UPIUPI

JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa JepangJAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang

Studi ini membandingkan pengajaran Nihonjijo (Japanology) di sebuah universitas pendidikan di Bandung, Indonesia dan sebuah universitas negeri di Bangkok, Thailand. Penelitian ini menyelidiki bagaimana pendidikan budaya terintegrasi ke dalam kurikulum dan dipengaruhi oleh kebijakan pendidikan nasional, faktor ekonomi, serta kebutuhan masyarakat setempat. Universitas di Indonesia menekankan aspek tradisional dan populer dari budaya Jepang, yang menekankan hubungan intrinsik antara bahasa dan budaya, sedangkan universitas di Thailand mengadopsi pendekatan yang lebih pragmatis, berfokus pada hubungan sosial, politik, dan ekonomi, dengan pengalaman praktis seperti kunjungan lapangan ke perusahaan Jepang lokal. Studi ini menggunakan analisis dokumen dari silabus dan rencana belajar semester di kedua universitas, serta wawancara dengan pengajar mata kuliah untuk memahami dasar-dasar di balik desain silabus. Temuan menunjukkan perbedaan signifikan dalam tujuan mata kuliah, strategi pengajaran, dan alokasi kredit. Universitas di Indonesia memupuk apresiasi budaya melalui pendekatan eksploratif, yang mencakup topik seperti seni tradisional, manga, anime, dan budaya pop. Sebaliknya, universitas di Thailand mengintegrasikan perspektif bisnis dan global, sejalan dengan hubungan ekonomi yang kuat antara Thailand dan Jepang serta permintaan akan profesional di perusahaan Jepang. Perbedaan ini memiliki implikasi penting bagi pendidikan budaya Jepang di kedua konteks. Di Indonesia, Nihonjijo berfungsi untuk memperkaya pengetahuan budaya siswa sebagai bagian dari pendidikan bahasa. Di Thailand, ia diposisikan sebagai persiapan untuk pekerjaan, dengan penekanan pada kompetensi budaya yang relevan dengan tempat kerja. Studi ini menyoroti kebutuhan akan metodologi pengajaran adaptif yang menyeimbangkan pemahaman budaya dengan penerapan praktis, memastikan agar Nihonjijo tetap relevan dengan lanskap akademik dan profesional.

Perbandingan antara UPI dan SU mengungkapkan perbedaan signifikan dalam cara pengajaran budaya Jepang, yang mencerminkan tujuan pendidikan dan konteks budaya yang berbeda antara Indonesia dan Thailand.Pendekatan UPI, yang menekankan budaya tradisional dan populer, bertujuan membangun apresiasi yang luas terhadap budaya Jepang di antara siswa, sejalan dengan misinya sebagai institusi pendidikan.Di sisi lain, pendekatan pragmatis SU, dengan fokus kuat pada aspek sosial, politik, dan ekonomi, mempersiapkan siswa untuk terlibat dengan peran Jepang dalam konteks global, terutama berkaitan dengan hubungan ekonomi Thailand dengan Jepang.Meskipun perbedaan tersebut, kedua institusi berbagi komitmen untuk memupuk pemikiran kritis, komunikasi yang efektif, dan pemahaman mendalam tentang budaya Jepang melalui kurikulum masing-masing.

Untuk meningkatkan relevansi pendidikan budaya Jepang dalam konteks global, UPI disarankan mempertimbangkan untuk mengintegrasikan elemen pragmatis ke dalam kurikulumnya, seperti aplikasi dunia nyata dan interaksi budaya lokal, agar pendidikan budaya Jepang lebih relevan dengan tantangan global. Sebaliknya, SU dapat mempertimbangkan untuk mengintegrasikan elemen budaya tradisional dan populer ke dalam kursusnya untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang budaya Jepang kepada siswa, yang dapat mendalam apresiasi dan keterlibatan budaya mereka. Selain itu, kedua universitas dapat mengeksplorasi lebih banyak peluang kolaboratif, seperti program pertukaran budaya bersama, untuk memberikan siswa dengan perspektif yang beragam dan pemahaman yang lebih komprehensif tentang budaya Jepang di dunia yang terglobalisasi.

Read online
File size446.17 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test