UPIUPI
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa JepangJAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa JepangPermintaan (irai) adalah genre interaksi lisan yang diajarkan sejak tingkat dasar pembelajaran bahasa Jepang sebagai bahasa asing. Permintaan adalah salah satu tindakan tutur yang dapat menimbulkan potensi ancaman terhadap harga diri. Pemahaman tentang tahap-tahap permintaan yang sesuai dengan budaya Jepang sangat penting bagi pembelajar bahasa Jepang agar dapat berkomunikasi dengan sukses. Oleh karena itu, pedagogi percakapan dengan menggunakan pendekatan wacana sangatlah penting. Penelitian ini menyelidiki kesenjangan struktur potensial dalam percakapan permintaan bahasa Jepang yang direalisasikan dalam pengaturan yang sebenarnya dan model percakapan dalam buku teks. Dengan menggunakan teori genre dan wacana interpersonal Negosiasi sebagai metode analisis wacana kualitatif dari perspektif Linguistik Fungsional Sistematis (SFL), makalah ini menggambarkan kesenjangan dan beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi struktur percakapan permintaan bahasa Jepang. Data diperoleh dari teks percakapan dalam korpus bahasa Jepang yang bernama Japanese Natural Conversation Corpus dan buku teks bahasa Jepang untuk pembelajar dewasa pemula dan menengah. Mengenai struktur, hasil menunjukkan tidak ada perbedaan antara percakapan dalam buku teks dan yang autentik pada tingkat tahap, tetapi keduanya berbeda pada tingkat fase. Tidak ada fase pengenalan masalah, penjelasan tambahan, dan konfirmasi dalam model percakapan buku teks. Selain itu, absennya fase-fase tersebut, perbedaan konten prasyarat antara buku teks dan percakapan autentik, serta panjang fase penalaran, diduga dipengaruhi oleh status hubungan antara peserta (tenor) serta derajat pengenaan objek yang diminta.
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan.1) apa kesenjangan struktur antara percakapan permintaan autentik dan model percakapan buku teks.2) Apa faktor-faktor yang mempengaruhi struktur percakapan permintaan.Penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis teks permintaan tidak memiliki perbedaan dalam tahap-tahapnya, karena keduanya memiliki tiga tahap.pengenalan (senkoo-bu), permintaan (irai-bu), dan penutupan (shuuketsu-bu).Setiap tahap dari permintaan autentik memiliki urutan fase.Tahap pengenalan adalah serangkaian fase penalaran^pernyataan prasyarat^pengantar masalah^(pernyataan prarequest).Tahap permintaan terdiri dari fase penalaran^pernyataan permintaan^penjelasan tambahan^dan respons terhadap permintaan.Tahap penutupan terdiri dari (fase konfirmasi)^pengaturan^penutupan sebagai bagian penutup.Kesenjangan antara keduanya terletak pada tingkat fase dan konten beberapa fase.Model percakapan buku teks menunjukkan absennya fase penjelasan tambahan pada tahap permintaan dan fase konfirmasi pada tahap penutupan.Tidak hanya absennya beberapa fase, tetapi juga penempatan fase yang berbeda antara keduanya.Fase penalaran sebagai pernyataan masalah utama permintaan dalam model buku teks ditempatkan setelah pernyataan permintaan.Berbeda dengan permintaan autentik yang dinyatakan sebelum fase pernyataan permintaan.Selain itu, fase prarequest yang seharusnya bersifat opsional menjadi fase wajib pada setiap tingkat buku teks.Fase konfirmasi yang seharusnya muncul dalam percakapan yang melibatkan hubungan status yang setara tidak muncul dalam buku teks.Sebaliknya, fase pengaturan pada tahap penutupan hanya muncul pada tingkat pre-intermediate dan intermediate.Percakapan autentik menunjukkan perbedaan konten berdasarkan jenis status hubungan antara peserta.Permintaan ketersediaan waktu terutama diterapkan dalam interaksi yang tidak setara, sedangkan obrolan santai atau berbagi kondisi diterapkan ketika peserta memiliki status yang setara.Namun, model buku teks selalu menggunakan konten permintaan ketersediaan waktu baik dalam interaksi setara maupun tidak setara.Oleh karena itu, perbedaan ini harus diantisipasi mengingat peran penting fase prasyarat dalam percakapan permintaan.Ada dua faktor yang diduga berperan penting dalam konfigurasi struktur permintaan, yaitu jenis status hubungan interpersonal (setara atau tidak setara) dan derajat pengenaan objek yang diminta.Penelitian ini telah mengonfirmasi bahwa status hubungan antara peserta (tenor), sebagai salah satu komponen konteks situasional, menentukan penampilan fase dan kontennya.Deskripsi struktur wacana percakapan permintaan di atas diharapkan dapat berkontribusi pada pembelajaran percakapan bahasa Jepang.Pengetahuan wacana tentang tahap dan fase membantu pembelajar bahasa Jepang melakukan permintaan dengan tepat sesuai dengan budaya penutur bahasa Jepang.Namun, karena absennya beberapa fase yang wajib dalam model percakapan buku teks, percakapan autentik diperlukan sebagai bahan pengajaran tambahan.Selain itu, kurangnya model percakapan yang melibatkan peserta dengan status setara dalam buku teks lebih memperkuat kebutuhan akan bahan percakapan autentik.Lebih lanjut, pekerjaan lebih lanjut tentang pilihan linguistik pada setiap tahap atau fase harus dilakukan untuk menyelidiki makna interpersonal permintaan yang hasilnya akan memperkaya penelitian ini.
Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang peran status hubungan interpersonal (tenor) dalam menentukan struktur percakapan permintaan. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa tenor mempengaruhi penampilan fase dan kontennya. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengonfirmasi asumsi ini dengan melibatkan lebih banyak data dengan berbagai jenis status hubungan dan derajat pengenaan. Kedua, penelitian tentang pilihan linguistik pada setiap tahap atau fase juga penting untuk dilakukan. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa pilihan linguistik dapat mempengaruhi makna interpersonal permintaan. Dengan menyelidiki lebih lanjut pilihan linguistik, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang strategi dan taktik yang digunakan dalam percakapan permintaan. Ketiga, penelitian tentang percakapan autentik yang melibatkan peserta dengan status setara juga sangat diperlukan. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa kurangnya model percakapan yang melibatkan peserta dengan status setara dalam buku teks memperkuat kebutuhan akan bahan percakapan autentik. Dengan mempelajari percakapan autentik, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dinamika percakapan permintaan dalam konteks yang sebenarnya.
- 関西大学学術リポジトリ. weko3 nbsp send weko one fine body https doi f09ab66e 193e 4c90 94ab... doi.org/10.32286/00022674nueEEyCEOE weko3 nbsp send weko one fine body https doi f09ab66e 193e 4c90 94ab doi 10 32286 00022674
- Perception and Modification: A Pragmatic Study of Irai Hyougen by Japanese Learners | Indraswari | IZUMI.... doi.org/10.14710/izumi.10.1.67-83Perception and Modification A Pragmatic Study of Irai Hyougen by Japanese Learners Indraswari IZUMI doi 10 14710 izumi 10 1 67 83
| File size | 507.06 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
IAILMIAILM Dengan demikian 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 2,76 ≥ 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 2,048 sehingga 𝐻𝑎 diterima dan 𝐻0 ditolak. Jadi setelah diuji signifikasiDengan demikian 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 2,76 ≥ 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 2,048 sehingga 𝐻𝑎 diterima dan 𝐻0 ditolak. Jadi setelah diuji signifikasi
USUUSU Ketiga, sistem fonologis Bahasa Indonesia dan bahasa Singkil secara prinsip serupa dalam konsonan.mereka serupa dalam hal oposisi fonemik dan fitur fonetikKetiga, sistem fonologis Bahasa Indonesia dan bahasa Singkil secara prinsip serupa dalam konsonan.mereka serupa dalam hal oposisi fonemik dan fitur fonetik
USUUSU Pengaruh latar belakang linguistik terhadap proses berpikir adalah inti dari Hipotesis Sapir-Whorf, yang menyatakan bahwa bahasa membentuk persepsi kognitifPengaruh latar belakang linguistik terhadap proses berpikir adalah inti dari Hipotesis Sapir-Whorf, yang menyatakan bahwa bahasa membentuk persepsi kognitif
PCMKRAMATJATIPCMKRAMATJATI Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media audiovisual moderasi beragama dalam pembelajaran bahasa Indonesia mampu meningkatkan motivasi danHasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media audiovisual moderasi beragama dalam pembelajaran bahasa Indonesia mampu meningkatkan motivasi dan
UNISMUHUNISMUH Terdapat rubrik penilaian lembar kerja peserta didik individu, kelompok, penilaian sikap, dan penilaian keterampilan. Belum tercantum asesmen yang menunjukkanTerdapat rubrik penilaian lembar kerja peserta didik individu, kelompok, penilaian sikap, dan penilaian keterampilan. Belum tercantum asesmen yang menunjukkan
MACHUNGMACHUNG Gaya puisi juga sedikit berubah setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, menjadi lebih sederhana dan ringkas dalam deskripsi, namun tetap eleganGaya puisi juga sedikit berubah setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, menjadi lebih sederhana dan ringkas dalam deskripsi, namun tetap elegan
ALJAMIAHALJAMIAH Islam Rasional menawarkan pendekatan interaksi dialektis antara Islam dan pemikiran rasional yang saling memperkuat validitas dan otentisitas masing-masing.Islam Rasional menawarkan pendekatan interaksi dialektis antara Islam dan pemikiran rasional yang saling memperkuat validitas dan otentisitas masing-masing.
SERAMBI MEKKAHSERAMBI MEKKAH Literatur review ini bertujuan mengulas keefektifan klorinasi dalam membasmi virus (dan bakteri) di air minum dan air limbah agar masyarakat memperolehLiteratur review ini bertujuan mengulas keefektifan klorinasi dalam membasmi virus (dan bakteri) di air minum dan air limbah agar masyarakat memperoleh
Useful /
UPIUPI Dalam hubungannya dengan pembelajaran Kanji, ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan pembelajaran Kanji, termasuk variasi strategiDalam hubungannya dengan pembelajaran Kanji, ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan pembelajaran Kanji, termasuk variasi strategi
UNISMUHUNISMUH Berdasarkan tujuan penelitian, strategi yang digunakan adalah dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara,Berdasarkan tujuan penelitian, strategi yang digunakan adalah dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara,
UNISMUHUNISMUH (iii) Bagaimana peran guru PAI dalam mengajarkan pemahaman moderasi beragama kepada peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan PAI dapat meningkatkan(iii) Bagaimana peran guru PAI dalam mengajarkan pemahaman moderasi beragama kepada peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan PAI dapat meningkatkan
UPIUPI Dalam kelompok eksperimen, penulis menggunakan metode Focus on Form (FoF) untuk mengajarkan konsep argument verba sehingga mahasiswa dapat menentukan partikelDalam kelompok eksperimen, penulis menggunakan metode Focus on Form (FoF) untuk mengajarkan konsep argument verba sehingga mahasiswa dapat menentukan partikel