UPIUPI

JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa JepangJAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang

Penelitian ini menyelidiki kesetaraan pragmatis dalam menerjemahkan aizuchi Jepang, atau backchannels percakapan, ke dalam subtitle bahasa Indonesia dalam video edukasi Yume e no Daiippo. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, penelitian ini menganalisis 42 contoh aizuchi menggunakan teori tindakan tutur Searle dan skala kesetaraan lima poin. Temuan menunjukkan bahwa aizuchi ekspresif, seperti interjeksi Jepang Ā, yang diterjemahkan menjadi Aduh dalam bahasa Indonesia, mencapai kesetaraan fungsional tertinggi sebesar 89%. Aizuchi direktif, termasuk frase seperti “Sō desu ka yang diterjemahkan sebagai “Oh, begitu ya, menunjukkan kesetaraan 76% melalui adaptasi retoris. Aizuchi komisif menunjukkan tingkat kesetaraan yang lebih rendah sebesar 61%, menunjukkan spesifisitas budaya yang lebih besar. Tiga strategi terjemahan utama muncul: substitusi budaya untuk aizuchi ekspresif, reformulasi retoris untuk jenis direktif, dan penambahan mikro strategis untuk mengkompensasi makna implisit. Penelitian ini menekankan tantangan kesenjangan frekuensi, di mana aizuchi Jepang terjadi lebih sering daripada norma percakapan bahasa Indonesia yang biasanya dapat menampung, sehingga memerlukan teknik penghilangan selektif dan kondensasi. Temuan ini berkontribusi pada teori terjemahan audiovisual dengan menunjukkan bagaimana kesetaraan fungsional dapat dicapai meskipun perbedaan struktural bahasa. Penelitian ini menawarkan panduan praktis bagi penerjemah yang bekerja dengan unsur-unsur pragmatis yang kaya, terutama dalam media edukasi.

Penelitian ini mewakili penyelidikan sistematis pertama tentang terjemahan aizuchi Jepang ke dalam bahasa Indonesia dalam subtitle edukasi, menawarkan wawasan baru tentang bagaimana ekspresi yang kaya secara pragmatis disesuaikan di antara bahasa dalam konteks pedagogis formal.Penelitian ini memeriksa bagaimana aizuchi Jepang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dalam video edukasi Yume e no Daiippo, dengan fokus pada mencapai kesetaraan pragmatis.Dengan menganalisis subtitle terpilih menggunakan kerangka tindakan tutur Searle, penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar aizuchi diterjemahkan dengan cara yang mempertahankan fungsi komunikatif mereka, seperti mengekspresikan emosi, mempertahankan alur percakapan, atau menandakan perhatian.Temuan ini menekankan pentingnya sensitivitas budaya dalam terjemahan subtitle, terutama ketika menangani penanda diskursif yang halus seperti aizuchi.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki perbedaan antara terjemahan aizuchi dalam format dubbing dan subtitling, karena kedua modus ini menawarkan peluang dan tantangan yang berbeda dalam menyampaikan makna pragmatis. Kedua, penelitian tentang variasi genre dapat memberikan wawasan penting. Membandingkan bagaimana aizuchi diterjemahkan dalam konten edukasi formal dengan media hiburan informal seperti anime atau drama televisi dapat membantu menentukan apakah strategi yang diidentifikasi dalam penelitian ini berlaku di berbagai konteks. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana pembelajar bahasa Jepang memahami dan memahami aizuchi yang diterjemahkan dalam materi subtitled. Studi seperti itu dapat menilai apakah strategi terjemahan saat ini secara efektif memfasilitasi pemahaman lintas budaya atau apakah intervensi tambahan (misalnya anotasi, instruksi eksplisit) mungkin meningkatkan nilai pedagogis aizuchi subtitled bagi mahasiswa bahasa.

Read online
File size522.79 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test