BINAMANDIRIBINAMANDIRI

International Journal of Social SciencesInternational Journal of Social Sciences

Sistem zonasi yang diterapkan sejak tahun 2017 telah secara signifikan mengubah lanskap pendidikan menengah di Kota Jayapura, memicu munculnya sekolah menengah baru. Penelitian ini menganalisis faktor‑faktor yang mendorong proliferasi sekolah menengah baru selama era zonasi serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang menyertainya. Dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode studi kasus, penelitian melibatkan 35 informan kunci meliputi penyedia pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat, serta analisis dokumen perizinan dan statistik pendidikan (2017‑2024). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dari 68 sekolah pada tahun 2017 menjadi 89 sekolah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 30,9 %. Faktor pemicu utama meliputi keterbatasan kapasitas sekolah yang ada, peluang bisnis pendidikan yang menguntungkan, tuntutan keadilan geografis, dan resistensi kelompok kelas menengah‑atas terhadap pembatasan zonasi. Peluang yang muncul antara lain akses pendidikan yang lebih merata, diversifikasi program, dan peningkatan investasi infrastruktur. Tantangan yang dihadapi meliputi disparitas kualitas, fragmentasi sistem, serta kekhawatiran terhadap keberlanjutan operasional.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan sistem zonasi di Kota Jayapura telah memicu munculnya 21 sekolah menengah baru selama periode 2017‑2025, dengan pertumbuhan sebesar 43,8 %.Kemunculan tersebut dipengaruhi oleh lima faktor utama yaitu keterbatasan kapasitas sekolah yang ada, resistensi kelompok ekonomi menengah‑atas terhadap pembatasan akses, peluang bisnis pendidikan yang menguntungkan, tuntutan keadilan geografis di daerah pinggiran, serta kebutuhan diversifikasi program pendidikan.Analisis kuantitatif mengindikasikan perubahan signifikan pada jumlah sekolah, investasi, partisipasi siswa, rasio guru‑siswa, serta menimbulkan peluang peningkatan akses tetapi juga menimbulkan tantangan berupa disparitas kualitas, fragmentasi sistem, dan masalah keberlanjutan operasional.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengembangan platform digital terpadu untuk memantau proses perizinan sekolah, dengan tujuan menilai sejauh mana transparansi dan efisiensi meningkat dalam konteks sistem zonasi. Selanjutnya, diperlukan kajian mengenai dampak penerapan anggaran partisipatif berbasis masyarakat terhadap keberlanjutan serta peningkatan kualitas sekolah menengah baru di daerah pinggiran Jayapura, khususnya dalam menutup kesenjangan fasilitas. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki pengaruh model kurikulum interdisipliner terhadap hasil belajar siswa dan upaya mengurangi segregasi pendidikan antara sekolah swasta dan publik yang beroperasi pada sistem zonasi. Pertanyaan-pertanyaan ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif tentang mekanisme kebijakan yang lebih adaptif, partisipatif, dan inovatif. Metode campuran antara analisis kuantitatif data pendidikan dan studi kasus mendalam akan memperkuat validitas temuan. Hasilnya dapat menjadi dasar rekomendasi kebijakan yang lebih terarah bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat berkontribusi pada pencapaian sistem pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di Kota Jayapura.

Read online
File size320.79 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test