UNKRISUNKRIS

INDUSTRIKRISNAINDUSTRIKRISNA

Kondisi sistem kerja yang kurang ergonomis dapat menyebabkan postur tubuh yang tidak ideal, sehingga pekerja mudah lelah karena adanya beberapa bagian tubuh yang menerima beban statis secara kontinyu, Oleh sebab itu sistem kerja saat ini perlu diperbaiki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak keluhan pekerja, menentukan postur tubuh saat bekerja, dan merancang sistem kerja yang ergonomis yang dapat memberikan kemudahan kepada operator saat melakukan pekerjaannya. Metode penelitian ini menggunakan (NBM) untuk menganalisis keluhan pekerja, (REBA) dan (OWAS) untuk mengukur postur tubuh, serta data antropometri untuk menentukan dimensi desain trolly replenishment. Data diperoleh dari pengumpulan data keluhan pekerja sebelum perancangan, postur tubuh sebelum perancangan, data antropometri, serta data waktu siklus. Dengan dilakukan perancangan sistem kerja yang baru berdasarkan tiga aspek utama yaitu layout, gerakan, serta alat bantu kerja, didapat perubahan yang signifikan terhadap keluhan, postur kerja, dan waktu siklus operator.

Setelah dilakukan perancangan sistem kerja berdasarkan ketiga aspek utama yaitu layout, gerakan dan alat bantu kerja, maka didapat perubahan yang signifikan terhadap keluhan, postur kerja, serta waktu baku operator untuk mengerjakan 1 peti HPL.Dari segi layout setelah perancangan, area-area tempat penyimpanan limbah sementara, seperti kayu, klem, dan juga tatakan yang awalnya jauh dari lokasi pembongkaran peti, kini sudah menjadi lebih dekat.Lalu dari segi ekonomi gerakan, setelah perancangan gerakan kerja menjadi lebih ergonomis dengan memperhatikan prinsip-prinsip ekonomi gerakan dan motion study.Salah satunya adalah mengeliminasi gerakan membungkuk saat mengambil HPL agar operator tidak cepat merasa lelah dan mengalami cidera.Kemudian dengan penambahan alat bantu kerja berupa Trolly Replenishment dengan dimensi Trolly seperti pada tabel 5.Terdapat perubahan yang signifikan dari keluhan, postur tubuh, hingga waktu baku yang dibutuhkan.Perubahan tersebut terbukti dengan hasil penurunan skor NBM menjadi 36 termasuk tingkat resiko “Rendah dan belum diperlukan tindakan.Dari pengukuran postur tubuh dengan OWAS menunjukkan bahwa operator berada dalam ktegori 1 yang memiliki arti tidak adanya permasalahan disistem musculoskeletal pada sikap ini.Serta waktu siklus yang semula membutuhkan waktu 43,4 menit untuk mengerjakan 1 peti HPL, menjadi 37,0 menit sehingga output yang dihasilkan operator pun bertambah dari awalnya sekitar ±3700 lembar sehari, dengan Trolly ini bisa mencapai ±4200 lembar sehari.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan evaluasi jangka panjang terhadap dampak perancangan sistem kerja baru ini terhadap produktivitas dan kesehatan pekerja. Selain itu, studi komparatif antara sistem kerja baru dan lama dapat dilakukan untuk mengukur perbedaan secara kuantitatif. Terakhir, penelitian dapat dikembangkan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi kenyamanan dan keselamatan pekerja, seperti lingkungan kerja dan peralatan pendukung.

Read online
File size671.71 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test