UIN SUKAUIN SUKA
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan HadisJurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan HadisArtikel ini mengkaji perdebatan mengenai sifat-sifat ilahi khabarī (skriptural) dalam tafsir Al-Quran awal melalui studi kasus Muqātil b. Sulaymān al-Balkhī (w. 150/767). Dengan dibingkai oleh dwitunggal analitis teks dan konteks, penelitian ini mempertanyakan bagaimana pembacaan antropomorfik dan korporealistik muncul pada abad pertama/awal abad kedua Hijriah dan matriks budaya apa yang membentuknya. Secara metodologis, studi ini menggabungkan pembacaan historis-induktif atas tafsir Muqātil dalam saksi-saksi tekstual primernya, analisis dekonstruktif terhadap sistem interpretasinya, dan perbandingan analitis kritis terhadap motif-motif terpilih—jasmaniah, isṭiwāʾ sebagai duduk, arasy dan para pembawanya, kursī, serta narasi penciptaan Adam. Temuan menunjukkan bahwa tafsir antropomorfik literalist terkristalisasi di tanah-tanah Islam timur yang multilingua, khususnya Khurāsān/Asia Tengah, di mana tradisi-tradisi agama lokal dan imajinasi teologis Timur secara masuk akal memengaruhi penerimaan deskripsi Al-Quran tentang Tuhan; pengaruh ini diajukan sebagai hipotesis berbasis teks dan konteks, bukan klaim pinjaman langsung yang dapat dibuktikan. Artikel ini juga memetakan kritik-kritik awal para sarjana yang mempermasalahkan pendekatan Muqātil dalam tafsir dan hadis. Dengan mengedepankan intertekstualitas dan akulturasi, studi ini menawarkan jalur metodologis untuk menghubungkan diskursus eksegetis awal dengan lingkungan sosio-budayanya dan menilai kembali genealogi antropomorfisme dalam tafsir formatif.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir antropomorfik dan korporealistik awal, khususnya dalam karya Muqātil b.Sulaymān, kemungkinan besar terbentuk di wilayah Islam timur yang multilingua seperti Khurāsān/Asia Tengah, dipengaruhi secara signifikan oleh tradisi agama-agama Timur lokal seperti Mazdakisme dan Budhisme, serta unsur-unsur Israiliyyat dan Kristen.Para sarjana Muslim awal sebagian besar menolak pendekatan Muqātil ini sebagai sesuatu yang asing bagi pemikiran Islam, mengkritik keras tafsirnya karena cenderung mengarah pada penyerupaan Tuhan dengan makhluk.Perdebatan awal mengenai sifat-sifat ilahi berpusat pada ithbāt alā al-ẓāhir (penegasan literal) yang mengarah pada antropomorfisme, berlawanan dengan taʾwīl (interpretasi transenden), yang menegaskan hubungan erat antara penafsiran Al-Quran dan pembentukan pemikiran kalam dalam Islam.
Berdasarkan temuan yang ada, penelitian lanjutan dapat memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana pemikiran keagamaan Islam berkembang di masa-masa awal. Pertama, akan sangat menarik untuk meneliti lebih dalam bagaimana berbagai aliran pemikiran awal Islam, di luar Khurāsān, khususnya di wilayah non-Arab lainnya, menanggapi atau menafsirkan sifat-sifat Tuhan. Apakah ada pendekatan yang berbeda dari pandangan antropomorfik Muqātil, dan apakah mereka juga menunjukkan pengaruh budaya atau agama lokal yang unik dalam tafsir mereka? Ini bisa mengungkap keragaman intelektual yang lebih luas di awal peradaban Islam. Kedua, mengingat hipotesis kuat tentang pengaruh agama-agama Timur terhadap tafsir Muqātil, studi selanjutnya bisa fokus pada mekanisme detail bagaimana konsep-konsep non-Islam ini masuk ke dalam pemikiran tafsir. Bagaimana tepatnya gagasan tentang Tuhan yang memiliki bentuk fisik, seperti yang ditemukan dalam Mazdakisme, diterjemahkan atau diasimilasi oleh para mufasir awal, mengingat adanya perbedaan bahasa dan budaya? Penelitian ini dapat mengkaji jejak linguistik atau analogi konseptual yang menunjukkan proses akulturasi ini. Ketiga, untuk memberikan konteks perbandingan yang lebih kaya, penting juga untuk mengidentifikasi dan menganalisis karya-karya mufasir awal lainnya yang hidup di wilayah Timur yang sama dengan Muqātil, tetapi tidak mengikuti pendekatan antropomorfik. Bagaimana mereka menafsirkan ayat-ayat tentang sifat-sifat Tuhan? Apakah mereka mengembangkan metode transendensi yang berbeda, bukan hanya menolak antropomorfisme, tetapi juga menawarkan model penafsiran alternatif yang belum banyak dikaji? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif tentang dinamika intelektual dan budaya yang membentuk tafsir Al-Quran di periode formatif.
