UINSAIDUINSAID

EL- HayahEL- Hayah

Penelitian ini berisi tentang pembahasan kasus politik Islamic Public Sphere di Jakarta pada tahun 2016-2017. Mengambil kasus Front Pembela Islam (FPI) sebagai studi kasus yang akan diteliti keterkaitannya dengan Islamic Public Sphere di Jakarta. Analisa penelitian ini menggunakan metode qualitative dengan Analisa data melalui content, dan teori berupa Public Sphere milik Jürgen Habermas. Hasil penelitian menunjukan, bahwa Front Pembela Islam (FPI) merupakan bagian dari Public Sphere di Jakarta rentang 2016-2017, yang banyak mempengaruhi keputusan-keputusan pemerintah dalam menentukan arah hukum di Indonesia.

Front Pembela Islam (FPI) merupakan bagian dari ruang publik di Jakarta pada periode 2016–2017 yang memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pemerintah.Narasi amar maruf nahi munkar dan pembela Islam berhasil membentuk opini publik dan mendukung kemenangan Anies Baswedan dalam Pilkada 2017.Aksi FPI juga turut serta memengaruhi proses hukum, termasuk vonis terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sehingga membuktikan peran aktifnya dalam ruang publik politik dan hukum di Indonesia.

Pertama, perlu diteliti bagaimana transformasi narasi politik-religius di media sosial pasca-pembubaran FPI pada 2020 dan dampaknya terhadap partisipasi publik dalam isu-isu hukum dan agama. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas mekanisme hukum negara dalam menangani kelompok moralis yang menggunakan agama sebagai alat politik, termasuk bagaimana penegakan hukum bisa tetap netral di tengah tekanan opini publik massa. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana generasi muda Muslim di perkotaan merespons gerakan populis agama pasca-FPI, khususnya dalam membangun identitas politik mereka tanpa bergantung pada narasi heroik atau victimhood agama. Temuan dari ketiga arah penelitian ini dapat membantu memahami evolusi ruang publik Islam di Indonesia, menjaga keseimbangan antara kebebasan beragama, partisipasi politik, dan integritas hukum negara, serta memberi gambaran tentang masa depan demokrasi Indonesia di tengah maraknya gerakan identitas agama yang bersifat transnasional.

Read online
File size403.95 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test