh utama memperkaya framework: Durkheim menekankan fungsi integratif dan pembentukan norma, Marx menyoroti reproduksi ketimpangan kelas,
JENDELAEDUKASIJENDELAEDUKASI Perolehan hasil belajar posttest kelompok sampel yang menggunakan model pembelajaran inside outside circle yang didukung media audio visual lebih baikPerolehan hasil belajar posttest kelompok sampel yang menggunakan model pembelajaran inside outside circle yang didukung media audio visual lebih baik
ST3BST3B Fakta ini juga didukung melalui pernyataan Pemuda Gereja Bethel Indonesia Bride Of Christ Batam yang merasakan ikatan yang mendalam antara dirinya denganFakta ini juga didukung melalui pernyataan Pemuda Gereja Bethel Indonesia Bride Of Christ Batam yang merasakan ikatan yang mendalam antara dirinya dengan
ST3BST3B Orangtua belum memiliki pemahaman mengenai peran orang tua dalam membimbing karakter anak remaja usia 12-15 tahun. Karakter anak remaja di GBI Tabgha TanjungOrangtua belum memiliki pemahaman mengenai peran orang tua dalam membimbing karakter anak remaja usia 12-15 tahun. Karakter anak remaja di GBI Tabgha Tanjung
Useful /
ICJAMBIICJAMBI Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana Disiplin Kerja, Pengawasan, dan Motivasi Kerja memengaruhi Kinerja Petugas AVSEC. Menggunakan pendekatanPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana Disiplin Kerja, Pengawasan, dan Motivasi Kerja memengaruhi Kinerja Petugas AVSEC. Menggunakan pendekatan
ICJAMBIICJAMBI Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada perluasan implementasi buku Sharaf Arab ke tingkat pendidikan yang berbeda, seperti sekolah menengah pertamaPenelitian selanjutnya dapat berfokus pada perluasan implementasi buku Sharaf Arab ke tingkat pendidikan yang berbeda, seperti sekolah menengah pertama
UMBARRUUMBARRU Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gaya berpikir mahasiswa semester tiga Program Pendidikan Bahasa Inggris di IAIN Parepare serta mengetahuiPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gaya berpikir mahasiswa semester tiga Program Pendidikan Bahasa Inggris di IAIN Parepare serta mengetahui
UMBARRUUMBARRU Sampel penelitian terdiri dari 34 siswa SMA kelas XI MIPA 3, yang dipilih secara acak. Alat ukur yang digunakan adalah tes kemampuan berbicara. Hasil penelitianSampel penelitian terdiri dari 34 siswa SMA kelas XI MIPA 3, yang dipilih secara acak. Alat ukur yang digunakan adalah tes kemampuan berbicara. Hasil penelitian