- New Lights on Prophecy-Pretending and Mimetic Religions in Medieval Islamic North Africa | Mansouri |... aljamiah.or.id/ajis/article/view/63101New Lights on Prophecy Pretending and Mimetic Religions in Medieval Islamic North Africa Mansouri aljamiah ajis article view 63101
- MuqÃÂtil b. SulaymÃÂn and Anthropomorphism1* in: Studia Islamica Volume... brill.com/view/journals/si/107/1/article-p38_2.xmlMuqyEAEyCAAtil b SulaymyEAEyCAAn and Anthropomorphism1 in Studia Islamica Volume brill view journals si 107 1 article p38 2 xml
- DOI Name 10.14421 Values. name values index type timestamp data serv crossref desc jami research centre... doi.org/10.14421DOI Name 10 14421 Values name values index type timestamp data serv crossref desc jami research centre doi 10 14421
| File size | 676.44 KB |
| Pages | 34 |
| DMCA | Report |
Related /
SAINTISPUBSAINTISPUB In conclusion, the research evaluated the effectiveness of Duolingo as an English learning platform through a review of studies and user feedback. TheIn conclusion, the research evaluated the effectiveness of Duolingo as an English learning platform through a review of studies and user feedback. The
STISASABANGSTISASABANG From the results of this research, the author found a fairly fair interpretation. Mufassir, who was an expert in the science of naḥwu, showed tendenciesFrom the results of this research, the author found a fairly fair interpretation. Mufassir, who was an expert in the science of naḥwu, showed tendencies
GUBUGJOURNALGUBUGJOURNAL Karya-karyanya memperkenalkan konsep-konsep penting mengenai keindahan bahasa dan struktur kalimat. Farid Wajdi, seorang tokoh penting dalam pengembanganKarya-karyanya memperkenalkan konsep-konsep penting mengenai keindahan bahasa dan struktur kalimat. Farid Wajdi, seorang tokoh penting dalam pengembangan
CASCAS Tafsir dari ketiga ulama ini memainkan peran penting dalam advokasi kemerdekaan dan memberikan wawasan kritis terhadap ideologi dominan pada zamannya.Tafsir dari ketiga ulama ini memainkan peran penting dalam advokasi kemerdekaan dan memberikan wawasan kritis terhadap ideologi dominan pada zamannya.
SAINTISPUBSAINTISPUB The define phase identifies instructional needs, while the design phase produces an e-LKPD design focused on differentiated learning. During the developThe define phase identifies instructional needs, while the design phase produces an e-LKPD design focused on differentiated learning. During the develop
ASY SYUKRIYYAHASY SYUKRIYYAH Sehingga dapat dideteksi distingsi antara sastra al-qur`an dan sastra lainnya. Penafsiran corak sastra di masa klasik dapat dikelompokkan menjadi tiga,Sehingga dapat dideteksi distingsi antara sastra al-qur`an dan sastra lainnya. Penafsiran corak sastra di masa klasik dapat dikelompokkan menjadi tiga,
ASY SYUKRIYYAHASY SYUKRIYYAH Kajian tafsir Al-Quran di masyarakat Betawi memiliki corak yang dipengaruhi oleh latar belakang keilmuan dan sosial pengajarnya. Dalam merespons peristiwaKajian tafsir Al-Quran di masyarakat Betawi memiliki corak yang dipengaruhi oleh latar belakang keilmuan dan sosial pengajarnya. Dalam merespons peristiwa
ASY SYUKRIYYAHASY SYUKRIYYAH Para penafsir Al-Quran masih terjebak dengan interpretasi tekstual, padahal jika meminjam metodologi humaniora, para penafsir akan menemukan interpretasiPara penafsir Al-Quran masih terjebak dengan interpretasi tekstual, padahal jika meminjam metodologi humaniora, para penafsir akan menemukan interpretasi
Useful /
UMBJMUMBJM Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi letak kesulitan belajar dan faktor-faktor penyebabnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptifPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi letak kesulitan belajar dan faktor-faktor penyebabnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif
UMBJMUMBJM Kesalahan yang sering terjadi adalah kesalahan penulisan kata penghubung atau konjungsi. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Kesalahan yang sering terjadi adalah kesalahan penulisan kata penghubung atau konjungsi. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
UMBJMUMBJM Penelitian ini menyimpulkan bahwa tindak tutur yang digunakan dalam interaksi jual beli di Pasar Lama Banjarmasin meliputi representatif, direktif, komisif,Penelitian ini menyimpulkan bahwa tindak tutur yang digunakan dalam interaksi jual beli di Pasar Lama Banjarmasin meliputi representatif, direktif, komisif,
UIMUIM EIS yang dibangun telah mampu mengintegrasikan data yang berasal dari internal dan eksternal dengan output laporan yang berguna untuk menemukan alternatifEIS yang dibangun telah mampu mengintegrasikan data yang berasal dari internal dan eksternal dengan output laporan yang berguna untuk menemukan alternatif