UMBARRUUMBARRU

JELITAJELITA

Deiksis merupakan unsur penting dalam menciptakan komunikasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk (i) menentukan jumlah setiap jenis deiksis yang terdapat dalam surel dari Kantor Penerbitan Universitas Oxford dan (ii) makna yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori dasar yang digunakan oleh peneliti adalah teori Yule. Yule menjelaskan deiksis sebagai pembagian menjadi 3, yaitu deiksis orang, spasial, dan temporal. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari salah satu sumber yang menerima surel dari Universitas Oxford dan data wawancara. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 jenis deiksis dalam surel, yaitu deiksis orang dan deiksis spasial. Dalam deiksis orang ditemukan 29 data dengan 3 bentuk kata ganti, yaitu You, Your, We, Our, Us, Their, dan It. Dalam deiksis spasial ditemukan 3 data dengan 2 bentuk, yaitu below dan this. Dari data wawancara, peneliti menemukan bahwa bahasa yang digunakan di kampus internasional umumnya mudah dipahami, terutama dengan bantuan deiksis dalam memahami makna pesan, meskipun terkadang memerlukan pembacaan berulang untuk memahami sepenuhnya, dengan pesan dari Universitas Oxford yang cukup sederhana.

Dari data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa terdapat ekspresi deiksis dalam surel dari Universitas Oxford.Dalam surel, telah ditemukan 2 jenis deiksis, yaitu Deiksis Orang dan Deiksis Spasial.Deiksis Orang yang ditemukan adalah “You, Your, We, Our, Us, Their, dan It.Jumlah tertinggi deiksis orang adalah You dan Your dengan total 12 You dan 9 Your.Deiksis Orang memiliki referensi kepada pembaca dan penerima.Kedua ekspresi ini menunjukkan adanya komunikasi dua arah.Sementara bentuk deiksis spasial adalah below dan it.Jumlah tertinggi deiksis spasial adalah below dengan penemuan 2.Bentuk deiksis ini merujuk pada objek dalam pesan.Deiksis Temporal tidak ditemukan dalam data, sehingga kejadiannya sebanyak 0.Keberadaan deiksis dalam surel sangat penting untuk mencegah kesalahpahaman antara pengirim dan penerima.Dari data yang ditemukan, banyak deiksis sebagai referensi dalam pesan, bahkan ditemukan lebih dari satu bentuk deiksis.Keberadaan deiksis tidak hanya ditemukan dalam komunikasi langsung, tetapi juga dalam tulisan.Keberadaan deiksis dalam pesan digital mempengaruhi pemahaman referensi dalam konteks.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis deiksis pada surel dari berbagai universitas internasional, bukan hanya Universitas Oxford. Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih luas tentang penggunaan deiksis dalam komunikasi digital lintas budaya. Selain itu, penelitian dapat diperluas dengan menganalisis pengaruh deiksis pada pemahaman pesan dalam konteks bahasa asing, khususnya bagi pembaca non-pribumi. Apakah deiksis membantu atau menghambat pemahaman, dan bagaimana cara meningkatkan efektivitas deiksis dalam komunikasi lintas budaya? Penelitian ini juga dapat mengkaji peran deiksis dalam membangun hubungan dan kepercayaan antara pengirim dan penerima surel, terutama dalam konteks akademik dan profesional. Bagaimana deiksis dapat digunakan untuk menciptakan kesan positif dan meningkatkan interaksi dalam komunikasi digital?.

  1. Deixis in English Islamic Friday sermons: A pragma-discourse analysis | Alkhawaldeh | Studies in English... jurnal.usk.ac.id/SiELE/article/view/21415Deixis in English Islamic Friday sermons A pragma discourse analysis Alkhawaldeh Studies in English jurnal usk ac SiELE article view 21415
Read online
File size284.39 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test