UPIUPI

JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa JepangJAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan teknik penerjemahan lisan yang digunakan dan akurasi hasil penerjemahan dalam terjemahan lisan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia yang diterjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa Jepang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data seperti triangulasi, teknik non-partisipatif, teknik mencatat, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik penerjemahan yang diusulkan oleh Jones (2002) untuk menganalisis teknik dan parameter yang digunakan untuk menilai akurasi interpretasi yang diusulkan oleh Saehu (2018) dan Nababan, Nuraeni, dan Sumardiono (2012) untuk menilai kualitas interpretasi. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa teknik yang paling sering digunakan adalah penghilangan. Penghilangan paling banyak digunakan untuk mengklarifikasi pesan penting yang harus disampaikan kepada pendengar dengan mengabaikan hal-hal yang dianggap kurang penting. Namun, penggunaan teknik penghilangan menyebabkan banyak hasil terjemahan menjadi kurang akurat karena masih ada pesan dari bahasa sumber yang tidak disampaikan secara lengkap ke dalam bahasa sasaran. Berdasarkan analisis, juga ditemukan bahwa teori teknik penerjemahan yang diusulkan oleh Jones tidak cocok untuk penerjemahan lisan karena tidak dapat mengakomodasi semua ucapan dalam penerjemahan lisan. Setelah semua, tidak ada data yang menggunakan teknik antisipasi dan ada proses penerjemahan yang sama sekali tidak menggunakan teknik penerjemahan berdasarkan teori yang diusulkan oleh Jones. Peneliti di masa depan dapat menggunakan lebih dari satu teknik atau dapat menggunakan teori lain yang dapat memperkuat, mendukung, dan bahkan mendalam untuk menganalisis teknik penerjemahan lisan dan menilai akurasinya. Peneliti di masa depan juga dapat menilai kualitas interpretasi dengan beberapa ahli sehingga hasilnya dapat lebih objektif.

Berdasarkan analisis 32 data, ditemukan bahwa teknik penerjemahan lisan yang paling banyak digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penghilangan.Teknik penghilangan banyak digunakan oleh penerjemah karena bertujuan untuk mengklarifikasi pesan penting yang akan disampaikan dalam bahasa sasaran dengan menghilangkan hal-hal yang hanya tambahan atau tidak terlalu penting untuk disampaikan.Namun, penggunaan teknik penghilangan menyebabkan banyak hasil terjemahan menjadi kurang akurat karena masih ada pesan dari bahasa sumber yang tidak disampaikan secara lengkap dalam bahasa sasaran.Melalui analisis yang dilakukan dalam penelitian ini, ditemukan bahwa teori teknik penerjemahan yang diusulkan oleh Jones (2002) tidak dapat mengakomodasi semua ucapan dalam penerjemahan lisan karena tidak ada data yang menggunakan teknik antisipasi dan ada proses penerjemahan yang sama sekali tidak menggunakan teknik penerjemahan berdasarkan teori yang diusulkan oleh Jones.Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa teori teknik penerjemahan yang diusulkan oleh Jones (2002) tidak cocok untuk penerjemahan lisan.Peneliti di masa depan dapat menggunakan lebih dari satu teknik atau dapat menggunakan teori lain yang dapat memperkuat, mendukung, dan bahkan mendalam untuk menganalisis teknik penerjemahan lisan dan menilai akurasinya.Peneliti di masa depan juga dapat menilai kualitas interpretasi dengan beberapa ahli sehingga hasilnya dapat lebih objektif.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam terhadap teknik-teknik penerjemahan lisan yang digunakan dalam konteks-konteks berbeda, seperti dalam konferensi internasional atau pertemuan bisnis. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi teknik-teknik baru yang dapat meningkatkan akurasi dan kualitas penerjemahan lisan, serta untuk mengembangkan metode pelatihan yang efektif bagi penerjemah lisan. Penelitian juga dapat dilakukan untuk menilai dampak penggunaan teknologi dalam penerjemahan lisan, seperti penerapan alat bantu penerjemahan atau sistem penerjemahan otomatis, dan bagaimana teknologi tersebut dapat meningkatkan atau mengurangi akurasi dan kualitas interpretasi. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas dan akurasi penerjemahan lisan dari bahasa Indonesia ke bahasa Jepang.

  1. プロの通訳者による逐次通訳と同時通訳の訳出率に関する比較研究. issn print... jstage.jst.go.jp/article/its/18/0/18_1806/_article/-char/jaEEAAoAIACOCUAaAoAaUoCAoANaNAnAoCUiEi issn print jstage jst go jp article its 18 0 18 1806 article char ja
Read online
File size580.25 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test