STIEPANCASETIASTIEPANCASETIA

BDJ Smart : Breakthrough Development Journal in Strategic Management & MarketingBDJ Smart : Breakthrough Development Journal in Strategic Management & Marketing

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh negatif media sosial terhadap hasil belajar siswa di SMAN 4 Medan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang cepat menjadikan media sosial bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari siswa. Namun, penggunaan berlebihannya menimbulkan kekhawatiran mengenai dampak buruknya terhadap prestasi akademik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 33 siswa yang aktif menggunakan media sosial. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian diproses dan dianalisis dengan SPSS versi 27. Uji validitas dan reliabilitas menunjukkan instrumen penelitian layak. Uji asumsi klasik, termasuk uji normalitas dan homogenitas, menunjukkan data memenuhi kriteria untuk analisis parametrik. Hipotesis diuji menggunakan partial t-test, menghasilkan t-count sebesar 5.507 yang melebihi nilai t-tabel 2.048, dengan nilai signifikansi 0.000 < 0.05. Hasil menunjukkan bahwa pengaruh negatif media sosial berpengaruh signifikan dan terukur terhadap hasil belajar siswa. Temuan mengungkap bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan menyebabkan gangguan, menurunkan konsentrasi, dan mengurangi waktu belajar, sehingga berdampak negatif pada pencapaian akademik siswa. Disarankan agar institusi pendidikan, guru, dan orang tua meningkatkan kesadaran serta mengontrol penggunaan media sosial oleh siswa untuk meminimalkan efek merugikan terhadap proses belajar.

Analisis partial t-test menunjukkan nilai t sebesar 5,507 yang signifikan (p = 0,000), menegaskan bahwa media sosial berpengaruh negatif terhadap hasil belajar siswa SMAN 4 Medan.Penggunaan media sosial yang berlebihan meningkatkan gangguan, menurunkan konsentrasi belajar, dan mengurangi waktu belajar, sehingga menurunkan prestasi akademik.Akibatnya, proses pembelajaran terganggu, performa akademik menurun, dan motivasi belajar siswa melemah.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana peran faktor moderasi seperti dukungan keluarga, kebijakan sekolah, atau tingkat literasi digital dapat mempengaruhi hubungan antara penggunaan media sosial dan hasil belajar siswa, sehingga memberikan wawasan tentang strategi mitigasi yang lebih efektif. Selain itu, studi longitudinal dengan sampel yang lebih besar dan variasi latar belakang sekolah dapat mengevaluasi perubahan perilaku penggunaan media sosial serta dampaknya terhadap prestasi akademik selama periode waktu yang lebih panjang, untuk mengidentifikasi pola sebab‑akibat yang lebih kuat dan menguji konsistensi temuan. Penelitian juga dapat mengembangkan dan menguji intervensi pendidikan berbasis digital yang mengintegrasikan media sosial secara produktif ke dalam proses pembelajaran, guna menilai apakah pendekatan tersebut dapat meningkatkan motivasi belajar dan mengurangi efek negatif yang sebelumnya terdeteksi. Selanjutnya, analisis komparatif antara jenis platform media sosial (misalnya Instagram, TikTok, atau YouTube) dapat mengungkap perbedaan tingkat pengaruh negatif terhadap konsentrasi dan waktu belajar. Penelitian kualitatif yang menelusuri persepsi siswa mengenai manfaat dan risiko media sosial dalam konteks akademik dapat memperkaya pemahaman tentang faktor psikologis yang memediasi dampak tersebut. Akhirnya, evaluasi kebijakan regulasi penggunaan perangkat digital di lingkungan sekolah dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti untuk menyeimbangkan kebebasan belajar dengan perlindungan terhadap gangguan belajar.

  1. Tutoring online tutors: Using digital badges to encourage the development of online tutoring skills -... bera-journals.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/bjet.12525Tutoring online tutors Using digital badges to encourage the development of online tutoring skills bera journals onlinelibrary wiley doi 10 1111 bjet 12525
Read online
File size460.26 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test