ALFA PUSTAKAALFA PUSTAKA

Jurnal Alfa: Penelitian, Pendidikan, dan BahasaJurnal Alfa: Penelitian, Pendidikan, dan Bahasa

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan yang dibuat oleh siswa, untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan yang paling banyak terjadi oleh siswa, untuk mengetahui alasan mengapa siswa membuat kesalahan ketika mereka menulis teks recount. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode campuran. Teknik pengumpulan datanya adalah tes tertulis dan wawancara. Penulis menemukan seluruh kesalahan yang berjumlah 14. Kesalahan yang paling dominan adalah tanda baca sebesar 21,14%. Diikuti oleh kapitalisasi sebesar 18,12%. Sumber kesalahan yang ditemukan adalah kesalahan intralingual sebesar 88,21% dan kesalahan interlingual sebesar 11,78%. Peneliti juga menemukan mengapa siswa membuat kesalahan saat menulis teks recount. Hal ini disebabkan karena kosakata mereka kurang memadai dan kurang memahami simple past tense.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa siswa di SMP N 3 Padangsidimpuan membuat berbagai jenis kesalahan tata bahasa dalam menulis teks recount, dengan kesalahan tanda baca dan kapitalisasi menjadi yang paling dominan.Semua jenis kesalahan yang diusulkan oleh Azar (dalam Kusuma, 2020) ditemukan, menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap aturan bahasa Inggris masih perlu ditingkatkan.Faktor-faktor penyebab kesalahan tersebut meliputi kurangnya kosakata, kesulitan dalam penggunaan tanda baca dan huruf kapital, serta jam belajar bahasa Inggris yang minim sejak sekolah dasar.

Mengingat hasil penelitian ini menunjukkan tingginya tingkat kesalahan tata bahasa, khususnya pada tanda baca dan penggunaan simple past tense, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada efektivitas intervensi pengajaran yang ditargetkan. Misalnya, sebuah studi dapat dirancang untuk membandingkan dampak metode pengajaran yang berbeda—seperti instruksi eksplisit tentang aturan tanda baca versus pendekatan berbasis tugas komunikatif—terhadap penurunan kesalahan-kesalahan spesifik ini dalam penulisan teks recount oleh siswa. Hal ini akan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang strategi pedagogis mana yang paling efektif untuk mengatasi masalah fundamental yang teridentifikasi. Selain itu, karena kurangnya kosakata dan pemahaman simple past tense diidentifikasi sebagai penyebab utama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi hubungan antara penguasaan kosakata siswa, kualitas materi ajar (termasuk buku teks), dan tingkat kesalahan tata bahasa mereka. Dapatkah desain kurikulum yang lebih komprehensif atau penggunaan sumber belajar tambahan secara signifikan mengurangi jenis kesalahan ini? Pertanyaan ini penting untuk mengembangkan rekomendasi yang lebih spesifik bagi pengembangan materi pembelajaran. Terakhir, temuan tentang kurangnya jam belajar bahasa Inggris di sekolah dasar sebagai faktor yang berkontribusi membuka peluang untuk penelitian komparatif atau longitudinal. Bagaimana tingkat paparan bahasa Inggris sejak dini memengaruhi fondasi tata bahasa siswa saat mereka mencapai jenjang SMP? Memahami korelasi antara pendidikan bahasa Inggris awal dan kemampuan menulis di kemudian hari dapat membantu merancang kebijakan pendidikan yang lebih baik untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi tantangan berbahasa Inggris.

Read online
File size915.18 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test