UPIUPI

JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa JepangJAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang

Bahasa Jepang berbeda dengan bahasa Indonesia dalam hal huruf, pola tata bahasa, pengucapan, dan kosakata. Perbedaan tersebut menyebabkan kesulitan bagi siswa, seperti kebingungan antara kosakata yang memiliki pengucapan mirip, kesalahan dalam membedakan bunyi panjang dan pendek, serta kurangnya jeda pada kalimat, yang berakibat pada aksen yang tidak alami. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan situs OJAD (Online Japanese Accent Dictionary) untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Jepang, khususnya melalui fitur Suzuki‑kun Prosody Tutorial yang memungkinkan latihan pengucapan kata atau kalimat secara akurat meliputi aksen dan intonasi. Penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif melibatkan siswa kelas X pada Sekolah Menengah Kejuruan di Cilacap. Hasil menunjukkan bahwa setelah menggunakan situs OJAD, kemampuan berbicara siswa meningkat, dengan pengucapan dan intonasi yang lebih baik, serta meningkatkan antusiasme dan kesenangan dalam belajar bahasa Jepang. Diharapkan temuan ini dapat menjadi referensi dalam upaya meningkatkan profisiensi bahasa Jepang, khususnya pada keterampilan berbicara.

Penggunaan situs OJAD sebagai media pembelajaran terbukti meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Jepang siswa, terutama dalam hal pelafalan dan intonasi.Sebanyak 36 siswa melaporkan peningkatan kemampuan setelah memanfaatkan fitur Suzuki‑kun Prosody Tutorial, yang memudahkan praktik melalui audio yang dihasilkan.Selain peningkatan keterampilan, penggunaan OJAD juga meningkatkan motivasi dan antusiasme siswa dalam belajar bahasa Jepang, sehingga dapat menjadi referensi untuk peningkatan profisiensi berbicara.

Bagaimana efektivitas integrasi fitur analisis Romaji pada situs OJAD dalam meningkatkan kemampuan pengucapan siswa dibandingkan dengan penggunaan huruf Hiragana/Katakana saja? Apakah penerapan modul pembelajaran berbasis gamifikasi yang memanfaatkan audio hasil OJAD dapat meningkatkan motivasi dan retensi pengetahuan fonetik bahasa Jepang pada siswa SMK? Sejauh mana penggunaan OJAD secara kolaboratif dalam kelompok kecil mempengaruhi perkembangan kemampuan berinteraksi bahasa Jepang secara lisan, khususnya dalam konteks percakapan real‑time? Apakah kombinasi pelatihan OJAD dengan teknologi augmented reality yang menampilkan visualisasi aksen dapat mempercepat proses pembelajaran intonasi bagi pelajar dengan latar belakang bahasa Indonesia? Penelitian longitudinal selama satu semester yang membandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan OJAD secara mandiri dengan yang dibimbing oleh guru dapat memberikan gambaran tentang keberlanjutan peningkatan keterampilan berbicara bahasa Jepang. Selain itu, penyelidikan tentang adaptasi antarmuka OJAD untuk perangkat seluler dengan dukungan offline dapat menilai sejauh mana aksesibilitas mempengaruhi frekuensi praktik siswa dalam konteks pembelajaran daring.

Read online
File size756.7 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test