KEMENSOSKEMENSOS

Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan SosialSosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kesiapan individu untuk berubah dan rasa berdaya psikologis terhadap kesiapan organisasi untuk berubah pada 2 BUMN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Kesiapan Individu untuk Berubah (KIB) dan Rasa Berdaya Psikologis (RBP) bersama-sama memiliki efek yang signifikan pada Kesiapan Organisasi untuk Berubah (KOB) dengan r-square sebesar .34. KIB sendiri berpengaruh signifikan sebesar .51 terhadap KOB. Sedangkan RBP sendiri berpengaruh signifikan sebesar .54 terhadap KOB. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun baik RBP maupun KIB berpengaruh signifikan terhadap KOB, tetapi skor RBP sedikit lebih tinggi dibandingkan KIB. Hasil ini dapat diterapkan tidak hanya pada unit kerja, tetapi juga pada lingkungan sosial pada umumnya.

Pada penelitian ini, terlihat bahwa kedua variabel baik kesiapan individu untuk berubah maupun rasa berdaya psikologis sama-sama memiliki pengaruh positif terhadap kesiapan organisasi untuk berubah.Meskipun demikian, tampak bahwa rasa berdaya psikologis (RBP) yang dicerminkan pada kompetensi dan efikasi diri, kebermaknaan dan dampak terbukti lebih memiliki pengaruh positif terhadap kesiapan organisasi untuk berubah.Untuk itu, organisasi yang menjalani proses perubahan perlu memperhatikan masalah ini, dan membuat berbagai program untuk meningkatkan hal tersebut.Inisiatif perubahan harus juga terdiri dari beberapa tingkatan, tidak hanya tingkat organisasi, tetapi juga tingkat kelompok dan tingkat individu.Pada tingkat organisasi dapat juga dilakukan dengan cara mengubah strategi, struktur dan sistem dan prosedur organisasi dan mengabaikan masalah pada tingkat individu.Pada tingkat kelompok dapat dilakukan intervensi pengembangan dan sinergitas tim.Selain itu, pada tingkat individu, dalam kaitannya dengan kesiapan individu untuk berubah yang tercermin pada keinginan untuk mempromosikan perubahan, keinginan untuk berpartisipasi dan tidak menolak adanya perubahan juga penting untuk memunculkan kesiapan organisasi untuk berubah, maka perlu dilakukan berbagai program pembekalan serta program ganjaran bagi para karyawan yang mau dan aktif dalam mengikuti perubahan, bahkan mempromosikan perubahan.Hal ini disebabkan karena mempromosikan perubahan terbukti memiliki pengaruh yang paling besar atas munculnya kesiapan organisasi untuk berubah.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa variabel lain seperti kepemimpinan, dukungan manajerial, hubungan kerja yang positif, budaya organisasi, proses komunikasi, dan jenis, bentuk, serta isi perubahan untuk menciptakan model yang lebih kuat. Selain itu, penelitian lebih lanjut juga dapat dilakukan pada sampel yang lebih besar dan menggunakan metode pengambilan sampel acak untuk meningkatkan kemampuan umum hasil penelitian. Penelitian dengan jenis organisasi yang berbeda seperti sektor publik, perusahaan nirlaba, dan swasta dalam banyak budaya yang berbeda juga penting untuk dilakukan untuk memperluas pemahaman dan eksplorasi faktor-faktor yang menciptakan kesiapan untuk perubahan. Pengembangan iklim kerja yang kondusif dan komunikasi dalam organisasi, khususnya komunikasi yang berhubungan dengan isu-isu perubahan organisasi, juga perlu dilakukan untuk meningkatkan kesiapan individu dan organisasi untuk berubah.

  1. Pengaruh Kesiapan Individu Untuk Berubah Terhadap Kesiapan Organisasi Untuk Berubah Dengan Mediator Rasa... ejournal.kemensos.go.id/index.php/SosioKonsepsia/article/view/3077Pengaruh Kesiapan Individu Untuk Berubah Terhadap Kesiapan Organisasi Untuk Berubah Dengan Mediator Rasa ejournal kemensos go index php SosioKonsepsia article view 3077
Read online
File size618.45 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test