UPIUPI

JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa JepangJAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang

Penelitian ini memeriksa bagaimana pendidikan bahasa Jepang mempersiapkan warga Indonesia untuk program pekerja terampil khusus (Specified Skilled Worker/SSW) di Jepang. Seiring dengan meningkatnya hubungan ekonomi antara Indonesia dan Jepang, permintaan tenaga terampil di sektor‑sektor kunci juga meningkat. Program SSW Jepang bertujuan menarik tenaga kerja asing, termasuk Indonesia, untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Wawancara kualitatif dilakukan dengan organisasi pengirim Indonesia serta kandidat dalam program persiapan visa SSW. Penelitian ini memfokuskan pada kerangka pendidikan bahasa Jepang, kesesuaiannya dengan tuntutan industri, pengembangan kurikulum, metodologi pengajaran, dan pelatihan kompetensi bahasa. Studi ini juga mengevaluasi dampak kebijakan pemerintah dan kesepakatan bilateral terhadap migrasi tenaga terampil antara Indonesia dan Jepang. Tujuannya memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan program pendidikan serta mekanisme pendukung guna integrasi yang lebih baik ke pasar kerja Jepang. Dengan mengunjungi hampir 60 institusi pelatihan vokasi yang berlisensi mengirimkan magang ke Jepang serta beberapa Organisasi Pengirim (SO) berizin SP3MI, penelitian menemukan bahwa program SSW telah mendiversifikasi bahan ajar dan memperkenalkan kurikulum baru untuk pendidikan bahasa Jepang di Indonesia. Namun, hal tersebut juga menimbulkan kekurangan pengajar di lembaga pembelajaran bahasa Jepang non‑akademik. Selain itu, ketidakpastian seputar ujian bahasa menyebabkan banyak kandidat lebih memilih TITP dibandingkan program SSW. Dari perspektif human capital, studi ini menekankan perlunya tindakan segera seperti kurikulum berbasis sektor dan pelatihan komprehensif bagi pengajar untuk meningkatkan kualitas kandidat SSW, sehingga memperbaiki pengalaman mereka di Jepang.

Penelitian menunjukkan bahwa program SSW telah secara signifikan mempengaruhi pendidikan bahasa Jepang di Indonesia, terutama melalui persyaratan kompetensi bahasa sebagai kriteria masuk, yang menekankan pentingnya pengembangan human capital di negara pengirim.Program tersebut telah memicu diversifikasi bahan ajar, pembuatan kurikulum baru, namun juga menimbulkan kekurangan tenaga pengajar serta ketidakpastian ujian bahasa yang menyebabkan sebagian kandidat lebih memilih TITP.Oleh karena itu, diperlukan langkah segera untuk meningkatkan keadilan dan aksesibilitas ujian bahasa, menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan sektoral, serta menyediakan pelatihan komprehensif bagi pengajar demi menciptakan sistem pendidikan bahasa Jepang yang lebih efektif dan adil bagi pekerja Indonesia.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas kurikulum berbasis sektor dalam meningkatkan kompetensi bahasa Jepang kandidat SSW, dengan membandingkan hasil ujian dan kepuasan kerja di sektor‑sektor berbeda; selanjutnya, studi dapat mengeksplorasi penggunaan platform digital atau pembelajaran daring untuk mengurangi ketergantungan pada pengajar tatap muka, menguji sejauh mana teknologi dapat menutup kekurangan tenaga pengajar dan memperluas akses pelatihan; terakhir, penelitian dapat menilai dampak sertifikasi bahasa alternatif, seperti perbandingan antara JLPT dan JFT, terhadap proses seleksi, mobilitas, dan hasil penempatan kerja kandidat SSW, guna memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih fleksibel dan berbasis bukti bagi pemerintah dan lembaga pelatihan.

Read online
File size328.59 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test