ASY SYUKRIYYAHASY SYUKRIYYAH

Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (JIQTA)Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (JIQTA)

Al-qur`an sebagai kitab suci umat islam, merupakan salah satu peradaban, yaitu dari peradaban realitas/konteks ke peradaban teks, sehingga harus ditelusuri konteks seputar diturunkannya al-qur`an dan kemukjizatan sastrawi teks al-qur`an. Para penafsir sejak masa klasik sampai modern, tidak pernah meninggalkan analisa bahasa/sastra dalam tafsirnya, hal ini karena medan semantik dalam al-qur`an sangat dalam dan luas sekali. Tulisan ini akan mencoba menemukan mutiara-mutiara yang terkandung dalam keindahan sastra al-qur`an. Diawali dari penelusuran historitas sastra arab pra-islam, bagaimana sastra arab mengalami transformasi dengan mengikuti perkembangan zaman. Tulisan ini juga memotret perjalanan teorisasi sastra arab dalam tafsir al-qur`an. Sehingga dapat dideteksi distingsi antara sastra al-qur`an dan sastra lainnya.

Penafsiran corak sastra di masa klasik dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu tentang mikro-struktur al-qur`an, stilistika al-qur`an, dan semantik al-qur`an.Penafsir pertama yang mengkodifikasikannya secara lengkap adalah al-farra, sedangkan ibnu jarir al-thabari merupakan yang pertama mengkodifikasikan tafsir lengkap dengan tarjih dan irab.Teori fashl-washl menjadi jawaban atas pertanyaan seputar ketidakteraturan redaksi atau makna dalam al-qur`an, menunjukkan bahwa makna dari dilalah al-qur`an merupakan relasi dinamis antara pembaca dan teks, dengan keistimewaan ijaz yang tidak dimiliki sastra arab pra-islam maupun modern.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana penerapan teori fashl-washl dalam surah-surah pendek di Juz Amma, untuk melihat apakah struktur putus-sambung tetap mempertahankan fungsi estetika dan makna yang utuh meskipun dalam bentuk yang ringkas. Kedua, penting untuk mengkaji ulang tokoh-tokoh tafsir sastra klasik seperti al-Farra dan Abu Ubaidah dengan pendekatan digital humanities, seperti pemetaan konsep dan jaringan istilah sastra dalam karya mereka, agar dapat ditemukan pola-pola interpretasi yang belum terungkap sebelumnya. Ketiga, perlu dikembangkan studi komparatif antara tafsir sastra klasik dengan karya sastra modern Arab, untuk mengeksplorasi apakah prinsip ijaz al-Qur`an masih relevan sebagai standar keunggulan sastra dalam konteks kekinian, serta bagaimana pengaruh tafsir klasik terhadap perkembangan kritik sastra Arab modern. Penelitian-penelitian ini akan memperdalam pemahaman tentang kontinuitas dan transformasi wacana sastra Qur`ani dari masa klasik hingga era kontemporer.

Read online
File size330.99 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test